Ada tanggung jawab besar yang mesti diemban ketika menjadi orang tua. Anak nggak hanya bisa jadi penghibur hati, tapi kamu dan pasangan pun bertanggung jawab untuk menyiapkan masa depannya, serta menjadikan dia anak yang bahagia.
Karena itu, sangatlah wajar ketika kamu jadi diliputi kecemasan. Seperti beberapa jenis rasa cemas berikut ini yang kerap menghantui para orang tua. Simak pembahasan lebih lanjutnya, ya!
1. Belum menjadi orang tua yang baik
Tugas mengasuh dan mendidik anak memang tidak mudah. Maka dari itu, orang tua sering merasa cemas apakah sudah tepat dalam mengasuh dan mendidik anak selama ini.
Meski wajar, tapi kalau terus merasa cemas, nggak akan baik kondisi mentalmu. Kamu jadi sering stres. Daripada cuma mengkhawatirkan apakah kamu sudah menjadi orangtua yang baik atau belum, mending bekali diri dengan banyak-banyak belajar mengenai ilmu pengasuhan, sehingga kamu mampu memberikan cara asuh yang terbaik yang kamu bisa.
2. Mengkhawatirkan bagaimana perkembangan di sekolahnya
Hal ini juga kerap jadi sumber kecemasan para orang tua. Apakah si kecil bisa mengikut kelasnya dengan baik atau enggak.
Cobalah untuk terus mendampingi anak dan mendorongnya supaya mandiri dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Hargai usaha kerasnya, berapa pun nilai yang diperoleh. Dengan begitu, anak jadi percaya diri untuk mengerjakan tugas-tugasnya secara mandiri.
3. Cemas terhadap pengaruh lingkungan yang nggak baik
Lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Sering ditemui, anak yang tadinya baik-baik, berubah nakal akibat pergaulan yang salah.
Mengkhawatirkannya saja nggak akan berdampak apa-apa. Yang bisa kamu lakukan, adalah berusaha dekat dengan anak, sehingga mereka nggak memerlukan lingkungan sebagai tempat pelarian yang bisa memberikan mereka kenyamanan. Karena yang umum jadi penyebab anak salah bergaul, karena dia tak menemukan kenyamanan di rumah. Orang tuanya galak atau sering sekali terjadi pertengkaran di rumah.
Nah, itu dia beberapa hal yang sering jadi sumber kecemasan para orang tua. Menjadi cemas saja nggak akan berpengaruh apa-apa selain membuat pikiranmu tertekan. Daripada cemas doang, mending ambil tindakan. Setuju?
Baca Juga
-
Episode 2 'Love Your Enemy': Rating Melonjak, Cinta & Rivalitas Makin Seru!
-
Anak Sering Berbohong? 4 Hal yang Bisa Orangtua Lakukan untuk Mengatasinya
-
4 Alasan Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja Sangat Penting
-
4 Jenis Makanan Terbaik untuk Program Hamil, Perhatikan Kata Pakar!
-
4 Kualitas Ini Sering Dimiliki oleh Mereka yang Jago Jualan, Pelajari!
Artikel Terkait
-
Gejala Nyeri Dada Akibat Anxiety: Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?
-
Ewuh Pakewuh, Budaya Jawa yang Memengaruhi Kesehatan Mental
-
5 Kualitas Pasangan yang Wajib Dicari Jika Kamu Punya Anxiety, Ini Penjelasan Ahli
-
Kesehatan Mental di Asia Pasifik: Peran Komunitas dalam Mengatasi Depresi dan Kecemasan
-
Mengapa Generasi Z Lebih Rentan Terhadap Depresi?
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda