Kucai termasuk ke dalam keluarga allium atau bawang-bawangan. Bentuk dan warnanya sangat mirip daun bawang. Namun ukurannya jauh lebih tipis dan kecil. Rasanya juga khas dan biasa digunakan sebagai tambahan berbagai makanan, seperti bubur, serta kuliner Cirebon populer, nasi lengko dan empal gentong.
Tak hanya menambah cita rasa, daun kucai ternyata memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, lho. Nah, berikut ini 5 diantaranya.
1. Mengurangi stres
Kucai memiliki kandungan folat dan kolin yang berguna untuk memperbaiki suasana hati hingga mengatasi depresi. Keduanya bekerja dengan menghambat pertumbuhan homosistein pada tubuh. Jika kadarnya terlalu tinggi, dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung.
Selain itu, homosistein yang berlebihan akan mengganggu perkembangan hormon dopamin, serotonin, dan norepinefrin. Ketiganya penting dalam mengatur suasana hati, keinginan untuk memejamkan mata, serta meningkatkan nafsu makan.
Intinya, daun kucai ini bisa dijadikan alternatif untuk meredakan berbagai gangguan mental, seperti stres bahkan depresi. Di sisi lain, kamu tetap perlu untuk berkonsultasi ke ahlinya.
2. Memperjelas penglihatan
Berdasarkan beberapa penelitian, daun kucai mengandung karoten lutein dan zeaxanthin. Keduanya disebut mampu menurunkan stres oksidatif dan menghambat perkembangan katarak. Dengan begitu, jika rutin mengonsumsinya, indera penglihatan akan semakin jelas.
3. Menjaga fungsi otak
Kolin merupakan nutrisi yang memberikan beragam manfaat bagi tubuh, termasuk otak. Nah, daun kucai memiliki kandungan ini yang berguna dalam memperkuat daya ingat dan konsentrasi, serta mengontrol suasana hati.
Jadi, begitu mengonsumsi kucai, kesehatan otak dapat terjaga. Kamu juga akan terhindar dari berbagai masalah, seperti demensia (pikun) dan alzheimer (penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, serta bicara).
4. Memelihara kesehatan kulit
Daun kucai mengandung vitamin A, C dan antioksidan yang cukup tinggi. Ketiganya mampu melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Zat ini nyatanya dapat merusak seluruh bagian, termasuk kulit.
Dengan kata lain, kucai dapat memelihara kulit dari berbagai masalah, seperti penuaan dini, kerusakan yang diakibatkan oleh paparan sinar UV, bahkan kanker. Kandungannya tersebut akan membuat kulitmu lebih sehat.
5. Mencegah osteoporosis
Mungkin banyak dari kamu yang belum tahu, apa itu osteoporosis? Gangguan ini merupakan berkurangnya kepadatan tulang, sehingga bisa menimbulkan rapuh bahkan patah. Penyebabnya adalah kekurangan kalsium.
Nah, kandungan tersebut bisa kamu dapatkan dengan mengonsumsi daun kucai. Ditambah, terdapat vitamin K yang juga baik untuk menjaga kesehatan tulang agar tetap kuat. Namun, imbangi dengan makan makanan lainnya yang juga mengandung nutrisi ini, seperti susu, keju, daging, atau sayuran hijau.
Itulah kelima manfaat yang bisa diperoleh dari daun kucai. Apakah kamu mulai tertarik untuk mengonsumsinya?
Sumber:
alodokter, hellosehat
Baca Juga
-
Beri Cinta Lebih dariku by Sena
-
Punya Pengaruh Buruk, Ini 5 Cara Meminimalisir Screen Time pada Balita
-
Rasa Rindu di Balik Sepiring Indomie Goreng yang Sederhana
-
Tolak Bahasa Melayu, Warga Malaysia Ini Larang Indonesia Menonton Upin-Ipin
-
5 Alasan Buruk yang Bikin Seseorang Memutuskan untuk Menikah, Bisa Berdampak Negatif
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 Hydrating Toner Under Rp50 Ribu: Lembap Maksimal Gak Bikin Kantong Bolong
-
Anti Ribet! 5 Pembersih All-in-One Pria dari Ujung Kepala hingga Kaki
-
SpesifikasiDell XPS 13 Terbaru, Laptop Ringan dengan Snapdragon X Elite dan Fitur Copilot+
-
4 Body Serum Lokal Ampuh Cerahkan Kulit Belang hingga Bekas Luka di Badan
-
Sering Dianggap Cerewet, Ini 5 Pesan Cinta di Balik Kisah Masa Lalu Orang Tua
Terkini
-
The Furious, Bukti Film Aksi Asia Masih Sulit Dikalahkan Hollywood
-
Cara Saya Menemukan Kembali Makna Proses di Balik Lembar Pengesahan Skripsi
-
War Tiket Konser Day 3 BTS Capai 900 Ribu Antrean, Kurang dari 1 Jam!
-
Review Cerita Lila: Horor Psikologis yang Lebih Menakutkan dari Sekadar Penampakan
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia