Dalam karier, pasti kamu gak ingin terus berada di posisi yang sama, dengan tugas dan tanggung jawab yang sama pula, hingga tahunan lamanya. Pasti akan bosan. Tentu kamu ingin agar bisa terus berkembang selama berkarier, bukan?
Sayangnya, tak semua atasan mampu memimpin anak buahnya dengan baik, bahkan menginspirasi serta mendukung perkembangan kariermu. Berikut ini beberapa tipe atasan yang malah akan membahayakan posisimu sekarang. Apa saja?
1. Jenis pemimpin yang rela menghalalkan segala cara
Sungguh apes kalau sampai bertemu dengan pemimpin seperti ini. Akibat hierarki, kamu tentu harus menurut padanya, meskipun ia salah dan menghalalkan segala cara. Bila ini terus dilakukan, lama-lama kamu jadi terbiasa bermain kotor. Citramu yang dulu dikenal sebagai sosok yang kredibel dan berintegritas, rusak sudah.
2. Pemimpin yang tak mau mengakui kesalahan
Tipe lain pemimpin yang akan membahayakan karier, adalah yang tak mau mengakui kesalahan. Meski sudah jelas keputusannya itu keliru, tapi kamu selalu yang dijadikan kambing hitam. Akibatnya, nama baikmu terus tercoreng akibat menanggung beban kesalahan yang sebenarnya adalah tanggung jawab atasan.
3. Tipe pemimpin yang tak masuk akal
Mungkin di antara kamu pernah atau bahkan sering menemui jenis pemimpin yang suka tak masuk akal. Menyerahkan tugas sudah mendekati deadline, sehingga mau tak mau, kamu harus lembur. Sudah tahu itu tugas harus diselesaikan besok. Tapi baru diberikan ke kamu menjelang pulang kantor.
Kebiasaan ini, gak hanya membuatmu jadi rentan stres, tapi jika dibiarkan terus, akan merusak kesehatan fisikmu. Karena dipaksa untuk terus lembur.
4. Pemimpin otoriter
Pemimpin yang baik, mau menerima masukan dari para bawahannya. Namun, hal itu gak akan terjadi pada pemimpin dengan gaya otoriter. Meyakini bahwa dirinya selalu benar, kamu selalu didikte melakukan tugas sesuai caranya, walaupun itu keliru. Ketika ternyata hasilnya gagal, kamu yang kena damprat. Padahal semua itu idenya.
Bila tipe pemimpinmu seperti ini, dan sudah tak bisa dibicarakan lagi pada pihak HRD, maka pilihan resign akan lebih baik bagi dirimu pribadi, juga bagi kariermu. Karena jenis pemimpin yang tadi telah dijabarkan, hanya bikin rusak karier yang sudah susah payah kamu bangun.
Baca Juga
-
Netflix Hadirkan Dokumenter Baru: Sisi Rentan Elvis Presley Terungkap!
-
Dokumenter 'Madaniya': Cara Mohamed Subahi Suarakan Revolusi tanpa Senjata
-
Blossom in Darkness: Drama China Romantis Horor yang Dibintangi Li Hongyi dan Sun Zhenni
-
Kabar Gembira! Aktor Song Joong-ki Umumkan Kelahiran Putri Keduanya di Roma
-
16 Tahun Vakum, Oasis Umumkan Konser Perdana di Korea
Artikel Terkait
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja
-
Kapan Harus Resign dari Pekerjaan? Kenali 5 Tanda yang Perlu Diwaspadai
-
Bertahan atau Resign? Dilema yang Menghantui Pekerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
-
Paradoks Karier: Kenapa Resign Terlihat Begitu Keren di TikTok Tapi Terasa Berat di Dunia Nyata?
-
Lingkungan Kerja Nyaman Jadi Prioritas Baru Gen Z dan Milenial dalam Memilih Karier
Lifestyle
-
5 Body Wash dengan Scrub Halus untuk Perawatan Kulit Bersih Menyeluruh
-
Samsung Galaxy S26 FE Segera Hadir, Bawa Exynos 2500 dan Baterai 4.900 mAh
-
Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free
-
itel VistaTab 30 Pro: Tablet Layar 13 Inci dengan Baterai 10.000 mAh dan Bonus Keyboard
-
5 Merek Sepatu Lokal dengan Visual Keren dan Harga Terjangkau
Terkini
-
Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan