Mungkin semenjak masih kecil kita kerap kali memanggil teman dengan sebutan yang kadang tidak baik untuk didengar, misalnya saja body shaming atau terkesan rasis. Secara tidak langsung kebiasaan tersebut menjadi hal yang wajar. Meskipun sudah dewasa sekalipun, jangan sampai kebiasaan melabeli seseorang dengan panggilan yang tidak baik belum diperbaiki. Bagaimanapun juga, kalau tindakan seperti itu terus kamu lakukan yang ada orang lain bisa sakit hati kepadamu. Oleh karena itu, berikut empat penyebab kenapa kamu suka melabeli orang lain.
1. closed minded
Jika sudah dewasa, sudah sepantasnya perilaku suka melabeli orang lain harus segera ditinggalkan. Hal tersebut karena kita perlu berpikir dampak buruknya terhadap perasaan orang lain juga.
Kalau ternyata kamu masih melabeli orang lain dengan panggilan yang tidak baik, itu disebabkan karena kamu masih closed minded. Pada dasarnya, suka melabeli orang lain menjadi tanda bahwa kamu belum berpikiran terbuka dengan adanya banyak perbedaan orang-orang di dunia ini.
2. Cara untuk menutupi kekurangan dalam dirinya
Ketika seseorang suka melabeli orang lain dengan panggilan yang tidak baik, itu sebenarnya cara yang dia lakukan agar menutupi kekurangan dalam dirinya sendiri. Dengan dia bisa merendahkan orang lain, ingin menunjukkan kepada banyak orang bahwa dirinyalah yang lebih sempurna.
Padahal, itu merupakan cara yang tidak bijak dilakukan. Jika sampai saat ini kamu suka melakukan hal tersebut, tentunya orang-orang di sekitarmu justru risih dekat denganmu.
3. Tidak berpikir panjang ketika berbicara
Karena sudah menjadi kebiasaan, perilaku melabeli orang lain menjadi hal yang spontan untuk dilakukan. JIka ternyata kamu sadar selama ini berada di tahap ini, justru kamu jadi tidak berpikir panjang tentang apa yang kamu ucapkan kepada orang lain.
Mungkin beranggapan hanya untuk sekedar bercanda, alhasil dengan mudahnya berani melebeli orang lain sesuka hatimu. Walau orang tersebut hanya membalasnya dengan tertawa, tapi kita tidak pernah tahu bagaimana isi hatinya yang sesungguhnya.
4. Kurang memiliki rasa empati serta peduli
Ketika melabeli fisik orang lain untuk dipakai sebagai bahan bercandaan, itu merupakan tanda bahwa kita masih kurang rasa empati dan peduli. Sebab, tidak memikirkan apa yang akan dia rasakan ketika kondisi fisiknya dijadikan sebagai candaan.
Maka dari itu, orang yang suka melabeli orang lain cenderung memiliki teman yang sedikit. Bagaimanapun juga, tentu orang-orang akan kesal jika diperlakukan seperti itu.
Itulah empat penyebab kenapa kamu suka melabeli orang lain. Kita semua harus bisa menjaga lisan, walaupun hanya ingin dijadikan bahan bercanda dengan cara melabeli orang lain. Jangan sampai apa yang kita utarakan kepada orang lain justru membuatnya jadi tersinggung. Kalau sudah seperti itu, jangan heran bisa merusak hubungan baikmu dengan orang lain.
Tag
Baca Juga
-
3 Alasan Orang Selingkuh dalam Hubungan yang Perlu Kamu Ketahui
-
5 Cara Bijak untuk Menerima Fakta Bahwa Cinta Tak Selalu Berbalas
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Punya Pacar yang Romantis!
-
5 Hal Buruk Jika Terlalu Bersikap Baik dengan Pasangan
-
4 Kesulitan yang Suka Dialami oleh para Pegawai Kontrak, Pernah Merasakan?
Artikel Terkait
-
Kronologi Ika Natassa Dihina Mandul oleh Oknum ASN Lampung Barat, Bupati Turun Tangan
-
Harga Emas 'Menggila', Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Mengapa Rezeki Bisa Seret? Ini Penyebabnya dalam Islam
-
Ritual Leluhur Berujung Tragis: Pria Ini Diduga Picu Kebakaran Hutan Terburuk dalam Sejarah Korsel
-
Jangan Sampai Ban Pecah Saat Mudik! Simak Tips Penting Ini
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Membedah Perjuangan Politik Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan Bangsa
-
Review Film A Minecraft Movie: Petualangan Konyol dan Penuh Imajinasi
-
Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI
-
Review Article 370: Film Thriller yang Bikin Kamu Nggak Mau Berkedip!