Buat kamu yang ingin kuliah maupun bekerja di perantauan, penting sekali untuk lebih baik dalam memanajemen keuanganmu. Kalau tidak, maka sebelum akhir bulan uangmu hasil bekerja dan uang dari orangtua yang anaknya kuliah akan cepat habis.
Kalau tidak ada manajemen keuangan yang baik, maka akan berdampak buruk bagi kehidupanmu di perantauan. Kamu tidak akan bisa membutuhi kehidupanmu sampai akhir bulan karena uang telah habis. Karena itu, penting untuk mengelola keuangan yang baik ketika di perantauan.
Berikut 3 tips mengelola keuangan di perantauan.
1. Tidak membeli barang yang tidak perlu
Biasanya anak kos atau yang hidup di perantauan itu harus lebih hemat dalam keuangan. Tak perlu membeli barang atau kebutuhan yang tidak perlu agar biaya kehidupan sehari-hari sampai akhir bulan tercukupi. Penting sekali, gaya hidup hemat selama di perantauan diterapkan. Harus ada pemikiran untuk ke depan bagi kehidupan, bukan asal beli sana dan kesini sesuka hati.
2. Belanja dan memasak sendiri
Kedua yang penting juga adalah belanja dan memasak sendiri. Hal ini sangat penting sekali diketahui setiap orang karena belanja sendiri dan memasak sendiri jauh lebih hemat ketimbang harus membeli makanan di warung. Harga makanan di warung jauh lebih besar dibandingkan kita belanja dan memasak sendiri.
Misalnya, kita membeli makanan dari warung setiap hari selama seminggu dan habis sekitar Rp 100 ribu maka uang Rp 100 ribu tersebut akan mampu mencukupi makanan selama seminggu sampai dua minggu jikalau kita belanja dan memasak sendiri. Bukan itu saja, memasak sendiri tentu lebih nikmat dan sehat. Coba saja tips tersebut.
3. Jarang nongkrong
Banyak anak yang kos dan hidup di perantauan itu jarang atau tidak sering nongkrong. Apalagi yang masih di bangku perkuliahan. Kalau sering nongkrong maka dana yang keluar jauh lebih besar. Karena itu, anak yang hidup di perantauan harus bisa memanajemen keuanganmu dengan baik. Tak perlu sering-sering nongkrong bareng teman karena itu membuat hidup lebih boros.
Tiga tips tersebut dapat diterapkan oleh setiap orang yang akan hidup di perantauan dan kos. Tentu saja itu akan bermanfaat buat kita. Sekian.
Baca Juga
-
Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming
-
Solusi Cerdas Kelola Sampah Organik: Ubah Sisa Dapur Menjadi Pakan Ternak Berprotein
-
Udaranya Sudah di Tingkat Berbahaya, Korban ISPA di Kalimantan Tembus Ratusan Ribu Jiwa
-
Bencana dari Hal Sepele: Bahaya Buang Puntung Rokok Sembarangan di Musim Kemarau
-
Bukan Sekadar Menunggu: Pentingnya Doa dan Usaha Nyata dalam Menjemput Jodoh
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan
-
4 Brightening Cleanser Buat Remaja Lawan Kusam setelah Beraktivitas Outdoor
-
HONOR Pad V9 Resmi Hadir: Tablet Tipis dengan Layar 144Hz dan Baterai Jumbo 10.100 mAh
-
Bebas Kilap! 4 Physical Sunscreen Silica untuk Kontrol Sebum Kulit Sensitif
-
HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas
Terkini
-
Sekiro: No Defeat Hadirkan Format Anime TV 8 Episode, Tayang Januari 2027
-
Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?: Ikatan Kuat, tapi Cerita Cuma Main Aman
-
Karena Aku Perempuan: Empat Wajah Cinta yang Tak Pernah Sederhana
-
Ulasan Novel 28: Ketika Wabah Mematikan Membuka Sisi Gelap Manusia
-
Banyak Ulasan Negatif, Ji Chang Wook Mengaku Tak Malu Bintangi The Scandal