Self validation merupakan salah satu aspek penting yang harus kita terapkan agar kita mampu menerima diri kita sendiri apa adanya. Ada berbagai bentuk self validation seperti percaya kepada kemampuan diri sendiri, hingga menerima segala keterbatasan dan kekurangan diri dengan apa adanya.
Salah satu manfaat yang bisa kita rasakan ketika kita sudah menerapkan self validation adalah perasaan tenang dan damai karena mampu menghargai apa yang ada pada diri kita. Salah satu ciri utama yang dimiliki oleh orang yang berhasil melakukan self validation adalah percaya diri.
Berdasarkan tulisan dari Oregon Counseling (2020), berikut ini adalah beberapa ciri lainnya yang menandakan seseorang telah berhasil menerapkan self validation terhadap dirinya sendiri.
1. Menerima dan mencintai diri sendiri
Ciri utama yang terasa ketika seseorang telah berhasil menerapkan self validation adalah ia mampu menerima dan mencintai dirinya sendiri dengan apa adanya.
Dia tidak lagi merasa bahwa dirinya adalah pribadi yang tertinggal dari orang lain, serta tidak lagi sering merasa insecure. Ia sadar bahwa setiap orang harus bisa menerima diri sendiri terlebih dahulu jika ingin diterima oleh lingkungan.
2. Mampu memahami pikiran dan perasaan diri sendiri
Ciri kedua adalah orang tersebut mampu memahami dirinya sendiri termasuk pikiran dan perasaan yang sedang dirasakannya.
Dia tidak lagi menghakimi diri sendiri, menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi. Orang yang telah menerapkan self validation sadar bahwa ada hal-hal yang memang tidak bisa ia kontrol.
3. Mampu menyadari kelemahan diri sendiri
Setiap orang pasti memiliki kelemahannya masing-masing. Orang yang telah berhasil menerapkan self validation akan menyadari kelemahan yang dimilikinya dan berusaha untuk memperbaiki.
Namun, sebelum itu dia sama sama sekali tidak merasa minder atau kurang percaya diri. Dia bisa menempatkan dirinya dengan benar tanpa harus terlalu keras pada diri sendiri.
4. Tidak memerlukan penilaian orang lain
Ada perbedaan mendasar antara kritik dan saran yang membangun dari orang lain dengan penilaian yang hanya bermaksud untuk menjatuhkan kita. Orang yang mampu menerapkan self validation pasti tahu cara membedakan dua hal ini.
Ia tidak lagi fokus pada penilaian buruk orang lain, tetapi fokus memperbaiki apa yang kurang dari diri mereka berdasarkan kritik dan saran yang membangun.
Itulah empat karakteristik atau ciri-ciri dari orang yang telah berhasil menerapkan self validation. Adakah ciri-ciri di atas dalam dirimu? Masih belum terlambat untuk mulai mencintai diri sendiri. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.
Baca Juga
-
5 Pilihan Bedak Remaja dengan Perlindungan UV, Bebas Aktivitas Seharian!
-
Shower Puff Sarang Bakteri? Intip Cara Memilih dan Rekomendasinya!
-
Cara Pilih Shade Tinted Moisturizer yang Pas, Jangan Asal Pilih!
-
Seberapa Penting Serum bagi Pria? 5 Pilihan Terbaik Bantu Lawan Jerawat!
-
The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri
Artikel Terkait
-
5 Manfaat Berkomunikasi yang Baik bagi Diri Anda
-
4 Tahap Self Validation yang Perlu Kamu Pahami, Terapkan untuk Dirimu Sendiri
-
Kenali 4 Bentuk Self Validation agar Kamu Bisa Lebih Menerima Diri Sendiri
-
5 Tips Tingkatkan Kualitas Diri, Temukan Potensi Terbaikmu!
-
3 Dampak Baik Memiliki Kepribadian yang Supel, Kamu Termasuk Salah Satunya?
Lifestyle
-
Dari Chat 5 Menit Menjadi FBI Kasur Lipat: Saat Cinta Menjadi Obsesi
-
Masih Salah Pilih Face Wash? Cek 5 Jenis yang Sesuai dengan Kulitmu
-
Clean dan Modis, 4 OOTD Chic ala Jung Chae Yeon I.O.I yang Wajib Dicoba!
-
6 Parfum Floral Notes untuk Daily Office Look: Wanginya Feminin dan Elegan!
-
5 Gel Mask Korea dengan Kolagen untuk Menjaga Kulit Tetap Lembap dan Plumpy
Terkini
-
Review Buku The Power of Sun Tzu: Panduan Taktis Menghadapi Tekanan Hidup Modern
-
Siapakah Lelaki Misterius yang Mendorong Brankar Jenazah Dini Hari Itu?
-
Soul Plate: Ketika Member Astro Berubah Jadi Malaikat Restoran, Efektifkah Promosinya?
-
Kisah Tragedi Berdarah di Apartemen Virgil dalam film, They Will Kill You
-
Pertemanan Tanaman Plastik: Tampak Hidup di Story, Mati di Kehidupan Nyata