Mengasuh anak bersama mantan pasangan, atau yang disebut dengan istilah co-parenting memang tak mudah. Terutama jika perceraian terjadi diwarnai dengan masalah atau pertikaian. Berusaha menjadi hubungan baik dengan mantan tentu akan susah sekali.
Namun, mau gak mau kamu tetap harus menjaga hubungan baik dengan mantan kendati sudah cerai. Ini dilakukan demi kebahagiaan anak, agar perceraian tak sampai jadi beban mental baginya.
Untuk menjalani co-parenting dengan sukses, berikut akan diulas beberapa tips yang dapat kamu terapkan. Mari disimak!
1. Jangan menyalahkan pasangan bila gaya pengasuhannya berbeda
Setiap orangtua memiliki pemahaman pola asuh yang berbeda-beda. Maka dari itu, kalau kamu berbeda pandangan dengan mantan mengenai bagaimana cara mengasuh, cobalah diskusikan baik-baik.
Niatkan hal ini demi perkembangan anak, sehingga kalian bisa saling kompromi dan terbuka menerima pandangan masing-masing. Kalau tujuannya sama, demi kesejahteraan anak, tentunya kamu dan mantan akan lebih mudah mencapai kata sepakat mengenai pola asuh seperti apa yang tepat.
2. Diskusikan bersama anak
Perceraian bukanlah hal mudah bagi seorang anak. Ia harus beradaptasi dengan kondisi baru, di mana ayah bundanya sudah tak lagi tinggal bersama.
Supaya anak gak semakin stres, coba diskusikan bersama anak mengenai kondisi kalian yang sudah berbeda. Seandainya anak ingin bersama mantan, meskipun sebenarnya belum jadwalnya untuk bertemu, jangan egois dengan memaksakan anak untuk tetap bersamamu.
Cobalah bersikap fleksibel agar anak tetap bahagia meskipun kamu dan pasangan sudah berpisah.
3. Bersenang-senang
Terkadang anak merasa bersalah karena sudah menghabiskan waktunya bersama mantan tanpa ada kamu di sisinya. Untuk menghilangkan rasa bersalah ini, cobalah luangkan waktu bersenang-senang dan buat dirimu sibuk. Dengan begitu, anak melihat kalau ketidakhadirannya di sisimu gak bikin kamu kesepian, sehingga anak pun gak lagi merasa bersalah.
4. Meminta bantuan keluarga dekat
Kalau dirasakan berat untuk mengasuh anak sendirian, jangan ragu untuk meminta bantuan keluarga dekat. Dengan begitu, kamu jadi gak merasa terlalu terbebani, dan bisa sedikit lebih rileks. Anak pun jadi bahagia ketika bersama denganmu.
Itu dia beberapa tips yang bisa kamu dan mantan terapkan agar co-parenting berjalan sukses. Jangan egois, ya!
Baca Juga
-
Netflix Hadirkan Dokumenter Baru: Sisi Rentan Elvis Presley Terungkap!
-
Dokumenter 'Madaniya': Cara Mohamed Subahi Suarakan Revolusi tanpa Senjata
-
Blossom in Darkness: Drama China Romantis Horor yang Dibintangi Li Hongyi dan Sun Zhenni
-
Kabar Gembira! Aktor Song Joong-ki Umumkan Kelahiran Putri Keduanya di Roma
-
16 Tahun Vakum, Oasis Umumkan Konser Perdana di Korea
Artikel Terkait
-
Enji Kena Sentil Gegara Bilqis Putri Ayu Ting Ting Pandai Ngomong Bahasa Inggris
-
4 Tips Mengatasi Insomnia, Bisa Tidur Cepat
-
Ulasan Buku Cahaya Hati Bunda: Mempersiapkan Pendidikan Terbaik untuk Anak
-
5 Potret Kebersamaan Ridwan Kamil dan Arkana, Anak Angkatnya yang Diharapakan Bisa Menjadi Pengganti Eril
-
Jangan Keramas Setiap Hari, Ini Cara Perawatan Rambut Kering Paling Ampuh!
Lifestyle
-
Cari HP dengan Kamera Terbaik 2026? Ini 3 Pilihan Flagship yang Setara Kamera iPhone!
-
Sebelum Beli, Yuk Simak 5 Tips Menemukan Serum Wajah yang Pas untukmu!
-
Cozy Girl Vibes! 4 OOTD Effortless Chic ala Kim Sejeong yang Stylish Abis
-
Photo Assist Samsung Galaxy S26 Series: Solusi Praktis Menghilangkan Objek Mengganggu di Foto
-
4 Padu Padan OOTD Versatile Classic ala Gawon MEOVV yang Timeless Banget!
Terkini
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat
-
Plang Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Masihkah Jadi Solusi Efektif?
-
Tren Konten Unboxing Haul: Paket Cepat Datang, Sampah Tertinggal Lebih Lama
-
Review Buku Wawasan Kebangsatan: Negeri yang Dipaksa Baik-baik Saja
-
Kesepian dan Depresi: Kisah Tragis Kusunoki dalam Three Days of Happiness