Lintang Siltya Utami | Dini Sukmaningtyas
Drama Korea Mother and Mom (soompi)
Dini Sukmaningtyas

Menjadi ibu sering kali dianggap sebagai peran yang secara alami harus bisa dijalankan dengan sempurna. Seorang ibu diharapkan tahu kebutuhan anak, peduli terhadap pendidikan, selalu hadir, sekaligus mampu memastikan anak tumbuh menjadi pribadi yang berhasil. Masalahnya, standar tentang ibu ideal terus bertambah tanpa pernah benar-benar jelas batasnya. Premis itulah yang menjadi salah satu konflik menarik dalam drama Korea Mother and Mom. Cerita berpusat pada Lee Jung Eun (diperankan Jeon Hye Jin), seorang ibu bekerja yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk Hong Seo Yoon (diperankan Kim Sa Rang) yang masih berusia tujuh tahun.

Tinggal di kawasan Daechi-dong, Gangnam, Seoul, membuat Jung Eun berada di lingkungan yang lekat dengan persaingan pendidikan. Demi memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya, ia berusaha memasukkan Seo Yoon ke akademi bahasa Inggris bergengsi dan meminta bantuan ibunya, Yoon Ji A (diperankan Jo Min-Soo), untuk mengantar sekaligus membantu mengurus sang anak.

Lantas, seperti apa Mother and Mom mengkritik standar ibu ideal yang dibentuk oleh lingkungan sekitar? Simak ulasan lengkapnya.

Standar Ibu Ideal yang Tak Ada Habisnya

Tak hanya pilihan pribadi, lingkungan sekitar ikut menentukan seperti apa seorang ibu seharusnya bersikap. Ada standar pendidikan, pola pengasuhan, hingga pencapaian anak yang diam-diam menjadi ukuran keberhasilan orang tua.

Jung Eun berada dalam situasi yang membuat tekanan tersebut semakin terasa. Keinginannya memberikan pendidikan terbaik untuk Seo Yoon tidak muncul begitu saja. Ada lingkungan yang membuat orang tua mudah membandingkan perkembangan anaknya dengan anak lain.

Menurut saya, kritik drama ini terasa relate karena pola tersebut juga mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua bisa merasa bersalah hanya karena anaknya belum mengikuti les tertentu atau belum memiliki pencapaian yang sama dengan teman sebayanya. Padahal, setiap anak memiliki kemampuan dan ritme perkembangan yang berbeda.

Mother and Mom tidak lantas menyederhanakan masalah itu dengan menyalahkan orang tua yang ambisius. Jung Eun diperlihatkan sebagai seorang ibu yang benar-benar ingin melakukan yang terbaik, tetapi niat baik tersebut juga dipengaruhi oleh rasa takut tertinggal.

Anak Bukan Ukuran Keberhasilan Orang Tua

Tekanan parenting dalam Mother and Mom semakin menarik karena Seo Yoon masih berada di usia yang sangat muda. Ia belum memiliki kemampuan untuk menentukan sendiri seperti apa pendidikan yang diinginkannya. Banyak keputusan besar tentang hidupnya dibuat oleh orang dewasa dengan alasan demi masa depannya.

Di satu sisi, hal tersebut memang wajar. Namun, ketika masa depan anak terlalu banyak dirancang berdasarkan ambisi orang tua, anak akhirnya tidak hanya dituntut untuk belajar, tetapi juga membawa harapan keluarga di pundaknya.

Tiga Generasi Membawa Luka yang Berbeda

Konflik dalam Mother and Mom sebenarnya lebih dalam karena drama ini tidak hanya memperlihatkan hubungan Jung Eun dengan Seo Yoon. Ada Yoon Ji A yang ikut masuk ke dalam dinamika tersebut. Sebagai ibu yang membesarkan Jung Eun seorang diri, Ji A memiliki pengalaman pengasuhan yang berbeda dari putrinya.

Pertemuan tiga generasi perempuan ini menjadi salah satu bagian paling menarik untuk diamati. Ji A membawa pengalaman sebagai seorang ibu yang pernah melewati masa sulit, Jung Eun berusaha menjalankan perannya sebagai ibu bekerja, sedangkan Seo Yoon berada di posisi anak yang menerima keputusan dari dua generasi di atasnya.

Perbedaan tersebut membuat konflik keluarga terasa lebih manusiawi. Jung Eun punya ambisi karena ingin memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya. Ji A juga punya pandangan sendiri karena pengalaman hidupnya. Sementara Seo Yoon harus beradaptasi dengan keputusan yang dibuat oleh orang-orang dewasa di sekitarnya.

Menurut saya, bagian ini menjadi salah satu alasan Mother and Mom tidak terasa seperti drama parenting yang hanya menggurui penonton. Drama ini menunjukkan bahwa cara seseorang membesarkan anak bisa dipengaruhi oleh luka, pengalaman, serta ketakutan yang pernah dialaminya sendiri. Pola tersebut bisa terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya jika tidak pernah dibicarakan.

Secara keselurugan, Mother and Mom layak ditonton, terutama bagi pecinta drama Korea yang menyukai drama keluarga dengan isu parenting yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan jumlah 8 episode saja, drama ini tidak hanya menghadirkan konflik emosional, tetapi juga mengajak penonton melihat kembali makna menjadi orang tua serta batas antara memberikan yang terbaik dengan memenuhi ekspektasi sendiri.