Tetangga merupakan keluarga terdekat kita. Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa tetangga bukan sekadar orang yang tinggal di rumah yang berdekatan dengan kita. Lebih jauh lagi, hubungan bertetangga penting untuk dijaga dengan baik, karena mereka hidup berdampingan dengan kita setiap harinya. Selain itu, jika sesuatu terjadi, tetangga akan menjadi orang pertama yang dimintai pertolongan. Tak sedikit pula cerita mengenai tetangga yang saling mendukung dan menyayangi layaknya sahabat dan saudara sendiri.
Namun, di antara sekian banyak tetangga yang memiliki hubungan baik dengan kita, mungkin ada tetangga yang suka berbuat usil. Wajar tentunya jika kita merasa tidak nyaman, kesal dan kebingungan menghadapinya, terlebih jika kita sudah berusaha bersikap baik dan tidak pernah dengan sengaja melakukan atau mengatakan sesuatu yang bermaksud untuk mengganggu atau menyakitinya. Namun, saat tetangga suka berbuat usil, tanpa kita sadari, mungkin ia tengah mengalami hal-hal berikut ini:
1. Kesepian atau mencari perhatian
Keusilan tetangga mungkin menjadi salah satu caranya untuk menepis rasa kesepian atau tengah mencari perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Tak dapat disangkal bahwa ada beberapa orang yang memiliki kecenderungan untuk berbuat kesalahan dengan sengaja supaya mendapat teguran, karena dengan begitu, mereka jadi merasa diperhatikan.
Ada pula orang-orang yang tidak memahami bagaimana cara yang tepat untuk menangani rasa kesepian mereka. Alhasil, mereka mencari perhatian dengan cara yang salah, yakni dengan berbuat usil kepada tetangga.
2. Ingin melampiaskan emosi
Ada tetangga yang suka berbuat usil, karena sebenarnya ia sedang merasa kesal tentang sesuatu, merasa marah kepada seseorang yang bukan kita, atau memiliki masalah dalam keluarganya, tapi ia tidak bisa melampiaskan emosinya.
Akibatnya, ia berbuat usil kepada tetangga untuk memancing amarah orang lain dan mendapatkan lawan untuk bertengkar, agar amarah yang ia pendam dapat ia lampiaskan, meski bukan pada orang yang dituju.
3. Merasa iri atau tidak bahagia
Jika ada tetangga yang usil, mungkin hal itu dilakukannya karena ia sibuk memikirkan kehidupan orang lain. Ia mungkin membandingkan hidup kita dengan hidupnya sendiri dan di matanya, kita tampak begitu bahagia, tak punya masalah dan memiliki semua yang ia inginkan, sehingga ia merasa hidupnya begitu kurang dan timbullah rasa iri dalam dirinya.
Akibatnya, muncul pemikiran dalam benaknya untuk berbuat usil, agar kita juga jadi merasa kesal sepanjang waktu dan tidak bahagia seperti dirinya.
4. Ingin kita tidak betah
Kita memang tidak bisa berharap semua orang akan menyukai kita. Beberapa orang mungkin tidak berkenan dengan kehadiran kita karena alasan tertentu. Salah satunya mungkin tetangga kita. Karena itu, ia melakukan segala upaya untuk membuat kita merasa tidak betah di rumah kita sendiri.
Tetangga yang suka berbuat usil memang cukup menyulitkan dan seringkali membuat kita berada dalam posisi serba salah. Dibutuhkan banyak kesabaran untuk menghadapinya. Karenanya, kita harus terus berusaha untuk menjadi tetangga yang baik. Jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang membuat tetangga kita tak nyaman tinggal berdekatan.
Baca Juga
-
Wajib Tahu! Ini 3 Alasan Pentingnya Riset bagi Penulis
-
Selamat! Go Ayano dan Yui Sakuma Umumkan Pernikahan Mereka
-
Selamat! Keita Machida Resmi Menikah dengan Aktris Korea-Jepang Hyunri
-
4 Manfaat Membuat Kerangka Karangan dalam Kegiatan Menulis
-
NiziU Nyanyikan Lagu Tema Film Animasi 'Doraemon: Nobita's Sky Utopia'
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Cari Laptop Rp5 Jutaan? Infinix XBOOK B15 Punya Banyak Kejutan dan Layak Dilirik
-
Bebas Kusam! Ini 5 Body Serum Efek Tone Up untuk Tampilan Kulit Cerah
-
Bye Bekas Jerawat! 4 Night Cream Arbutin Wajah Auto Glowing di Pagi Hari
-
Wajah Auto Mulus! 5 Dark Spot Correcting Serum Ampuh Samarkan Noda Hitam
Terkini
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan