Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Salah satu adegan di film Pizza Movie (IMDb)
Ryan Farizzal

Pizza Movie adalah film komedi absurd bergenre stoner yang dirilis pada 2026 sebagai produksi orisinal Hulu. Disutradarai dan ditulis oleh duo BriTANicK, yaitu Nick Kocher dan Brian McElhaney, film ini menandai debut sutradara panjang mereka.

Dibintangi Gaten Matarazzo (dikenal dari Stranger Things) sebagai Jack dan Sean Giambrone (dari The Goldbergs) sebagai Montgomery, film ini juga melibatkan pemeran pendukung seperti Lulu Wilson, Jack Martin, dan sejumlah komedian lain. Dengan durasi sekitar 92 menit, Pizza Movie hadir sebagai hiburan ringan yang penuh kekacauan, cocok buat kamu penggemar komedi ala Superbad atau Harold & Kumar yang ditingkatkan dengan elemen halusinasi surealis.

Kritik Halus Tekanan Kuliah Lewat Komedi Absurd

Salah satu adegan di film Pizza Movie (IMDb)

Premis film ini sederhana namun dieksekusi dengan tingkat kegilaan yang luar biasa. Dua mahasiswa, Jack dan Montgomery, adalah roommate yang sangat berbeda. Jack adalah tipe reckless yang sering bermasalah, sementara Montgomery lebih pemalu dan berusaha menjadi alpha di kampus.

Setelah hari yang buruk, mereka menemukan obat eksperimental bernama M.I.N.T.S. yang tersembunyi di langit-langit kamar. Tanpa membaca petunjuk dengan benar, mereka mengonsumsinya tanpa makanan.

Obat ini memicu enam fase halusinasi mengerikan yang hanya bisa dihentikan dengan memakan pizza. Tugas sederhana turun dua lantai ke lobi asrama untuk mengambil pizza delivery pun berubah menjadi petualangan epik yang penuh absurditas, pertemuan aneh, dan pengungkapan pribadi.

Secara visual dan naratif, Pizza Movie memadukan gaya gonzo comedy dengan pengaruh psychedelic. Duo BriTANicK menggunakan teknik pengambilan gambar dinamis, efek praktis, dan transisi halusinasi yang kreatif untuk menggambarkan perjalanan para tokoh. Fil ini tidak hanya bergantung pada dialog, melainkan juga pada timing visual dan komedi fisik yang intens.

Meskipun beberapa lelucon terasa berlebihan atau random, keseluruhan energi film ini berhasil mempertahankan momentumnya hingga akhir, kok. Kalau kulihat dari sudut pandangku film ini sangat bagus terhadap absurditasnya, ya meski tidak semua elemen berhasil mendarat dengan sempurna, sih. Kurasa ini sebagai hiburan ini sangat menghibur, terutama buat kamu yang menonton dengan suasana santai.

Review Film Pizza Movie

Salah satu adegan di film Pizza Movie (IMDb)

Salah satu kekuatan utama film ini adalah penampilan para aktor utamanya Gaten Matarazzo dan Sean Giambrone memiliki chemistry yang kuat, mampu menyampaikan kepanikan, kebingungan, dan momen-momen emosional di tengah kekacauan. Mereka berhasil membuatku peduli terhadap karakter yang pada dasarnya sangat flawed.

Pemeran pendukung, termasuk resident advisors (RA) yang overbearing dan berbagai mahasiswa lain, turut memperkaya dunia kampus yang chaotic. Film ini juga menyisipkan sedikit komentar sosial tentang tekanan kuliah, persahabatan, dan pencarian identitas diri, meski dibungkus dalam kemasan komedi yang sangat bodoh.

Oh iya, Pizza Movie tersedia untuk streaming di Hulu sejak tanggal rilis resminya, 3 April 2026. Film ini juga dapat ditonton melalui Hulu on Disney+ di beberapa wilayah. Karena sudah lebih dari sebulan sejak rilis, film ini dapat diakses kapan saja bagi pelanggan Hulu dengan paket berbayar. Tidak ada informasi eksklusif sementara; film ini merupakan konten permanen di platform tersebut. Untuk kamu yang pengin nonton sangat kusarankan memeriksa ketersediaan di akunmu masing-masing ya, karena rating TV-MA menandakan konten dewasa termasuk bahasa kasar, penggunaan obat-obatan, dan adegan surealis yang intens.

Kekuatan terbesar Pizza Movie terletak pada adegan-adegan kocaknya yang tak terduga. Salah satu momen paling kocak adalah adegan kepala meledak. Ketika karakter mencoba mengucapkan kata-kata kasar di bawah pengaruh obat, kepala mereka secara harfiah meledak dalam efek praktis yang absurd dan berulang. Adegan ini memadukan komedi fisik dengan timing yang sempurna, dan jujur adegan itu membuatku tertawa terbahak-bahak karena ketidaklogikannya.

Adegan lain yang tak kalah lucu adalah perjalanan menuruni tangga yang berubah menjadi labirin surealis. Para tokoh menghadapi musuh seperti RA yang melakukan purge, teman lama yang muncul sebagai hantu halusinasi, dan pertemuan dengan drone pengantar pizza yang berperilaku aneh.

Ada juga fase di mana realitas berubah menjadi permainan video game ala Scott Pilgrim, lengkap dengan poin dan power-up konyol. Komedi fisik Montgomery yang berusaha menjadi alpha sambil berhalusinasi berat menghasilkan banyak momen slapstick yang efektif. Selain itu, dialog-dialog random dan interaksi dengan karakter sekunder, seperti bully kampus atau mahasiswa eksentrik, sering kali mencuri perhatianku.

Tidak semua lelucon di film ini berhasil, dan intensitasnya bisa terasa melelahkan buat kamu yang nonton. Akan tetapi, buat kamu yang menyukai humor tanpa batas, film ini menyajikan tawa yang konsisten. Elemen persahabatan di antara Jack dan Montgomery juga memberikan kedalaman emosional di tengah kegilaan, membuat akhir di film sangat memuaskan.

Intinya, Pizza Movie adalah contoh komedi stoner modern yang tidak malu-malu menjadi bodoh dan chaotic. Ia tidak berusaha menjadi film agung, melainkan hiburan murni yang berhasil menghibur. Dengan premis sederhana yang dieksekusi dengan kreativitas tinggi, akting solid, dan adegan-adegan kocak yang memorable, film ini layak ditonton bagi pencinta genre komedi absurd.

Kalau kamu mencari tontonan ringan untuk akhir pekan sambil menikmati pizza sungguhan, Pizza Movie adalah pilihan yang tepat. Kalau kamu lagi nggak sibuk akhir pekan ini, sangat aku rekomendasikan untuk metontonnya bersama teman untuk pengalaman yang lebih maksimal. Rating pribadi: 7/10, hiburan berkualitas yang akan dikenang sebagai cult favorite potensial.