Gaya hidup minimalis merupakan sebuah gaya hidup yang efektif, tidak terlalu berlebihan dan hanya berfokus pada kepemilikan barang sesuai dengan kebutuhan.
Gaya hidup minimalis yang bisa menjadi inspirasi bagi kita adalah gaya hidup orang Jepang. Walaupun terkenal dengan kemajuan teknologinya, orang Jepang mampu untuk menjalani hidup minimalis dan tetap bisa hidup secara modern.
Di era yang serba instant dan maju seperti sekarang ini, tentunya menerapkan gaya hidup minimalis mempunyai banyak tantangan.
Berikut adalah tantangan gaya hidup minimalis di era modern:
1. Akses Belanja yang Mudah.
Di era digitalisasi, masyarakat dimanjakan untuk melakukan sesuatu secara mudah, salah satunya adalah berbelanja.
Belanja di zaman sekarang bisa dilakukan dimana saja, bahkan ketika istirahat dikamar sekalipun dan hal inilah yang menjadikan masyarakat kita semakin “khilaf” untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan.
Selain berbelanja masyarakat juga dimudahkan dalam melakukan pembayaran dari barang-barang yang dibeli. Semakin mudah saja untuk memiliki sesuatu, seakan supermarket ada di rumah sendiri.
2. Gengsi.
Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat konsumtif, suka membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan. Alasan tersebut salah satunya karena termakan oleh gengsi, sehingga merasa malu ketika tidak mempunyai barang yang sedang nge-tren, jadi terasa seakan ketinggalan jaman.
3. Mempunyai Gaji yang Besar.
Semakin besar pendapatan yang didapatkan otomatis semakin juga pengeluaran yang dihabiskan, walaupun uang yang dikeluarkan bukan untuk barang-barang yang penting.
4. Terpengaruh oleh Orang Lain.
Fenomena seorang “Public Figure” yang menjadi “Brand Ambassador” dari sebuah barang tentunya juga membuat masyarakat Indonesia semakin tertarik untuk memiliki sebuah barang walaupun tidak terlalu memerlukannya, apalagi ketika “Public Figure” tersebut merupakan idola kita tentunya kita akan langsung membeli barang untuk membuktikan bahwa kita adalah fans sejatinya.
5. Kepuasan Batin.
Bagi sebagian orang membeli sesuatu yang menarik mata dan hatinya bukan saja karena mereka memerlukan barang tersebut atau mungkin banyak uang, tetapi lebih karena ada kepuasan dalam diri setelah mendapatkannya. Kadang uang memang bukan menjadi alasan utama untuk membeli sesuatu.
Itu tantangan gaya hidup minimalis di era modern.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
3 Gaya Hidup Hemat Ini Wajib Kamu Coba, Berani Menerapkannya?
-
Bisa Enggak Sih Gaji Lulusan Baru di Jakarta Bisa Hidup Nyaman? Begini Penjelasannya
-
Tolak Pembangunan Minimarket, Ibu Ini Menangis Memikirkan Nasib Karyawan Toko Kelontong: Mungkin Bakal Tutup Warung
-
5 Wanita Muda Sukses Indonesia 2022
-
Lasik Jadi Lifestyle, Dibutuhkan Banyak Dokter Spesialis Mata Berkompeten
Lifestyle
-
Samsung Segera Kenalkan Galaxy S25 FE, Dibekali Prosesor Exynos 2400 dan CPU 10 Core
-
ARTSUB di Mata Pengunjung Pemula: Menggugah, Megah, tapi Juga Gerah
-
Vivo X Fold 5 Resmi Masuk Indonesia, HP Lipat dengan Durabilitas Tinggi serta Engsel Kuat dari Baja
-
Gaya Kasual Haneul KISS OF LIFE, 4 Look Minimalis yang Catchy Abis!
-
Gaya Streetwear ala Roh Yoon Seo: 4 Ide Mix and Match yang Bisa Kamu Tiru!
Terkini
-
80 Tahun DPR, Ulang Tahun di Atas Luka dan Derita Rakyat
-
Nyala Jiwa Ibu Berjilbab Pink: Elegi Perjuangan di Negeri yang Tengah Lebur
-
Affan Kurniawan: Hidup Tertindas, Gugur Dilindas, dan Perjuangan Tak Kandas
-
Eliano Reijnders Dikabarkan Mendekat, Persib Kian Disesaki Pemain Berlabel Timnas Indonesia
-
Kekerasan Aparat vs Janji Reformasi: Membaca Pesan di Balik Kematian Affan Kurniawan