Mendidik anak tentu saja tugas yang harus diemban oleh kedua orang tua, namun pendidikan adalah tanggung jawab utama seorang ibu, karena ibulah yang memiliki waktu banyak bersama anak-anak di rumah, dan agama pun menganjurkan demikian.
Ibu yang merupakan sekolah pertama bagi seorang anak dimulai semenjak sang bayi dalam kandungan. Sesuatu yang ibu perdengarkan atau bacakan kepada bayi dalam kandungan, maka hal tersebut akan didengar pula oleh sang bayi.
Berikut lima tips mendidik anak secara islami sesuai ajaran Rasulullah:
1. Menasihati sesuai tingkat usia
Rasulullah pernah melakukan sebuah perjalanan bersama Abdullah bin Abbas, ketika mereka berada di kendaraan yang sama, saat itu Rasulullah mengajarkan kepadanya beberapa pelajaran sesuai dengan jenjang usia dan kemampuan daya pikiran Abdullah bin Abbas melalui dialog ringkas, langsung dan mudah.
2. Gunakan panggilan dan ucapan yang lembut
Jangan sepelekan panggilan-panggilan sederhana kepada anak, karena Rasulullah memanggil putra beliau dengan panggilan yang paling lembut. Adakalanya beliau memanggil dengan sebutan "anakku."
Setiap anak bahkan orang dewasa pun senang dan lebih berkesan ketika dipanggil dengan panggilan yang mereka sukai seperti julukan, gelar, dan predikat yang baik. Jadi, janganlah sekali-kali memanggil anak dengan sebutan "pesek, gembrot, lelet, gundul, kribo, dan sebagainya."
3. Jangan terlalu banyak melarang
Barangkali tidak banyak yang tahu bahwa Abu Umair bin Abu Thalhah menyenangi burung pipit sebagai mainannya, dan Aisyah mempunyai boneka perempuan sebagai mainannya. Jangan melarang anak untuk memenuhi kebutuhan bermain mereka, karena ketika anak hanya disuruh belajar terus menerus akan membuat pikiran mereka jenuh dan akibatnya memadamkan kecerdasannya, dan akhirnya anak akan kehilangan kebahagiaan pada masa kecilnya.
4. Jangan membubarkan anak yang sedang asyik bermain
Permainan dan bermain adalah penting bagi pertumbuhan mental dan fisik anak. Permainan mereka perlukan sebagaimana orang dewasa memerlukan pekerjaan. Pikirkanlah dahulu jika ingin membubarkan mereka saat bermain. Dan jika untuk memberi peringatan bahwa waktu bermain tidak tepat atau bermain itu membahayakan pada dirinya, lakukanlah dengan penuh bijaksana.
5. Jangan mencela anak
Anas mengatakan, "Aku melayani Rasulullah selama 10 tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah mengatakan 'ah', tidak pernah menanyakan 'mengapa engkau lakukan itu?' Dan tidak pula mengatakan 'mengapa engkau tidak melakukan itu?'" (HR. Muttafaq Alaih).
Imam Al-Ghazali juga mengatakan dalam kitab Ihya Ulumuddin bahwa jangan terlalu banyak mengarahkan anak dengan celaan, karena yang bersangkutan akan menjadi terbiasa dengan celaan. Dengan celaan anak akan bertambah berani melakukan keburukan dan nasihat pun tidak akan memengaruhi hatinya lagi.
Untuk itu, jangan sekali-kali mencela, kecuali jika itu diperlukan.
Demikianlah tips mendidik anak secara islami sesuai ajaran Rasulullah. Semoga bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga
-
Xiaomi Luncurkan Mesin Cuci Pintar 2026: Fitur Canggih Harga Terjangkau
-
Spesifikasi Honor X80i Bocor di TENAA: Baterai 7000mAh dan RAM hingga 16GB
-
4 Rekomendasi HP Snapdragon Murah Maret 2026: Performa Stabil Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Motorola Edge 70 Fusion Rilis: Bawa Chip Snapdragon 7s dan Kamera Sony 50MP
-
5 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Pilihan Terjangkau 2026 dengan Performa Tahan Lama
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Xiaomi Luncurkan Mesin Cuci Pintar 2026: Fitur Canggih Harga Terjangkau
-
Wajah Auto Cerah Sebelum Lebaran Idulfitri! 4 Serum Terbaik Pudarkan PIH
-
Spesifikasi Honor X80i Bocor di TENAA: Baterai 7000mAh dan RAM hingga 16GB
-
Gaya Kemeja ala Jennie BLACKPINK: Dari Gaya "Bangun Tidur" Jadi Effortless Chic
-
Mudik Lebih Nyaman! Ini 5 Aplikasi Rental Mobil yang Bisa Dicoba
Terkini
-
Lapar Mata saat Berbuka: Kenapa Makanan Terlihat Lebih Menggoda saat Puasa?
-
Anak Tantrum Karena Roblox Diblokir? Ini Strategi Agar Orang Tua Hadapi Krisis Digital Anak
-
Sinopsis Tiba-Tiba Setan: Berburu Harta di Hotel Angker Berujung Teror!
-
Kenakalan Miss Keriting, si Guru Matematika di Novel Selena Karya Tere Liye
-
Tinggalkan ENHYPEN, Heeseung Pamitan pada ENGENE Lewat Surat Menyentuh