alexametrics

4 Tipe Atasan yang Bisa Menghambat Perkembangan Kariermu, Resign Saja!

Latifah
4 Tipe Atasan yang Bisa Menghambat Perkembangan Kariermu, Resign Saja!
Ilustrasi stres kerja (pexels.com/Anthony Shkraba)

Dalam karier, pasti kamu gak ingin terus berada di posisi yang sama, dengan tugas dan tanggung jawab yang sama pula, hingga tahunan lamanya. Pasti akan bosan. Tentu kamu ingin agar bisa terus berkembang selama berkarier, bukan?

Sayangnya, tak semua atasan mampu memimpin anak buahnya dengan baik, bahkan menginspirasi serta mendukung perkembangan kariermu. Berikut ini beberapa tipe atasan yang malah akan membahayakan posisimu sekarang. Apa saja?

1. Jenis pemimpin yang rela menghalalkan segala cara

Sungguh apes kalau sampai bertemu dengan pemimpin seperti ini. Akibat hierarki, kamu tentu harus menurut padanya, meskipun ia salah dan menghalalkan segala cara. Bila ini terus dilakukan, lama-lama kamu jadi terbiasa bermain kotor. Citramu yang dulu dikenal sebagai sosok yang kredibel dan berintegritas, rusak sudah.

2. Pemimpin yang tak mau mengakui kesalahan

Tipe lain pemimpin yang akan membahayakan karier, adalah yang tak mau mengakui kesalahan. Meski sudah jelas keputusannya itu keliru, tapi kamu selalu yang dijadikan kambing hitam. Akibatnya, nama baikmu terus tercoreng akibat menanggung beban kesalahan yang sebenarnya adalah tanggung jawab atasan.

3. Tipe pemimpin yang tak masuk akal

Mungkin di antara kamu pernah atau bahkan sering menemui jenis pemimpin yang suka tak masuk akal. Menyerahkan tugas sudah mendekati deadline, sehingga mau tak mau, kamu harus lembur. Sudah tahu itu tugas harus diselesaikan besok. Tapi baru diberikan ke kamu menjelang pulang kantor.

Kebiasaan ini, gak hanya membuatmu jadi rentan stres, tapi jika dibiarkan terus, akan merusak kesehatan fisikmu. Karena dipaksa untuk terus lembur.

4. Pemimpin otoriter

Pemimpin yang baik, mau menerima masukan dari para bawahannya. Namun, hal itu gak akan terjadi pada pemimpin dengan gaya otoriter. Meyakini bahwa dirinya selalu benar, kamu selalu didikte melakukan tugas sesuai caranya, walaupun itu keliru. Ketika ternyata hasilnya gagal, kamu yang kena damprat. Padahal semua itu idenya.

Bila tipe pemimpinmu seperti ini, dan sudah tak bisa dibicarakan lagi pada pihak HRD, maka pilihan resign akan lebih baik bagi dirimu pribadi, juga bagi kariermu. Karena jenis pemimpin yang tadi telah dijabarkan, hanya bikin rusak karier yang sudah susah payah kamu bangun.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak