Tidak dapat dipungkiri bahwa ada rasa bangga tersendiri ketika kamu kerap didekati orang-orang, baik itu orang sekitar ataupun orang yang baru dikenal. Tentu saja hal itu bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri. Namun bagaimana jika kamu merasa sepertinya pria enggan mendekati dirimu.
Kalau kamu sedang merasa hal seperti ini, sebaiknya jangan berpikir buruk dulu. Jarang didekati oleh pria bukan berarti kamu tak menarik atau memiliki kepribadian buruk. Bisa jadi hal-hal baik pada dirimulah yang membuat pria jadi ragu untuk mendekatimu.
Berikut 4 hal yang membuat pria ragu mendekatimu:
1. Kamu Terlalu Asyik dengan Duniamu Sendiri
Hal pertama yang mungkin menjadi penyebab mengapa pria ragu mendekatimu ialah jika selama ini kamu terlalu asyik dengan duniamu sendiri. Entah itu asyik dengan ambisi dalam mengejar prestasi atau bahkan sibuk mengembangkan karier. Kamu fokus pada apa yang kamu tekuni.
Tentu hal ini bukan sesuatu yang salah. Namun, saat melihat kamu sibuk dan begitu asyik dengan dunianya, bisa saja timbul perasaan segan untuk mendekati. Pria mungkin ragu mendekatimu, karena tidak mau dirinya menjadi pengganggu.
2. Pribadimu Selalu Terlihat Tegas di Mata Pria
Selanjutnya, pria ragu mendekatimu mungkin karena pribadimu yang tampak tegas di matanya. Mungkin kamu dapat terlihat seperti itu saat presentasi serta memimpin rapat, atau juga saat menyelesaikan masalah dengan tegas. Intinya, ketegasanmu itu membuat pria yang ingin mendekati jadi ragu-ragu.
3. Kamu Terlalu Independen
Menjadi wanita yang independen memang bagus untuk hidup, karena kamu jadi tidak bergantung pada orang lain. Di lain sisi jika terlalu independen, bisa-bisa hal itulah yang membuat pria ragu mendekatimu.
Ketika kamu benar-benar mandiri dan bisa mengandalkan diri sendiri dalam berbagai hal, maka tidak ada celah bagi pria untuk cari perhatian alias caper kepadamu. Sebab kamu yang terlalu independen membuat pria jadi minder duluan. Sikapmu yang mandiri membuat dirimu seakan-akan tidak butuh pria dalam hidupmu.
4. Kamu Terlalu Menarik dan Sempurna di Mata Pria
Terakhir, jarang didekati bukan berarti dirimu tidak menarik. Justru karena saking menariknya jadi membuat pria ragu untuk mendekatimu. Sebab kamu terlalu sempurna dan menarik sampai pria jadi minder duluan. Pria merasa tidak pantas dan tidak layak untuk dekat denganmu, meskipun sebenarnya kamu sendiri tidak berpikiran seperti itu.
Itulah empat hal yang membuat pria ragu mendekatimu. Jadi, jangan berpikiran bahwa dirimu tidak menarik. Justru karena kamu terlalu menarik jadi membuat pria minder duluan sebelum mendekati. Semoga bermanfaat!
Baca Juga
-
4 Alasan Memberi Mantan Kesempatan Kedua Tidak Selamanya Berakhir Indah
-
4 Hal yang Akan Dirasakan oleh Pasangan Jika Beda Status Sosial, Kamu Salah Satunya?
-
4 Alasan Pentingnya Saling Menjadi Pendengar yang Baik bagi Pasangan
-
4 Tanda Kamu Hanya Menjadi 'Badut' dalam Hubungan Asmara, Segera Cek!
-
4 Kesalahan Orang Tua yang Membuat Anak Tidak Percaya diri
Artikel Terkait
-
Seorang Pria Paruh Baya Diciduk Polisi Usai Lalukan Rudapaksa Terhadap Anak SMP
-
10 Brand Fashion Wanita Lokal Populer yang Bikin Gaya Makin Kece!
-
Verrell Bramasta Pernah Blak-blakan Suka Tipe Wanita Chindo, Fuji Tak Masuk Kriteria?
-
Viral Cara Wanita Hindari Pertanyaan 'Kapan Kawin' Saat Lebaran, yang Tanya Kena Mental
-
8 Startup Kosmetik Lokal yang Dimiliki Wanita, Kualitasnya Tak Kalah dari Brand Luar
Lifestyle
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
Terkini
-
Lee Shin Young Akan Bergabung dalam Drama 'The Moon Flows Over the River'
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat