Ketika kamu berpindah tempat tinggal ke suatu daerah yang memiliki budaya yang berbeda dengan daerah asalmu, kamu pasti akan merasa terkejut dan bingung. Sebab, kamu baru pertama kali melihat dan merasakannya. Seperti yang sudah saya pernah alami di saat pertama kali datang ke Kota Bandung. Sedangkan saya berasal dari Kota Jambi yang berada di Pulau Sumatra. Tentu saja awalnya saya merasa bingung dan terkejut melihat budaya di sana yang begitu berbeda dengan tempat asal saya.
Mulai dari bahasa, attitude, kebiasaan masyarakat sehari-hari dan masih banyak lagi. Butuh waktu cukup lama bagi otak saya untuk mencerna hal baru yang datang di waktu yang hampir sama. Namun, saya sudah melewati dengan 3 cara yang memudahkan saya melewati perasaan tersebut. Perasaan ini disebut culture shock yang di mana seseorang akan merasa terkejut dengan budaya baru yang pertama kali dilihatnya.
Culture shock bisa diredakan dengan perlahan dengan 3 cara ini. Mari simak pembahasannya.
1. Mencari kerabat atau teman yang bisa memandumu
Saat saya baru tinggal di Bandung, saya memiliki sepupu dari ayah saya yang sudah cukup lama tinggal di Bandung. Jadi, saya hanya perlu meminta waktu luangnya untuk memandu saya beraktivitas di luar yang harus berhadapan dengan warga Bandung. Bagi kamu yang ingin merantau untuk kuliah, cobalah cari teman atau kerabat yang bisa memandumu selama proses culture shock.
Teman atau kerabat yang sudah berpengalaman di daerah tempat kamu baru tinggali bisa mengajari beberapa hal saat sedang culture shock. Misalnya, etika saat melewati sekumpulan orang yang lebih tua di gang sempit harus mengucap "punten". Selain itu, nada berbicara masyarakat juga mesti dipahami oleh kamu. Tentu saja, teman atau kerabat kamu akan menyaring beberapa ciri logat dalam cara berbicara masyarakat pribumi untuk kamu pahami.
2. Mencoba untuk menghilangkan kebiasaan lama
Saat saya masih di Kota Jambi, saya kurang suka minum kopi. Namun, sejak kuliah di Bandung, saya lebih sering minum kopi. Alasannya adalah masyarakat Bandung hampir rata-rata semuanya suka kopi untuk menghangatkan tubuh mereka melihat suhu di sana cukup rendah. Jika saya tetap bertahan pada kebiasaan lama, yaitu tidak suka minum kopi, masyarakat di sana akan menilai saya tidak bisa berbaur dalam kebiasaan harian masyarakat di sana.
Untuk itu, kamu harus bisa meninggalkan kebiasaan lama dan mulai kebiasaan baru untuk menyesuaikan kondisi budaya di tempat yang baru kamu tinggali. Sebab, masyarakat akan cepat menilai kamu bisa menerima budaya atau tidak.
3. Jangan sering berada di rumah
Ketika kamu sedang mengalami culture shock, hal yang satu ini paling dianjurkan untuk dihindari. Jika kamu sering menutup diri di rumah baru di daerah yang baru kamu tinggali, itu berarti kamu menolak untuk mempelajari hal baru di lingkungan sekitar. Akibatnya, culture shock kamu akan lebih lama lagi membuat diri kamu menderita. Memperbanyak waktu luang untuk beraktivitas di luar yang langsung berhadapan dengan sosial di lingkungan baru akan mengasah pengalaman awalmu. Mungkin awalnya kamu merasa kurang nyaman, tapi ketika sudah biasa, kamu akan merasakan sendiri hasilnya.
Itulah 3 tips bagi kamu yang sedang mengalami culture shock saat berpindah ke lingkungan yang baru. Merealisasikan 3 tips ini harus dibantu keinginan kuat juga, ya. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
2 Tahun Prabowo-Gibran: Antara Janji Sejahtera dan Realitas Harga di Pasar
-
Dilema Kebijakan Pangan: Mengapa Diversifikasi Pangan Belum Jadi Kebiasaan?
-
Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!
-
Toxic Positivity di Tempat Kerja: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?
-
Makin ke Sini Makin Banyak Istilah Baru, Memangnya Kita Paham Konteksnya?
Artikel Terkait
-
Kebakaran RSJD Solo, 2 Pasien Meninggal Dunia Usai Terjebak di Ruang Isolasi
-
Warga Sakit Harus Ditanduh Karena Jalanan Rusak, Publik Pertanyakan Pemerintah Daerah Kemana
-
Kemendagri Tidak Lakukan Maladministrasi dalam Penunjukan Penjabat Kepala Daerah
-
Perludem Cs Sebut Penunjukkan Penjabat dari Unsur TNI Aktif Langgar UU TNI dan Bertentangan dengan Semangat Reformasi
-
Bank Pembangunan Daerah Mulai Berikan Layanan Digital ke Nasabah
Lifestyle
-
Bye Skin Barrier Rewel! 4 Hydrating Toner Tanpa Pewangi Buat Kulit Sensitif
-
OPPO F35 Pro 5G Resmi Meluncur, Baterai 8.000 mAh dan Kamera Selfie 50 MP Jadi Andalan
-
Padukan Gaya Klasik dan Modern, Intip 4 OOTD Sophisticated ala Kim You Jung
-
Bebas Kering! Ini 5 Body Lotion Alpukat untuk Kulit Halus dan Terhidrasi
-
Modal Rp2 Jutaan, itel VistaTab 12 Tawarkan Layar Lega dan Memori 128 GB
Terkini
-
Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia
-
Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?
-
Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?