Dalam kehidupan bermasyarakat seringkali kita dihadapkan untuk memilih lebih mengutamakan kepentingan pribadi atau orang lain. Tentu saja jika itu demi kemaslahatan bersama, maka kita akan mementingkan orang lain terlebih dahulu. Sayangnya, ketika terlalu sibuk memikirkan orang lain, kita jadi lupa dengan kepentingan bahkan perasaan pribadi.
Sebutan yang tepat untuk orang yang lebih mementingkan perasaan orang lain adalah people pleaser. Orang dengan tipe seperti ini berusaha untuk menyenangkan perasaan orang lain dan menyampingkan perasaan pribadi. Dia akan berusaha untuk memendam apa yang ia rasakan demi menjaga perasaan orang lain.
Namun lebih mementingkan diri sendiri juga tidaklah baik. Orang seperti ini akan dicap sebagai orang yang egois karena tidak memerhatikan kepentingan bahkan perasaan orang lain. Dia akan tidak segan untuk mengabaikan orang lain selagi dia merasa senang atau puas untuk dirinya sendiri.
Lalu, Mana yang Harus Didahulukan Menjaga Perasaan Diri Sendiri atau Orang Lain?
Dari penjelasan sebelumnya kamu bisa mengetahui bahwa menjaga perasaan orang lain dan diri sendiri sama-sama pentingnya. Jika dibuat prioritas mana yang harus didahulukan, itu akan tergantung dari situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Misalkan dalam kondisi kamu sedang rapat dan dimintai pendapat pribadi. Tentu saja dalam hal ini kamu akan berpendapat dari sisi pribadi lalu dilanjutkan dengan pendapat yang melibatkan kepentingan orang banyak. Ada lagi contoh situasi ketika kamu disuruh ibumu untuk membeli sesuatu di warung sedangkan posisimu saat itu sedang bermain hp. Tentu saja kamu harus mengutamakan ibumu daripada bermain hp, benar kan?
Walaupun kita sudah mengetahui mana yang perlu didahulukan, seringkali merasa bimbang jika dihadapkan dengan situasi tertentu. Dalam menangani hal tersebut tentu saja kamu harus bisa mementingkan kepentingan bersama dengan tetap memperhatikan dan menjaga perasaan diri sendiri. Kelihatannya sulit ya untuk melakukannya, dan apakah memang bisa seperti itu? Tentu saja bisa. Yuk, simak tips agar bisa menjaga perasaan orang lain sambil tetap bisa menjaga perasaan pribadi.
1. Mengetahui mana yang bisa kamu lakukan dan tidak
Seorang people pleaser cenderung akan melakukan apapun ketika ada orang yang meminta bantuan padanya. Perlu diketahui bahwa tidak semua hal bisa kamu lakukan. Oleh karena itu, kamu perlu membuat batasan mana yang bisa kamu lakukan dan mana yang tidak. Karena jika kamu memaksa untuk mengerjakannya, yang ada malah memberatkanmu. Seiring dengan waktu kamu akan merasa lelah baik itu fisik maupun psikis.
2. Belajar untuk mengatakan “tidak”
Jika kamu termasuk orang yang selalu meng-iya-kan ketika berbicara dengan orang lain, mungkin kamu perlu berlatih untuk mengatakan tidak. Awalnya mungkin akan terasa canggung ketika akan mengatakan “tidak” pada orang lain. Namun pada poin sebelumnya kamu sudah mengetahui ada beberapa yang memang tidak bisa dilakukan.
Ketika dihadapkan seperti itu maka kamu harus berani untuk mengatakan “Maaf, saya tidak bisa.” Ini bukan berarti kamu menolak untuk membantu orang tersebut, tapi memang karena kamu benar-benar tidak bisa melakukannya dan kamu harus bisa menolak permintaannya. Ingat ya, ketika menolak permintaan orang lain juga harus dengan sopan dan beri alasan agar orang tersebut paham mengapa kamu menolaknya.
3. Meluangkan waktu untuk diri sendiri
Sering membantu dan memahami perasaan orang lain memanglah perbuatan terpuji, tapi kamu juga perlu untuk meluangkan waktu untuk memikirkan perasaanmu sendiri. Hal yang perlu kamu ketahui adalah kamu tidak bisa membuat semua orang bahagia dan tidak punya kewajiban untuk memastikan kebagiaan mereka.
Jika sekarang kamu merasa lelah namun tidak mengetahui alasannya, maka itu saatnya kamu butuh me time. Kamu perlu waktu sendirian untuk memahami perasaan yang saat ini kamu rasakan. Membahagiakan orang lain itu bagus, tapi jangan sampai lupa dengan kebahagiaan diri sendiri.
Intinya adalah menjaga perasaan orang lain dan diri sendiri adalah sama-sama pentingnya. Kamu tidak bisa hanya mementingkan perasaan orang lain dan mengabaikan perasaan pribadi. Begitu juga sebaliknya, jika kamu lebih mementingkan perasaan pribadi maka kamu akan dicap sebagai orang egois. Jadi, kamu harus bisa mengetahui prioritasmu dan pandai memahami situasi sehingga kamu bisa menjadi orang yang adil.
Tag
Baca Juga
-
Viral Diskusi Buku Jelek di X: Bisakah Selera Diadili?
-
Makna Lagu Multo dari Cup of Joe: Kisah Kenangan yang Menghantui
-
Antara Emosi dan Algoritma: Mengapa FYP Dipenuhi Lagu Galau?
-
Sisi Lain Hobi Membaca: Antara Kesehatan Mental dan Kelelahan Emosional
-
Kesetaraan Gender dan Kegagalan Kita Memahami Hal Paling Mendasar
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Sajian Khas Imlek Tionghoa Pesisir di Bintan dan Kepulauan Riau, Mana Favoritmu?
-
5 Tempat Dinner Romantis di Bandung, Bikin Momen Valentine Makin Berkesan
-
5 Makanan Favorit yang Bikin Dinner Valentine Makin Spesial
-
Mau Intimate Dinner di Malam Valentine? Ini 4 Rekomendasi Tempat Kencan Romantis di Kota Malang
-
4 Cleanser Snail Mucin, Berikan Efek Hydrating untuk Kulit Kenyal dan Sehat
Terkini
-
Waspada Spyware! Ciri HP Kamu Sedang Disadap dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
-
Min Hee Jin Menang Gugatan Rp292 Miliar, Apa Respons HYBE Selanjutnya?
-
Love Through A Prism: Comeback Yoko Kamio di Era Klasik London
-
Pemburu Waktu dan Takdir yang Dihapus