Menjadi seorang perempuan, kadang memang gak mudah. Ada tekanan sosial besar untuk melakukan sesuatu sesuai dengan ekspektasi umumnya. Salah satunya, soal menikah.
Perempuan yang sudah berusia matang, diharapkan telah memiliki pasangan. Kalau tidak, akan ada banyak omongan dari sana-sini. Dan alasan inilah yang kadang membuat kamu akhirnya sembarang pilih suami. Asalkan sudah menikah, bisa tenang.
Padahal, memilih suami gak bisa dilakukan dengan gegabah. Yang sudah berhati-hati saja masih kadang salah pilih, apalagi kalau gak dipertimbangkan dengan seksama. Beberapa hal buruk ini mungkin terjadi jika kamu salah pilih suami akibat kejar “deadline” menikah.
1. Menjadi seorang babysitter
Kalau kebetulan kamu memilih lelaki yang kurang mandiri sebagai suami, dampaknya nanti, kamu jadi seperti pengasuh baginya. Segala hal yang berkaitan dengan persoalan rumah tangga, hingga persoalan pribadinya, selalu kamu yang urus.
Tentu ini akan membuat kamu jadi lelah lahir batin. Sosok suami yang harusnya bisa kamu andalkan, malah jadi sebaliknya. Kamu yang lebih berperan sebagai imam.
2. Kamu jadi terlalu clingy
Pernah lihat istri yang seperti ketergantungan pada suami? Ke mana-mana selalu nempel, apa pun kemauan suami dituruti.
Ini bisa terjadi, jika kamu memilih suami seorang yang suka main hati. Kamu jadi berpikir, untuk membuatnya insyaf, maka kamu harus mengerahkan cintamu secara total, sampai akhirnya kebablasan. Kamu jadi tampak mengiba. Justru, sikap seperti itu malah membuat suami yang memang gak bisa setia, malah meninggalkanmu. Kamu dianggapnya terlalu membosankan!
3. Kamu kehilangan jati diri
Gak sedikit lelaki yang sikapnya sangat toksik, dan itu terbawa ke hubungan. Kamu sebagai korban, sering dituntut untuk melakukan apa pun yang diminta, tanpa memikirkan bagaimana keinginan atau kepentinganmu.
Suami seperti ini, lambat laun akan membuatmu kehilangan jati diri. Karena selalu dipaksa melakukan hal-hal yang sebenarnya gak bikin kamu nyaman. Gak hanya itu, suami yang toksik kayak gini juga membuatmu jadi tertekan tiap hari. Dia gak ada respeknya sama sekali terhadap kamu.
Hidup di tengah masyarakat, memang harus banyak sabar. Yang penting, kamu mesti menyadari, bahwa hidup ini kamu yang jalani, bukan mereka. Jangan sampai, hanya disebabkan gak tahan dengan omongan gak enak dari mulut tetangga, kamu jadi salah pilih pasangan, dan menyebabkan seumur hidupmu menderita. Gak mau, kan?
Baca Juga
-
Episode 2 'Love Your Enemy': Rating Melonjak, Cinta & Rivalitas Makin Seru!
-
Anak Sering Berbohong? 4 Hal yang Bisa Orangtua Lakukan untuk Mengatasinya
-
4 Alasan Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja Sangat Penting
-
4 Jenis Makanan Terbaik untuk Program Hamil, Perhatikan Kata Pakar!
-
4 Kualitas Ini Sering Dimiliki oleh Mereka yang Jago Jualan, Pelajari!
Artikel Terkait
-
10 Potret Terbaru Enji Mantan Suami Ayu Ting Ting dengan Istri Baru
-
Konsep Foto Prewedding Bikin Ngelus Dada, Cewek Gendong Calon Suami di Pundak
-
Wanita Cemburu Suaminya Suka Lakukan Ini saat LDR, Warganet: Itu mah Biasa!
-
Suami Akui Dirinya Gay, Bagaimana Tanggapan Sang Istri?
-
7 Sunnah Berhubungan Pasangan Suami Istri Dalam Islam, Nomor 6 Dilarang Egois
Lifestyle
-
4 Sheet Mask Lemon Lokal Buat Hempas Wajah Kusam dan Lelah Akibat Sinar UVA
-
Kulit Dehidrasi? Ini 4 Krim Malam Hyaluronic Acid Penyelamat Skin Barrier
-
Terjebak Hustle Culture? Ini Tanda Gen Z Harus Segera Ambil Jeda Biar Nggak Kena Job Fatigue
-
Antara Sejarah, Kuliner Warisan, dan Gaya Hidup Pedas Manis ala Sambal Bajak
-
5 Lipstik Merah Bata untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Makeup Makin Stunning!
Terkini
-
Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan
-
Bikin Suguhan Segar, Adili Idola Bawa Warna Baru Stand Up Comedy Indonesia
-
Ekonomi RI Dipuji IMF: Mengapa Kantong Kelas Menengah Tipis?
-
Anime Adaptasi Webtoon The Boxer Bagikan PV, Ungkap 4 Pengisi Suara Utama
-
Metallica, Palestina, dan Ironi Sebuah Band Anti-Perang