Hadirnya bulan Ramadan telah mengajarkan kita agar bisa meningkatkan kualitas diri dengan memperbanyak amal saleh, mengingat ramadan bulan mulia dan pahala pun bisa dilipatgandakan. Ramadan mewajibkan bagi setiap muslim untuk berpuasa, lalu disunnahkan juga untuk melakukan amalan religius lainnya, seperti membaca alquran, melakukan shalat sunnah, dan amalan-amalan religius yang lain.
Selain meningkatkan dan memperbanyak amalan religius di bulan Ramadan, bulan Ramadan juga potensi besar untuk membangun kebiasaan-kebiasaan kecil sehingga dapat terus dilanjutkan pada bulan-bulan yang lain. Berhubung Ramadan dapat menjadi momentum agar terus melakukan pengulangan secara konsisten.
Mengapa harus bulan Ramadan membangun kebiasaan-kebiasaan kecil itu? Mengingat bulan Ramadan akan lebih banyak waktu kosongnya ketimbang dengan bulan yang lain. Misalnya membangun kebiasaan saat selesai shalat Subuh, saat selesai shalat Dzuhur, saat sedang ngabuburit, ataupun saat selesai salat tarawih.
Oleh karena itu, berikut 5 kebiasaan kecil yang dapat dibangun di bulan Ramadan, meskipun masih ada yang belum sempat saya sebutkan melalui tulisan ini.
1. Mengatur pola makan
Berpuasa memang mengajarkan kita untuk bisa mengatur pola makan, dalam 12 bulan maka satu bulan penuh telah mengajarkan kita untuk menjaga ritme asupan makanan yang akan masuk di perut. Saat berpuasa jelas pola makan akan teratur, antara saat berbuka sampai saat sahur.
Dengan begitu tubuh pun akan lebih teratur mencerna makanan dan potensi besar dapat menjadi kebiasaan mengatur pola makanan saat di bulan lain.
2. Menulis dan membaca
Adanya waktu kosong lebih banyak di bulan ramadan ketimbang dengan bulan-bulan lain. Makanya tidak heran melalui bulan Ramadan ini dapat dimanfaatkan untuk membaca dan menulis. Waktunya bisa saat selesai salat subuh dengan membaca atau menulis, tergantung kita pilihannya yang mana.
Misalnya ketika selesai shalat subuh, kita bisa merutinkan menulis minimal satu jam, lalu hasil tulisan itu di-upload di media online ataupun blog pribadi. Maka dengan begitu, tanpa dirasa pun tulisan bisa banyak, tetapi dengan catatan penting untuk rutin melakukan secara berulang.
Begitu juga dengan membaca berpotensi besar untuk dibangun saat bulan Ramadan, misalnya saat ngabuburit kita bisa maksimalkan untuk membaca buku minimal 5-10 lembar. Maka tidak menutup kemungkinan buku yang kita baca pun akan tamat saat lebaran tiba. Intinya adalah perlu pengulangan secara terus-menerus, ketika itu sudah bisa dilakukan saya pikir akan terbangun kebiasaan membaca dan menulisnya.
3. Berolahraga
Kebiasaan berolahraga juga amat penting dilakukan saat pagi hari demi menghindari tidur usai salat Subuh. Misalnya berolahraga minimal 2 menit di pagi hari, ketika ini rutin dilakukan tentu dapat menjaga rutinitas olahraga pagi, apabila sudah rutin tentu tidak menutup kemungkinan akan menambah lagi frekuensi olahraganya.
Sebenarnya bukan hanya di waktu pagi bisa dimanfaatkan untuk berolahraga, tetapi bisa juga diwaktu lain sesuai dengan kemauan yang memang baik untuk kesehatan, tetapi dengan catatan perlu rutin melakukanya.
4. Menekuni skill
Kalau yang ini tergantung dari minat dan skill yang kita punya, misalnya skill kita suka bidang designer, photograper, copywriter, atau bahkan bidang minat yang lain. Sekarang makin ke sini wadah mengasah skill makin banyak diluncurkan info-infonya di media sosial, semua itu bisa kita ikuti yang penting sesuai dengan minat. Menekuni skill ini bisa menjadi dasar untuk membangun dan membiasakannya pada bulan-bulan yang lain.
5. Berbagi
Mengawali momentum ramadan dengan kebiasaan berbagi mesti diupayakan bisa berlanjut. Memang budaya berbagi saat bulan ramadan lebih mudah digunakan karena dapat menambah nilai pahala berlipat ganda. Akan tetapi, ketika itu bisa terus dilakukan maka tidak menutup kemungkinan dapat menjadi suatu budaya yang sudah menjadi hal biasa untuk dikerjakan.
Oleh karena itu, di bulan Ramadan kali ini potensi emas bagi kita untuk membangun kebiasaan kecil yang telah disebutkan di atas. Ketika kebiasaan itu mampu diawali dilakukan pada bulan ramadan ini, maka bulan lain pun bisa memudahkan kita juga melakukannya karena sudah ada dasar. Kira-kira sahabat pembaca apakah sudah siap melakukan kebiasaan itu?
Baca Juga
-
Medsos dan Seni Menjadi Domba di Tengah Perang Algoritma
-
Mengembalikan Akal Sehat di Meja Keputusan Pelayanan Publik
-
Politisi Baperan: Dikit-dikit Somasi, Lama-lama Lupa Cara Diskusi
-
Mengapa Kampus Lebih Sibuk Kejar Akreditasi daripada Jaga Nyawa Mahasiswa?
-
Gen Z, Kopi, dan Mundurnya Alkohol dari Panggung Pergaulan
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Tanpa Keramas! 5 Dry Shampoo Ini Bikin Rambut Segar dalam Sekejap
-
Oppo Find N6 Resmi Meluncur: Foldable Super Tipis dengan Kamera 200MP dan Baterai 6000mAh
-
7 Minuman Segar Pengganti Sirup untuk Lebaran, Anti Bosan dan Lebih Sehat!
-
Duel Tablet Rp5 Jutaan: Xiaomi Pad 8 dan OnePlus Pad Go 2, Mana Lebih Worth It?
-
5 Promo Kuliner Lebaran 2026 yang Bikin Hemat, Cocok Buat Kumpul Bareng!
Terkini
-
Baju Baru yang Disimpan di Langit Hati
-
Sinopsis Assi, Film India yang Dibintangi Taapse Pannu dan Kani Kusruti
-
Review Doubt: Misi Profiler Kawakan Misi Mencari Kebenaran atau Misi Menutupi Aib?
-
3 Drama Korea dengan Kisah Pacar Virtual, Ada Boyfriend on Demand
-
Membaca Novel ILY: Saat Petualangan Berubah Jadi Pilihan yang Menyakitkan