Kumpulan Budak Setan bukanlah sekadar buku horor biasa. Antologi ini merupakan proyek ambisius sekaligus bentuk penghormatan dari tiga penulis garda depan Indonesia, Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad,kepada sang maestro horor legendaris, Abdullah Harahap.
Berisi dua belas cerita pendek, buku ini mengeksplorasi tema-tema klasik mulai dari dendam kesumat, seksualitas, arwah penasaran, hingga transformasi manusia yang ganjil. Membaca karya ini seolah membawa kita masuk ke dalam labirin mitos masyarakat yang dikemas dengan estetika sastra yang segar.
Menjelajahi Dua Belas Lorong Gelap
Setiap penulis membawa "kegilaan" tersendiri ke dalam empat cerpen mereka, menciptakan pengalaman membaca yang beragam:
Dunia Eka Kurniawan: Eka bermain-main dengan takhayul dan benda supranatural. Dalam Taman Patah Hati, pembaca diajak menelusuri sejauh mana seseorang bisa terobsesi pada takhayul, bahkan hingga ke Jepang. Sementara itu, Jimat Sero menyajikan ending yang luar biasa tak terduga, sanggup membuat siapa pun tertegun dan mengakui kejeniusan alurnya.
Sentuhan Intan Paramaditha: Intan tetap konsisten membedah sisi kelam perempuan. Cerpen Pintu memberikan kejutan yang benar-benar tak terduga. Namun, juaranya adalah Si Manis dan Lelaki Ketujuh. Sejak prolog, rasa penasaran pembaca sudah dipantik. Alur ceritanya begitu unik, aneh, dan impresif hingga mungkin akan membuat Anda berdecak kagum saking terkesannya.
Kengerian Ugoran Prasad: Jika Anda mencari horor yang "panas" dan liar, Ugoran adalah masternya. Hantu Nancy menyajikan deskripsi pembantaian yang brutal dan mencekam. Namun, Topeng Darah melangkah lebih jauh; gambaran kekerasannya terasa begitu nyata dan ekstrem, menjadikannya cerpen paling "berdarah" dalam antologi ini.
Kelebihan
Buku ini membuktikan bahwa horor sejati tidak selalu bersandar pada penampakan hantu yang mengejutkan (jumpscare). Kengerian bisa lahir dari benda bertuah, obsesi cinta yang patologis seperti dalam Hidung Iblis, hingga sisi gelap manusia yang paling purba. Lihat saja karakter Cik Juli dalam cerpen Apel dan Pisau; ia menunjukkan bahwa tindakan manusia yang tak terduga jauh lebih menakutkan daripada sekadar suara langkah kaki di tengah malam.
Kekurangan
Secara teknis, meski ditemukan beberapa kesalahan ketik (typo) di beberapa bagian, hal tersebut tidak merusak kenikmatan membaca. Imajinasi para penulis berhasil membangun atmosfer yang kuat, membuat pembaca seolah hadir dan ikut mencium aroma kengerian yang dialami para tokohnya.
Kumpulan Budak Setan adalah bacaan yang seru, liar, dan memuaskan. Buku ini berhasil mendefinisikan ulang makna horor klasik menjadi kemasan yang lebih modern dan berbobot. Sangat direkomendasikan bagi Anda yang menyukai cerita penuh kejutan dan ingin merasakan sensasi horor yang tidak hanya menakut-nakuti, tapi juga mengusik nalar. Bersiaplah untuk terheran-heran dan terpuaskan oleh setiap belokan ceritanya!
Identitas Buku:
- Judul: Kumpulan Budak Setan
- Penulis: Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad
- Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
- Cetakan kedua: Agustus 2016
- Bahasa: Indonesia
- ISBN: 978-602-03-3364-9
- Tebal: 174 halaman
Baca Juga
-
Ketika Menjadi Manusia Terasa Begitu Melelahkan, Review Novel 'Ningen Shikkaku' Osamu Dazai
-
Kerumunan Terakhir: Ketika Harga Diri Runtuh di Hadapan Penghakiman Netizen
-
Novel Babel: Menggugat Akar Kolonialisme Lewat Menara Terjemahan
-
Novel Tuhan Maha Romantis: Saat Cinta Pertama Menguji Keteguhan Komitmen
-
Perempuan, Perlawanan, dan Palestina: Memahami Leila Khaled Lewat Biografi Karya Sarah Irving
Artikel Terkait
-
Jejak Sejarah di Pasar Timurid dan Laut Arab dalam Novel Samiam 2
-
Dilema Seorang Penulis: Antara Idealisme Bahasa dan Target Pasar
-
Ketika Menjadi Manusia Terasa Begitu Melelahkan, Review Novel 'Ningen Shikkaku' Osamu Dazai
-
Belajar Menghargai yang Sudah Ada di Novel Act of (Zero) Money
-
4 Film Kuasai Box Office Indonesia Pekan Ini, Era Horor Berakhir?
Ulasan
-
Jejak Sejarah di Pasar Timurid dan Laut Arab dalam Novel Samiam 2
-
Film Whistle: Horor yang Sangat Kreatif, Unik, dan Juga Menghibur
-
Belajar Menghargai yang Sudah Ada di Novel Act of (Zero) Money
-
Ketika Menjadi Manusia Terasa Begitu Melelahkan, Review Novel 'Ningen Shikkaku' Osamu Dazai
-
Belajar Adaptasi dan Profesionalitas dari Novel Dirty Play Karya Ghyna Amanda
Terkini
-
7 Animasi Nuansa Tiongkok yang Wajib Masuk Watchlist, Seru dan Penuh Makna!
-
Kemenag Umumkan Jadwal Sidang Isbat 2026, Ini Jadwal Lengkapnya!
-
4 Rekomendasi Toner Beras untuk Glowing, Harga Pelajar Mulai Rp20 Ribuan
-
Obat Rindu! 3 Fakta Menarik Manhwa One-Shot Terbaru Solo Leveling: Origin
-
Bukan Cuma Takjil! 5 Ide Bisnis Ramadan Anti-Mainstream Buat Anak Sekolah