Memiliki teman lawan jenis yang dekat dan dianggap sebagai seorang pacar, sering membuat beberapa di antara kita gelap mata. Istilahnya, kita mudah sekali melupakan sekitar hanya karena terus menghabiskan waktu dan sibuk memperhatikan pacar.
Banyak orang di depan mata seringkali menjadi tidak terlihat, karena sibuk menemani orang lain meskipun sekadar melalui pesan semata. Ya, namanya saja jatuh cinta.
Kalau berbicara mengenai kemakluman, tentu maklum saja. Apalagi saya sendiri yang juga sudah mengalami fase jatuh cinta ini. Namun, akan lebih baik jika kita saling bertukar cerita tentang hal yang sering dilupakan banyak orang ketika mereka mulai jatuh cinta, sehingga bisa menjadi pembelajaran untuk orang lain sehingga lebih bisa mengontrol perasaannya.
Berikut ini beberapa hal yang mudah sekali untuk dilupakan ketika seseorang jatuh cinta atau memiliki pacar.
1. Orang tua
Seberapa sering kamu memperhatikan pacar, dan bandingkan dengan perhatianmu kepada orang tua. Pacar yang merupakan orang baru dan mencoba meluluhkan hatimu dengan memberi sedikit perhatian, sudah bisa membuatmu memujanya setiap waktu. Lantas, kepada orang tua, seberapa sering kita memberi pujian?
Banyak sekali hal yang mudah kita lupakan dari orang tua ketika sedang jatuh cinta. Bahkan, sering kali kita berusaha untuk menjadi pacar yang baik, lemah lembut, selalu ada, dan mengusahakan segala hal demi pacar merasa bahagia tanpa memikirkan kebahagiaan orang tua. Ya, lagi-lagi, maklum saja namanya sedang jatuh cinta.
Untuk kamu yang sedang jatuh cinta, tidak mengapa untuk menikmati masa muda. Tapi jangan lupakan apalagi mengesampingkan orang tua. Kebahagiaanmu tidak lepas dari doanya. Ketika kamu sedih dan tidak memiliki tempat, hanya orang tua yang mau mengulurkan tangan dan menerima. Sebelum terlambat, berbaktilah kepada orang tua.
2. Sahabat
Pernah tidak kita merasa kehilangan dengan seorang sahabat yang mulanya begitu dekat, namun menjadi berjarak ketika si dia sudah memiliki pacar. Atau sebaliknya, kita merasa kehilangan seorang sahabat hanya karena kita memutuskan untuk berpacaran.
Memiliki seorang sahabat yang baik adalah pemberian Tuhan yang entah bisa datang dua kali atau tidak. Sering kali seseorang merasa begitu kehilangan sahabatnya, namun sudah terlanjur tidak bisa untuk memperbaiki hubungannya seperti semula.
Jadi, jika kamu kini memiliki seorang sahabat dekat, yang bahkan tetap mau menerimamu meskipun kamu sekadar datang ketika kesepian, syukuri dan jaga persahabatanmu dengannya. Karena sekalinya dia pergi dan memutuskan hubungan denganmu, mustahil untuk menjalin hubungan dengannya seperti kini maupun dulu.
3. Diri sendiri
Jatuh cinta seringkali membuat seseorang fokus kepada mencintai orang lain. Sampai-sampai melupakan dirinya sendiri juga butuh mencintai diri sendiri.
Sering kita temui seseorang yang mengabaikan kesehatannya dan lebih memprioritaskan kesehatan pacarnya. Seseorang yang rela menahan sakit, sedih, dan berkorban dalam beberapa hal, hanya karena ingin melihat pacarnya merasa bahagia.
Please. Selalu ingat dan prioritaskan diri sendiri. Menularkan kebahagiaan kepada orang lain adalah hal yang sah-sah saja untuk dilakukan, hak semua orang. Tapi, jangan mengesampingkan cinta pada diri sendiri, apalagi terkait dengan kesehatan.
4. Impian
Tidak jarang, seseorang kehilangan mimpinya karena ada cinta di depan mata. Kita terlalu sibuk menjalani hubungan yang tidak jelas arah, menjadi budak cinta, dan sibuk untuk hal-hal yang tidak berguna.
Belajar, impian, dan harapan yang sejak kecil kita tanamkan dalam hati, rusak hanya karena kedatangan satu orang.
Memiliki seorang pacar, tidak membuat hidupmu berhenti. Hidupmu akan terus berjalan. Setiap orang berusaha meng-upgrade dirinya menjadi versi terbaik sesuai dengan perkembangan zaman, mereka belajar mati-matian, berlomba-lomba dalam bekerja, dan mengasah otak mereka dengan begitu baik agar mampu menjalani hidup seiring zamannya. Bagaimana denganmu? Apa yang sedang kamu lakukan?
Tidak heran, kamu bisa saja melupakan hal-hal yang seharusnya mulai kamu lakukan agar masa depanmu bisa terjamin dengan aman. Kamu melupakan segala kebaikan untuk dirimu sendiri. Berubah menjadi orang yang malas dan terus menggeluti seseorang dengan embel-embel cinta.
5. Ibadah
Siapa yang pernah mengabaikan panggilan untuk beribadah hanya karena sedang asyik berbincang dengan pacar? Entah itu secara langsung maupun melalui sambungan gawai, tetap saja hal tersebut membuat kamu mudah jauh dari Tuhan.
Padahal ibadah merupakan pondasi utama agar kamu tetap bisa menjaga dirimu dengan baik. Entah itu dalam pergaulan maupun saat berpacaran.
Seseorang yang sudah merasa lepas dan enggan beribadah, akan mudah terombang-ambing dalam ketidakpastian. Bahkan, dia kesulitan untuk menjaga dan mengontrol dirinya sendiri.
Itu dia 5 hal yang sering dilupakan seseorang yang baru punya pacar. Jangan ikut-ikutan, ya!
Baca Juga
-
Fenomena Mager di Pertengahan Ramadan, Ini 4 Penyebabnya!
-
5 Langkah Jitu agar Keuangan UMKM Tetap Sehat di Bulan Ramadan
-
5 Tips Ramadan Produktif ala Gen Z : Tetap Aktif Ibadah Maksimal!
-
Mau Tajir Mendadak? Ini 5 Bisnis Ramadan yang Selalu Laris Manis!
-
5 Strategi Keuangan di Bulan Ramadan yang Harus Kamu Kuasai
Artikel Terkait
-
Batal atau Tidak? Ini Hal-hal yang Menyebabkan Batalnya Wudhu
-
Jadi Wisata Favorit Warga Jakarta, Ancol Diserbu 18 Ribu Pengunjung di Hari Kedua Lebaran
-
Seusai Ngaku Jadi Selingkuhan Ridwan Kamil, Lisa Mariana Pamer Sejuta Follower
-
Bolehkah Orang Tua Memanfaatkan Uang THR Anak? Ini Aturan dan Batasan Menurut Islam
-
Heboh Nicholas Saputra Bikin Ketupat, Cincin di Jari Manis Jadi Sorotan
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Suka Nonton The Life List? Ini 5 Film dengan Vibes Serupa yang Heartwarming
-
Bikin Hati Adem, Ini 3 Novel Jepang Berlatar Toko Buku dan Perpustakaan
-
Membedah Perjuangan Politik Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan Bangsa
-
Review Film A Minecraft Movie: Petualangan Konyol dan Penuh Imajinasi
-
Demokrasi atau Diktator? Brutalisme Aparat di Balik Demonstrasi UU TNI