Punya teman yang toxic? Yuk kamu harus keluar dari pertemanan seperti itu. Hubungan toxic tidak hanya terjadi di percintaan, hubungan itu juga bisa terjadi di dunia pekerjaan, lingkungan sekitar, bahkan keluarga. Jika pertemanan kamu membuatmu harus merasa tersakiti oleh orang lain, maka kamu sudah terjebak dalam hubungan yang toxic.
Sederhananya saja toxic relationship dalam pertemanan merupakan hubungan pertemanan yang tidak sehat. Terlalu banyak tersakiti selama kamu dalam hubungan pertemanan dan membuat kamu merasa tidak nyaman.
Kenapa sih terjadi hubungan toxic dalam pertemanan?
Pertemanan merupakan suatu kegiatan seseorang menjalin hubungan atau perilaku, kerja sama antar setiap individu dalam hidupnya. Hubungan toxic bisa terjadi karena mereka selalu membawa efek negatif dalam suatu kehidupan seseorang. Hal tersebut bisa terjadi karena ada oknum yang ingin memanfaatkan hubungan pertemanan yang mengkibatkan seseorang dirugikan. Hingga dalam pertemanan tidak memeberikan efek positif, bahkan ada yang benar-benar racun. Biasanya tujuan teman toxic membuat mental seseorang jatuh.
Dalam hubungan bagaimana sih kita mencari tahu atau membedakan pertemanan yang postif maupun yang negatif. Berikut ini tanda-tanda toxic dalam pertemanan.
1. Merendahkan
Jika dalam dunia pertemanan kamu ada selalu direndahkan, seperti terus-menerus merendahkan kamu hingga membuat kamu merasa sedih. Ini sudah terjadi pertemanan yang tidak sehat, maka mulailah kalian menghindari dari orang seperti itu.
2. Drama
Sekarang kita sudah banyak sekali mendengarkan kata drama dalam hubungan, apapun khususnya hubungan pertemanan. Ini salah satu contoh pertemanan toxic dalam menjalin hubungan pertemanan, sebaiknya berhati-hatilah dalam berbicara dan bertindak dengannya.
3. Bergosip
Kalian harus lebih berhati-hati jika dalam pertemana kalian jika selalu membicarakan orang lain, bahkan jika kalian tidak bersama mereka maka kalian lah yang akan menjadi topik perbincangan mereka.
4. Memanfaatkan
Membantu teman tidak ada salahnya dalam kehidupan seseorang, namun jangan sampai teman menjadi prioritas yang utama untuk kalian. Hal tersebut yang harus kalian hindari. Apalagi jika ia hanya mengunjungi anda ketika ia sedang membutuhkan bantuan saja, setelah itu ia meninggalkan kalian.
5. Membuat tidak nyaman
Menghabiskan waktu dengan teman seharusnya seseorang merasa senang. Namun jika dalam pertemanan yang toxic membuat seseorang menjadi tidak nyaman apalagi menunjukan sifat yang berubah-ubah dan tidak mudah ditebak itu menujukan orang tersebut adalah toxic friend.
Hal apa aja sih untuk mengatasi teman yang toxic?
Langkah pertama dalam menghindari pertemanan seperti itu adalah kalian harus bisa mengatakan tidak. Karena masih banyak orang yang takut untuk menolak permintaan seseorang, hingga akhirnya berdampak buruk untuk orang tersebut. Jika kalian mulai merasa berdampak buruk, maka kalian harus bisa menolak apa yang dia inginkan terhadap kalian. Selanjutnya hindari berbicara hal-hal pribadi dengannya ataupun sebaliknya.
Baca Juga
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Samsung Segera Kenalkan Galaxy S25 FE, Dibekali Prosesor Exynos 2400 dan CPU 10 Core
-
ARTSUB di Mata Pengunjung Pemula: Menggugah, Megah, tapi Juga Gerah
-
Vivo X Fold 5 Resmi Masuk Indonesia, HP Lipat dengan Durabilitas Tinggi serta Engsel Kuat dari Baja
-
Gaya Kasual Haneul KISS OF LIFE, 4 Look Minimalis yang Catchy Abis!
-
Gaya Streetwear ala Roh Yoon Seo: 4 Ide Mix and Match yang Bisa Kamu Tiru!
Terkini
-
Nyala Jiwa Ibu Berjilbab Pink: Elegi Perjuangan di Negeri yang Tengah Lebur
-
Affan Kurniawan: Hidup Tertindas, Gugur Dilindas, dan Perjuangan Tak Kandas
-
Eliano Reijnders Dikabarkan Mendekat, Persib Kian Disesaki Pemain Berlabel Timnas Indonesia
-
Kekerasan Aparat vs Janji Reformasi: Membaca Pesan di Balik Kematian Affan Kurniawan
-
Up All Nite oleh Crush Feat. Sumin: Habiskan Waktu Berdua Sepanjang Malam