Sampah adalah masalah dunia yang sulit dikendalikan. Namun, beberapa negara terbukti berhasil menangani masalah sampah sehingga rupa kota menjadi lebih rapi, cantik dan tentunya sehat. Di antara banyak negara ini, Jepang menjadi salah satu negara yang terkenal rapi. Hal ini disebabkan karena Negeri Sakura ini mempunyai sistem pengolahan sampah yang baik. Nah, apa rahasia keunikan sistem pengolahan sampah di Jepang? Dikutip dari Tofugu, ini dia penjelasannya.
Menyortir sampah Adalah kunci pengolahan sampah di Jepang
Bagi pendatang baru yang pertama kali datang ke Jepang, salah satu hal yang akan langsung didapatkan adalah panduan mengolah sampah. Hal ini bertujuan agar hidup lebih nyaman, bersih, rapi dan sehat. Maka dari itu, penting sekali untuk mengumpulkan sampah secara teratur.
Yang paling utama dari mengumpulkan sampah adalah sistem sortir. Setiap orang wajib mengumpulkan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah bisa terbakar, sampah tidak bisa dibakar, dan sampah besar (sepeda, besi, kursi, barang elektronik besar).
Jenis-jenis sampah mempunyai periode pengumpulan sampahnya masing-masing. Beberapa dikumpulkan per dua minggu, ada pula yang sebulan bahkan setahun sekali. Setiap jenis sampah juga mempunyai kantongnya masing-masing. Apabila lalai dalam menyortir, siap-siap saja sampahmu akan dikembalikan. Di beberapa kota bahkan kamu bisa mendapat stiker penanda khusus yang memberitahukan ketidakcakapan kamu dalam memilah sampah. Ini jadi semacam hukuman agar lebih memperhatikan penyortiran sampah sebelum dibuang.
Kota-kota di Jepang mempunyai sistem pengolahan sampah yang berbeda, tapi semua itu berdasar pada jenis sampahnya. Di beberapa kota seperti Shikoku mempunyai 44 sistem penyortiran sampah yang ketat. Pentingnya menyortir sampah disebabkan karena Jepang mempunyai TPA yang sedikit sehingga harus teliti dalam penyortiran.
Produk Hasil Daur ulang Sampah
Ke mana perginya sampah-sampah di Jepang? Menjawab hal ini, sampah-sampah di Jepang ada yang bisa digunakan kembali, ada pula yang dibuat produk lain. Salah satu jenis sampah yang bisa dibuat kembali menjadi produk yang sama adalah botol PET yang biasa dibuat sebagai kemasan minuman. Semua botol-botol bekas tersebut diolah dan didaur ulang menjadi botol PET baru yang nantinya digunakan untuk kemasan minuman. Proses pengolahan sampah botol PET berhasil mengurangi ketergantungan Jepang terhadap sumber daya minyak bumi sebanyak 90%. Selain itu, ada pula sampah botol PET yang dibuat menjadi bahan lain, misalnya tas, pakaian, karpet, dan jas hujan.
Alternatif Lain Untuk Mengurangi Sampah
Selain sistem pengolahan sampah, Jepang juga menggalakkan kebiasaan menggunakan barang-barang pribadi alih-alih menggunakan barang sekali pakai seperti sumpit, tas belanja sendiri yang bisa digunakan kembali, dan masih banyak lagi hal lainnya.
Nah, itulah beberapa keunikan dari sistem pengolahan sampah di Jepang. Mungkin terlihat rumit dan memakan banyak waktu, namun dampak positif dari ketaatan menyortir sampah besar sekali rasanya. Yuk mulai memilah sampah!
Baca Juga
-
6 Fakta Menarik Perfect Crown yang akan Segera Tayang
-
Frieren: Beyond Journey's End Season 2, Musim yang Lebih Emosional dan Sepi
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
-
5 Fakta Zom 100: Bucket List of the Dead yang Bikin Penasaran Penggemar
-
4 Rekomendasi Anime untuk Kamu yang Menyukai Cerita Bertema Zombie
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Budget Cuma Rp30 Ribuan? Ini 4 Sunscreen Cica Murah untuk Kulit Berjerawat
-
5 Pensil Alis Matic Praktis untuk Daily Makeup: Anti Ribet Tanpa Diserut!
-
4 Jelly Cleanser untuk Semua Jenis Kulit: Wajah Bersih tanpa Rasa Ketarik!
-
Bersih Maksimal! 4 Bubble Cleanser yang Ampuh Angkat Kotoran di Wajah
-
4 Moisturizer Zinc PCA, Solusi Kontrol Produksi Minyak untuk Cegah Jerawat
Terkini
-
Harry Kane CS Harus Waspada, RD Kongo Punya Ambisi Lolos Babak 16 Besar
-
About 7 Memories: Sebuah Potret Persaudaraan Toksik yang Menghancurkan Jiwa
-
Membongkar Borok Kerja Kelompok yang Cuma Bikin Jinak Si Pemalas
-
Pertemanan di Era Media Sosial: Dekat Secara Online, Jauh di Dunia Nyata
-
Bisakah Komedi Menggantikan Buku Sejarah? Ini Pendapat Saya Setelah Menonton Serial Larry David