Seorang megalomania memiliki kepercayaan bahwa mereka lebih baik daripada orang-orang di sekitar mereka. Megalomania termasuk dalam gangguan kepribadian yang menyebabkan penderitanya memiliki rasa harga diri berlebihan.
Dikutip dari laman Cambridge Dictionary, megalomania adalah seseorang yang memiliki keinginan kuat tidak wajar untuk kekuasaan dan kontrol atau berpikir bahwa mereka jauh lebih penting dan kuat daripada yang sebenarnya.
Seseorang dengan megalomania cenderung tidak jujur dan tidak simpatik. Mereka hanya melebih-lebihkan kemampuan, popularitas, kekuatan, dan pengaruh mereka.
Megalomania diakibatkan oleh kondisi dan faktor berikut:
- Gangguan paranoid
- Psikosis manik-depresif
- Skizofrenia
- Neurosis
- Ketergantungan alkohol atau narkoba
- Trauma masa kecil.
Dikutip dari laman Power of Posistivity seorang megalomania cenderung mengungkapkan diri mereka melalui perilaku berikut:
1. Memaksakan kebenaran kepada orang lain
Seorang megalomania akan memaksakan kebenaran mereka kepada orang lain, bahkan ketika hal tersebut tidak diterima sedari awal. Ketika Anda memberikan fakta sesungguhnya yang menyangkal kebenaran yang mereka percaya, mereka akan melakukan segala macam upaya untuk membuat Anda terlihat salah. Mereka akan terus memaksakan kebenaran yang mereka percaya sampai Anda setuju dengan mereka. Bahkan mereka cenderung menggunakan kekerasan agar Anda setuju dengan mereka.
2. Tidak memiliki empati
Seorang megalomania tidak peduli dengan orang lain dan tidak akan mempertimbangkan pendapat atau perasaan orang lain. Dalam keadaan tertentu mereka akan berpura-pura peduli untuk memanipulasi situasi.
3. Mengalami gangguan tidur
Mereka mengalami tingkat kegembiraan saraf yang tinggi, yang mengakibatkan gangguan tidur. Mereka juga mengalami masalah kesehatan mental yang semakin menghambat kesehatan tidur mereka.
4. Ketidakstabilan emosional
Seorang megalomania tidak dapat mengontrol perubahan suasana hati, bahkan ketika mereka mencoba menyembunyikannya. Mereka dapat dengan cepat beralih dari susana hati gembira menjadi tertekan atau terlalu cemas.
5. Menyukai orang dengan tingkat intelektual rendah
Seorang megalomania lebih suka menghabiskan waktu dengan seseorang dengan tingkat intelektual lebih rendah dari dirinya. Hal ini terjadi karena mereka berpikir bahwa orang dengan tingkat intelektual rendah cenderung menerima permintaan atau pernyataan apapun yang mereka sampaikan.
6. Tidak mau mengakui kesalahan mereka
Seorang megalomania sering menyalahkan orang lain atas kesalahan yang mereka perbuat dan meyakini bahwa itu bukanlah kesalahan mereka. Mereka tidak akan pernah mengakui ketika mereka salah.
Demikian perilaku seorang megalomania yang dapat membantu Anda memahami mereka dan menentukan tindakan Anda dalam pergaulan.
Baca Juga
-
(G)I-DLE Pecahkan Rekor Grup dengan Pre-Order Mini Album 'I Feel' Melebihi 1,1 Juta Copy
-
Kunjungi Jun Beom, Karina dan Winter aespa Kesulitan Memakai Gendongan Bayi
-
Kembali Dapat Kritik, Kali Ini Drama Korea Doctor Cha Tuai Protes Keras dari Pasien Pengidap Crohn
-
Boy Group INFINITE Mengejutkan Penggemar dengan Perayaan 13 Tahun Debut
-
Jeon So Min Ungkapkan Kasih Sayang, Jawaban Yoo Jae Suk Undang Tawa
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Chemical Sunscreen SPF 50 untuk Kulit Berminyak Bebas Jerawat dan Kusam
-
7 HP Samsung Harga Rp3 Jutaan, Spek Nggak Kaleng-Kaleng!
-
5 Primer Makeup untuk Pemula, Bisa Kamu Dapatkan di Bawah Rp50 Ribu!
-
4 HP yang Punya Desain Mirip iPhone 17 Pro: Harga Murah, Spek Gahar
-
Harga Turun Rp1 Juta! Samsung Galaxy A57 Makin Worth It Dibeli Sekarang?
Terkini
-
Dear Killer Nannies: Suguhkan Drama Coming-of-age di Balik Kartel Medelln!
-
Review Pizza Movie: Komedi Stoner Gila yang Penuh Halusinasi Kocak!
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
LE SSERAFIM Bakal Rilis Album Baru PUREFLOW pt.1, Intip Jadwal Teasernya
-
Kenapa Suasana Bandara Selalu Terasa Emosional? Ternyata Ini Alasannya