Waktu merupakan salah satu hal yang paling penting. Jika kita tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, kita hanya akan terjebak pada kehidupan yang kacau dan tidak teratur. Kemampuan untuk memanajemen waktu dengan tepat dapat membawa kita pada kesuksesan lebih dekat.
Kebiasaan sehari-hari yang kita lakukan seringkali membuat waktu yang kita miliki jadi terbuang dengan sia-sia begitu saja. Jika kita ingin lebih menghargai waktu, maka yang harus kita lakukan adalah mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang lebih baik.
Berikut ini adalah beberapa tindakan sepele yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari yang tanpa kita sadari membuat waktu kita terbuang sia-sia.
1. Memprioritaskan pekerjaan yang tidak penting
Setiap orang pastinya memiliki beberapa pekerjaan dan kewajiban masing-masing. Terkadang pekerjaan tersebut menuntut penyelesaian dalam waktu yang hampir bersamaan. Pada saat inilah kita harus bisa menentukan prioritas pekerjaan mana yang lebih dulu harus diselesaikan.
Jangan sampai kita salah memilih prioritas. Jika demikian, dampaknya akan membuat kita mudah stres, merasa tertekan, dan tidak bisa menjalani hidup sehari-hari dengan tenang.
2. Menghabiskan waktu di media sosial
Ketika merasa jenuh dengan pekerjaan, kita pasti secara otomatis akan meraih ponsel dan membuka media sosial. Tanpa sadar, kita akan terus scrolling unggahan orang-orang hingga beberapa jam ke depan. Jika kita tidak bisa menetapkan batasan sendiri, kita akan terjebak pada keadaan kecanduan media sosial.
Kebiasaan menghabiskan waktu berjam-jam untuk berselancar di media sosial dan melihat berbagai unggahan orang lain tentang hidup mereka akan membuat kita merasa semakin kecil dan tertinggal. Lebih baik kita fokus mengerjakan hal yang bisa kita kerjakan daripada meratapi nasib dan iri pada pencapaian orang lain.
3. Mencoba multitasking
Karena banyaknya pekerjaan dan deadline yang hampir berbarengan, banyak orang-orang mencoba mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking. Padahal, multitasking hanya akan membuat fokus kita terpecah ke berbagai hal.
Memaksakan diri untuk mengerjakan semua tugas yang ada justru pada akhirnya membuat ritme pekerjaan jadi berantakan dan tidak terselesaikan dengan baik.
4. Tidak mempunyai jadwal harian
Tidak adanya jadwal harian membuat kegiatan seharihari menjadi berantakan dan tidak teratur. Dalam satu hari, kita pasti memiliki beberapa pekerjaan atau kegiatan penting yang harus dilakukan. Kapasitas kita untuk mengingat tentu saja terbatas, jadi tidak ada salahnya untuk membuat daftar atau jadwal harian.
Melalui jadwal harian, kita juga bisa mengetahui hal apa saja yang sudah berhasil kita selesai dalam satu hari tersebut. Dengan demikian, kita bisa melakukan evaluasi terhadap diri kita sendiri.
Itulah empat tindakan sepele yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari yang tanpa kita sadari membuat waktu kita terbuang sia-sia. Mari kita mulai berbenah untuk membuat hidup kita semakin berkualitas dan semakin menghargai waktu.
Baca Juga
-
Ikuti Perjalanan Hampa Kehilangan Kenangan di Novel 'Polisi Kenangan'
-
3 Novel Legendaris Karya Penulis Indonesia, Ada Gadis Kretek hingga Lupus
-
Geram! Ayu Ting Ting Semprot Netizen yang Hujat Bilqis Nyanyi Lagu Korea
-
Haji Faisal Akui Sempat Syok dengan Konten Atta Halilintar yang Disebut Netizen Sentil Fuji
-
Outfit Bandara Seowon UNIS Jadi Sorotan, K-netz Perdebatkan Usia Debut
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Pelembab Bamboo, Perbaiki Skin Barrier Kulit Sensitif yang Mudah Iritasi
-
4 Parfum Lokal dengan Sentuhan Aldehydes, Cocok Dipakai saat Bukber
-
Butuh Ide Outfit Bukber? Intip 4 Ide Gaya Hijab Elegan ala Sashfir Ini
-
6 Varian Pisang Manis yang Pas untuk Takjil Buka Puasa
-
Ngabuburit Anti-Gabut: 5 Ide Kegiatan Seru Menjelang Buka Puasa
Terkini
-
Tarawih Terakhir Ibu
-
Novel Kita dan Mereka, Usaha untuk Meruntuhkan Tembok Prasangka
-
Rantau 1 Muara: Perjalanan Mencari Makna, Misi Hidup, dan Tempat Pulang
-
Adu Nasib Antar Generasi: Romantisasi Derita dan Retaknya Empati di Rumah
-
Dinamika Emosi Remaja dalam Konflik Cinta dan Keluarga pada Novel Rasa