Dalam hidup, kita semua memang tidak bisa terlepas dari yang namanya masalah. Setiap masalah yang dialami oleh setiap orang juga berbeda-beda. Namun, jika masalah tersebut terjadi berlarut-larut dan tak kunjung ada pada titik penyelesaian, mengakibatkan seseorang menjadi cemas berlebihan. Nah, di titik terendah ini seseorang membutuhkan orang lain untuk mendengarnya.
Bagi kamu yang belum bisa terbuka dengan orang lain, coba kenali 5 dampak memendam perasaan sendiri berikut ini!
1. Stress
Masalah yang dihadapi seseorang yang terus dipikirkan berlarut-larut dapat mengakibatkan seseorang terkena stress. Sikap enggan berbagi dan terbuka kepada orang lain ini berawal dari memendam semuanya sendiri. Apabila kamu berada di posisi ini dan tidak ada orang di sekitarmu yang kamu percayai, setidaknya kamu dapat berkonsultasi ke psikolog. Seorang psikolog pasti akan memberimu solusi memecahkan permasalahanmu dan langkah-langkah dalam menyelesaikannya. Mereka akan menjaga rahasiamu dengan profesional. Bisa dicoba!
2. Sering menangis
Dampak selanjutnya dari memendam perasaan sendiri yaitu kamu akan sering menangis sendirian. Karena kamu tidak berusaha untuk menceritakan apa yang sebenarnya kamu rasakan kepada orang lain, oleh sebab itu seharusnya kamu memiliki seorang teman yang bisa mengerti keadaanmu. Tak perlu curhat di sosmed. Hal itu justru akan menambah bebanmu. Tak sedikit orang hanya kepo dengan urusan pribadimu, jarang sekali ada yang benar-benar peduli.
3. Memicu penyakit
Dampak berikutnya dari memendam perasaan sendiri yaitu dapat memicu penyakit. Bagaimana tidak? Terus memendam perasaan sendiri mengakibatkan pola makanmu menjadi tidak teratur, jam tidurmu berantakan, tidak pernah berolahraga hingga mengonsumsi narkoba. Berhentilah dari pola hidup yang buruk ke pola hidup sehat. Ceritakanlah semua yang kamu rasakan kepada temanmu, kerabatmu atau pasanganmu. Dengan begitu, kamu tidak perlu memusingkan masalahmu terus.
4. Tidak percaya diri
Dampak yang keempat dari memendam perasaan sendiri yaitu merasa tidak percaya diri. Misalnya, kamu memiliki sebuah problem dengan seorang temanmu di sekolah. Kamu khawatir bertemu dengannya di sekolah, oleh sebab itu kamu jadi jarang masuk sekolah. Sebaiknya hindari perbuatan yang merugikan diri kamu sendiri. Alangkah baiknya kamu konsultasi ke guru BK atau langsung menemui teman yang sedang mempunyai masalah denganmu itu. Jelaskan dan luruskan agar masalah cepat selesai. Jangan menghindar!
5. Merasa tertekan
Masalah yang disimpan sendiri akan mengakibatkan seseorang merasa tertekan. Perasaan tertekan yang sangat tidak nyaman ini akan terus kamu rasakan selama masalahmu belum selesai. Untuk meringankannya, kamu harus berani bercerita kepada orang lain.
Sekian 5 dampak memendam perasaan sendiri yang bisa saja kelak akan memicu penyakit. Nah, kamu harus mencegahnya dari sekarang. Oleh sebab itu, kamu yang sedang dirudung masalah bisa meringankannya dengan bercerita kepada orang lain atau ahli.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
-
4 Alasan Kenapa Seseorang Sulit Membuka Hati untuk Sosok yang Baru
-
Jangan Baperan! Begini Bahaya Overthinking, Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
4 Sikap Sederhana Ini Bisa Membuat Orang Lain Sakit Hati, Segera Hentikan!
-
5 Cara Mengatasi Overthinking pada Pasangan, Sudah Coba?
-
Ulasan Buku: Emotion For Success, Membantu Meningkatkan Kecerdasan Emosi!
Lifestyle
-
Admin Brand Gathering 2026: Kolaborasi UMKM di Dufan Jadi Energi Baru Industri Kreatif
-
4 Eye Patch Peptide, Solusi Praktis untuk Mata Awet Muda Bebas Bengkak!
-
Modis Kapan Saja dengan Intip 4 Ide Daily OOTD ala Yujin IVE yang Cozy Ini!
-
5 Rekomendasi Smartwatch 2 Jutaan, Cocok untuk Segala Aktivitas
-
Bye PIH! 4 Tinted Sunscreen Rp30 Ribuan untuk Wajah Flawless Anti Dempul
Terkini
-
Yeon Sang Ho Garap Film Human Vapor, Proyek Korea-Jepang Baru dari Netflix
-
Tayang hingga Episode 8, The Scarecrow Membuat Saya Salah Menebak Lagi
-
Bukan Solusi, Membalas "Terserah" dengan "Sepakat" Justru Jadi Bom Waktu bagi Hubunganmu
-
Song Joong Ki Comeback ke KBS Lewat Drama Romantis Love Cloud Usai 1 Dekade
-
Thriving adalah Privilege, Surviving adalah Lifestye: Dilema Gen Z Menjalani Hidup Berkelanjutan