Seseorang bisa mempercayai orang lain melalui sebuah proses yang terjadi dalam kehidupan. Kepercayaan dalam hubungan asmara sangat penting untuk ditumbuhkan. Ketika sudah bertumbuh, maka harus dijaga dan jangan sampai kehilangannya.
Menumbuhkan kepercayaan kepada pasangan membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Tidak mudah, apalagi jika kamu dan pasangan baru saling menjalin sebuah hubungan. Namun, hal itu sangat penting demi hubungan itu sendiri. Lalu, bagaimana cara menumbuhkan kepercayaan kepada pasangan? Berikut lima di antaranya.
1. Menepati janji
Kunci yang pertama adalah menepati ketika memberi janji. Janji adalah suatu hal yang kita ungkapkan kepada pasangan, maka kita harus menepatinya untuk bisa mendapatkan kepercayaannya. Kalau menepati kata-kata sendiri saja tidak bisa, bagaimana pasangan mau percaya?
2. Setia
Ketika kamu menjaga kesetiaan kepada pasangan, itu sama halnya kamu sedang menjaga kepercayaannya. Ketika kamu setia, maka pasangan akan percaya. Ketika kamu berselingkuh, maka rusaklah kepercayaannya kepadamu. Maka, ketika kamu memang ingin mendapatkan kepercayaan pasangan, maka kamu harus menjaga kesetiaannya.
3. Saling memberi masukan dengan cara yang baik
Memberi masukan kepada pasangan adalah hal baik yang harus dilakukan, namun juga harus disertai dengan cara yang baik. Ketika kamu berkenan untuk memberi saran kepada pasangan, maka pasangan akan memahami bahwa kamu peduli dengannya. Apalagi dengan cara yang baik, maka pasangan akan memahami kalau kamu menjaga perasaannya.
Selain itu, kamu juga harus menerima saran dari pasangan. Dengan begitu pasangan akan menganggap bahwa kamu adalah orang yang mau diajak ke arah yang lebih baik bersama-sama.
4. Tidak memaksa kehendak
Kamu juga tidak boleh memaksakan kehendakmu kepada pasangan. Karena hal tersebut menandakan bahwa kamu tidak menghargai batasan dalam hubungan kalian. Dengan kamu memberi ruang untuk pasangan mengekspresikan dirinya, menikmati hidup, menjalani rutinitas dengan fokus, sama halnya dengan kamu memberikan ruang bagi pasangan bersama dengan dunianya sendiri. Artinya, kamu menghargai kehendaknya untuk menjadi seperti apa, tidak sekadar mementingkan bagaimana kamu menginginkannya.
5. Berusaha memberikan rasa aman
Memberikan rasa aman kepada pasangan adalah dengan memahami batasan dalam menjalin hubungan, membantunya ketika kesusahan, memberi apa yang dia inginkan tanpa dia minta, melindunginya dari banyak hal buruk, dan menjaga hati dan fisiknya dengan sebaik-baiknya.
Ketika kamu bisa memberikan kepastian rasa aman kepada pasangan, maka pasangan akan percaya bahwa kamu tulus mencintai dan memberikan hatimu seluruhnya kepadanya.
Itu dia 5 tips menumbuhkan kepercayaan pasangan. Sudah mulai menerapkannya?
Tag
Baca Juga
-
Fenomena Mager di Pertengahan Ramadan, Ini 4 Penyebabnya!
-
5 Langkah Jitu agar Keuangan UMKM Tetap Sehat di Bulan Ramadan
-
5 Tips Ramadan Produktif ala Gen Z : Tetap Aktif Ibadah Maksimal!
-
Mau Tajir Mendadak? Ini 5 Bisnis Ramadan yang Selalu Laris Manis!
-
5 Strategi Keuangan di Bulan Ramadan yang Harus Kamu Kuasai
Artikel Terkait
-
Libur Akhir Pekan Dapat Saldo Dana Kaget, Dipakai Buat Apa Ya?
-
Tata Cara Shalat Jamak Taqdim dan Takhir Saat Arus Balik Lebaran 2025, Ini Syarat Lengkapnya
-
Link Dana Kaget dari Aplikasi DANA Hari Ini, Begini Cara Klaim dan Tips Biar Tidak Kehabisan!
-
Berburu DANA Kaget Terbaru dengan 3 Tips Aman Ini
-
Rezeki Nomplok Buat Kamu, Yuk Klaim Saldo DANA Kaget Hari Ini
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17
-
Bangkit dari Kematian, 4 Karakter Anime Ini Jadi Sosok yang Tak Tertandingi
-
Review Pulse: Series Medis Netflix yang Tegang, Seksi, dan Penuh Letupan
-
Tuhan Selalu Ada Bersama Kita dalam Buku "You Are Not Alone"
-
Women in STEM, Mengapa Tidak?