Baru-baru ini kasus bunuh diri di Indonesia meningkat dan diakibatkan oleh berbagai faktor. Ada yang berasal dari kalangan mahasiswa yang frustasi dalam mengerjakan skripsi, atau dari kalangan orang berekonomi rendah yang terdesak kebutuhan atau sedang terhimpit hutang, dan kasus-kasus bunuh diri yang lain.
Banyaknya kasus bunuh diri ini sangat meresahkan karena tak sedikit orang yang tidak bisa menyelesaikan masalah internal maupun eksternal dalam hidup mereka sehingga mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup.
Berikut beberapa mindset atau pemikiran positif yang harus dimiliki oleh seseorang sebagai pencegahan bunuh diri:
BACA JUGA: Jangan Drop Out! Ini 5 Solusi Ketika Kamu Salah Pilih Jurusan Kuliah
1. Self Love
Pikirkan masa depanmu, jangan berpikir bahwa setiap masalahmu merupakan akhir dari segalanya. Pentingnya self love atau mencintai diri sendiri merupakan langkah awal pencegahan bunuh diri. Caranya adalah dengan menyelesaikan setiap permasalahan dengan tidak cepat mengeluh.
Misalnya, skripsimu tak kunjung mendapat persetujuan dari dosen pembimbing, terus koreksi setiap kesalahan yang terdapat dalam skripsimu, terus berbenah dan berdiskusi dengan teman tentang skripsimu.
2. Bersikap cuek pada hal-hal tertentu
Jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain terhadapmu. Kamu sendiri yang menentukan arah hidupmu. Tidak perlu susah payah menjadi yang orang lain inginkan. Bertindaklah sesuai ekspektasi dirimu sendiri, bukan ekspektasi orang lain.
3. Menjauhi lingkungan yang toksik
Langkah selanjutnya sebagai pencegahan bunuh diri yaitu menjauhi lingkungan yang toksik dan mengarah pada keburukan. Sebisa mungkin kamu tidak berdekatan dengan orang-orang yang tidak membawa pengaruh baik bagimu. Berkumpulah dengan orang-orang yang menyukai kebaikan. Maka kamu akan menjadi orang yang lebih baik lagi.
BACA JUGA: 6 Langkah yang Harus Dilakukan saat Alami Cyber Bullying, Kamu Tidak Sendiri
4. Memiliki teman curhat
Pentingnya teman curhat yaitu untuk menyampaikan segala keluh kesahmu. Jangan menyimpannya sendiri, berbagi merupakan salah satu cara untuk meredakan stres yang berlebihan. Jika kamu tidak memiliki teman curhat, curhat saja kepada Tuhan. Fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan, semakin dekat kita dengan Tuhan maka semakin besar pula perasaan kita dalam menghargai makna kehidupan.
5. Selalu memikirkan keluarga
Pikirkan nasib orang tua dan keluargamu, betapa sedih dan kehilangannya mereka ketika kamu memutuskan untuk bunuh diri. Kamu adalah masa depan mereka, jangan bersikap egois seolah dunia sudah berakhir ketika kamu mendapat masalah. Selesaikan dengan cara baik-baik.
Sekian 5 mindset yang harus dimiliki dan ditanamkan dalam pikiran kita agar terhindar dari bunuh diri. Selain berdosa, bunuh diri juga berdampak besar. Ada banyak yang kita korbankan seperti orang tua, kerabat, teman-teman, dan orang tercinta.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Penampakan Kim Jong Un Awasi Langsung Uji Coba Drone Bunuh Diri Baru Berbasis AI
-
Misteri Kasus Akseyna yang Trending: Profil, Kronologi Kematian, dan Update
-
Sederet Artis Pilih Childfree, Gitasav sampai Hampir Bunuh Diri Usai Dihujat gegara Ogah Punya Anak
-
Pendidikan Gitasav: Trending usai Cerita Hampir Bunuh Diri Akibat Dibully soal Childfree
-
Gitasav Cerita Alasan Hampir Bunuh Diri: Berawal dari Kiriman Video Ustaz Felix Siauw, Kini Trending di X
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?