Sudah dua kali Indonesia merayakan kemerdekaan di tengah pandemi Covid-19. Tentu ada hal berbeda dalam perayaan kemerdekaan hari ini ketimbang dengan hari-hari sebelumnya.
Mungkin pusat-pusat perlombaan tidaklah seramai dahulu sebelum Corona menyerang. Namun, kondisi demikian jangan sampai menurunkan semangat kita dalam merayakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang umurnya sudah mencapai 76 tahun merdeka.
Nah, justru di tengah musibah hari ini, mestinya kita lebih mendongkrak semangat untuk melawan segala problem bangsa, termasuk pandemi Covid-19 yang kian ganas. Semangat juang yang telah dicontohkan para foundhing father mesti dapat diwarisi apinya untuk mengisi kemerdekaan di era sekarang. Apalagi seluruh warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama dan cara berbeda dalam memaknai kemerdekaan, selagi itu tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan.
Untuk memaknai kemerdekaan yang ke-76 ini, perlu kiranya kita dapat berbuat sesuatu yang produktif dan inovatif, suatu aksi yang dapat membawa perubahan bagi diri sendiri terlebih bagi orang lain. Di samping itu juga, melalui kemerdekaan kali ini ada banyak hikmah yang dapat kita petik dan dijadikan pelajaran yang berharga. Untuk itu, beberapa hal produktif yang dapat dilakukan dalam memaknai kemerdekaan, terutama generasi muda.
1. Ikut lomba
Menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia, tentu sudah banyak info lomba yang tersebar di media sosial yang bertema tentang kemerdekaan dan kepahlawanan. Mulai dari lomba menulis, video kreatif, podcast, desain grafis dan jenis lomba lainnya yang sesuai dengan tema hari ini. Salah satu media sosial yang banyak share info-info lomba termasuk platfrom instagram.
Hal itu sangat berguna bagi kita untuk memaknai kemerdekaan di tengah pendemi sekarang dengan ikut lomba, selain dapat menambah dan mengasah skill, juga dapat menjadi pengalaman baru. Di samping itu kalau beruntung menjadi juara, ya tentu ada pundi-pundi rupiah yang akan diterima, hehehe.
Salah satu lomba menulis yang dapat diikuti, yakni lomba yang diadakan Yoursay.id dengan tema, "Ceritakan Pahlawan Kekinian Versimu!" Nah, untuk lebih jelasnya terkait lomba tersebut dapat mengunjungi instagram @yoursay.id, di situ sudah dijelaskan mengenai ketentuan dan persyaratannya. Selain itu, rajin-rajin jugalah untuk mengikuti akun info lomba jika memang doyang ingin ikut lomba, monggo kawan.
2. Bedah film
Kegiatan produktif yang satu ini mungkin sudah klise dan sering dilakukan. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya melakukan kegiatan bedah film dari pada harus pergi ugal-ugalan tanpa tujuan yang jelas, apalagi tidak mematuhi prokes.
Mungkin bedah film tidak se-wao ketimbang ikut lomba, namun jika memang tidak bisa ikut lomba, lebih baik mengisi kemerdekaan dengan bedah film-film perjuangan. Beberapa film yang unik dibedah:
- Soekarno: Indonesia Merdeka
- Kartini
- Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta
Saat membedah film, maka tentu ada nilai sejarah yang dapat dipetik, asalkan nontonnya tidak ketiduran, wkwkwk. Melalui bedah film jugalah sebagai cara sederhana memaknai kemerdekaan dengan mengenang jasa pahlawan dan memang kegiatan tersebut produktif.
3. Bedah buku
Kegiatan ini hampir sama dengan bedah film, hanya saja kalau bedah buku sifatnya secara visual yakni membedah buku yang hanya berbentuk teks saja. Saat membedah buku alangkah baiknya semua ikut membaca buku tersebut sebelum dibedah.
Dari hasil bacaan yang sudah diperoleh, dari situlah dapat saling tukar pikiran dan mengkaji maksud dari buku tersebut. Kalau mengenai buku-buku sejarah dan kemerdekaan, tentu tidaklah asing lagi kita jumpai, terutama generasi milenial, bolehlah dicari sendiri, hehehee.
4. Bakti sosial
Kegiatan ini juga sangat produktif untuk dilakukan, asalkan dengan syarat patuhi prokes. Sangat banyak kegiatan bakti sosial yang dapat dilakukan, mulai dari membersihkan makan para pahlawan, bakti sosial di jalan, saling berbagi dan kegiatan sosial lainnya.
Oleh karena itu, marilah memaknai kemerdekaan ini dengan hal-hal yang produktif, apalagi kalau posisi kita yang sering tidak dianggap dan selalu diremehkan oleh orang lain. Saatnya buktikan bahwa kita juga anak bangsa berhak mendapatkan iklim kemerdekaan dan dapat memberikan kebanggaan pada diri sendiri, termasuk kebanggaan pada bangsa yang kita cintai.
Baca Juga
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
-
Menonton Sirkus Kemiskinan: Sisi Gelap Konten Sedekah di Media Sosial
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Mau ke Garut? Ini 4 Tips Naik Kereta Lokal yang Jarang Diketahui Penumpang
-
Asus ROG Swift OLED PG32UCWM: Monitor Gaming 4K Generasi Baru dengan Teknologi Tandem RGB OLED
-
Cleansing Balm Non-Comedogenic: 5 Pilihan yang Aman untuk Kulit Berjerawat
-
Gak Pake Lama! 5 Maskara Alis Ini Bikin Riasan Matamu Langsung Stand Out
-
Murah tapi Nggak Murahan, Ini Smartwatch Terbaik di Harga Rp2 Jutaan
Terkini
-
Filosofi Pakai Dulu yang Ada: Bukan Ketinggalan Zaman, tapi Selamatkan Bumi
-
Perempuan dan Budaya Self-Reward: Bentuk Apresiasi atau Konsumtif?
-
5 Film Netflix Terbaru Juni 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
-
STUDIO GRAPH77 Garap Film Baru Anime Paradox Live, Hadirkan 29 Karakter
-
Euforia AI Instansi Negara: Cermin Kemalasan atau Modus Pangkas Anggaran?