Proses pendewasaan seseorang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor lingkungan dan faktor keluarga. Jika seorang remaja tumbuh dan berkembang di lingkungan yang tepat, ia akan mampu mencapai kedewasaan dengan baik dan tidak akan tersesat.
Ada beberapa hal yang bisa diusahakan untuk membantu seorang remaja saat menuju masa transisinya menjadi orang dewasa. Jika tidak diikuti dengan usaha dan pengawasan yang tepat, bisa jadi seorang remaja akan tumbuh menjadi orang yang negatif ketika mulai beranjak dewasa.
Berdasarkan tulisan dari Santrock (2019) dalam bukunya yang berjudul Life-Span Development: Seventeenth Edition, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa membantu transisi seorang remaja menjadi dewasa agar pertumbuhan mereka tepat dan optimal.
1. Berikan kesempatan untuk berkontribusi
Salah satu hal yang dapat membuat seseorang berkembang adalah melalui berbagai pengalaman yang berhasil ia lalui. Dengan memberikan kesempatan kepada remaja untuk berkontribusi dalam sebuah kegiatan, maka remaja tersebut akan belajar tentang mengambil keputusan, membagi waktu, dan memilih prioritas dengan baik.
Remaja yang sudah terlatih dalam urusan manajemen waktu, pengambilan keputusan, dan mampu menentukan prioritas yang tepat akan tumbuh menjadi sosok dewasa yang matang dan tidak kehilangan arah.
2. Berikan feedback yang jelas dan berkualitas
Agar remaja merasa dihargai dan semakin bersemangat untuk melakukan kegiatan positif dan bermanfaat, orang di lingkungan sekitarnya bisa memberikan umpan balik atau feedback secara terus terang dan berkualitas.
Selain dengan memuji, kita juga bisa memberikan masukan dan saran kepada mereka dengan kalimat yang jelas tanpa harus menyakiti hati mereka. Jangan berdiam diri saja ketika melihat mereka melakukan kesalahan, karena jika mereka tidak tahu bahwa mereka salah, kebiasaan tersebut akan terus terbawa hingga mereka dewasa nanti.
3. Membangun hubungan yang positif
Seperti disinggung di paragraf awal, lingkungan sosial dan keluarga di sekitar remaja memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Agar seorang remaja bisa tumbuh menjadi orang dewasa seutuhnya dan tahu arah hidupnya, bangunlah suasana yang positif.
Jaga hubungan dan komunikasi yang saling mendukung, saling menjaga, menyayangi, dan saling peduli. Dengan demikian, remaja yang sedang beranjak menuju kedewasaan akan merasa ditemani dan tidak akan merasa kesepian.
4. Menantang mereka menjadi lebih kompeten
Usia remaja adalah usia ketika seseorang sedang berada di puncak segala kesempatan terbentang luas. Dengan kondisi fisik yang mendukung dan rasa semangat yang masih berkobar tinggi, tantanglah mereka untuk terus menggali potensi diri agar menjadi pribadi yang lebih kompeten.
Ajak para remaja untuk memanfaatkan waktu yang mereka miliki sebaik mungkin untuk mencicipi berbagai hal, mulai dari kegagalan hingga manisnya keberhasilan.
Itulah empat hal yang bisa dilakukan untuk membantu transisi seorang remaja menjadi dewasa. Terkadang, seseorang tidak menyadari bahwa dia sudah dewasa, tetapi orang lain lah yang menyadarinya.
Baca Juga
-
Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an
-
7 Buku yang Dibaca Juhoon Cortis, Seleranya Mencakup Semua Genre!
-
Kita Semua Punya 'Topeng' yang Berbeda, Buku Ini Ajak untuk Menerimanya
-
Dari Viral ke Layar Lebar: 4 Fakta Film Baby Udon yang Bikin Sesak
-
Dari Misteri hingga Klasik, Ini Deretan Novel yang Jadi Teman Bacaan Para Idol K-Pop
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
-
Mudah Dipakai Pemula! 5 Liquid Eyeliner untuk Hasil Garis Tajam dan Presisi
-
Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an
-
5 Rekomendasi HP OPPO 5G 2026, Spek Gahar Harga Masih Masuk Akal
-
5 Parfum Lokal untuk Remaja yang Harganya Ramah di Kantong
Terkini
-
Makin Chaos! Agent Kim Reactivated Episode 3-6 Penuh Aksi dan Plot Twist
-
Menelisik Sisi Gelap Kejiwaan Manusia dalam Film Obsession
-
Jelajahi Jakarta Lewat Stamp Hunting MRT, Seru dan Ramah di Kantong
-
Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
-
Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten