Banyak ditemui, orang-orang yang mengelola sebuah usaha mempekerjakan orang yang berasal dari keluarga atau kerabat sendiri.
Hal itu bukanlah hal yang keliru, terlebih jika ditinjau dari sudut pandang untuk membantu kesejahteraan keluarga terdekat.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan memilih kerabat sendiri sebagai pekerja dalam usaha.
1. Kualifikasi
Tak jarang karena alasan mengutamakan kerabat sendiri, seseorang terpaksa menerima pekerja yang tidak memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan. Walau bermaksud baik, namun hal ini bisa memberi efek buruk bagi usaha yang sedang dijalani.
Kualifikasi yang kurang tentunya akan memengaruhi kinerja seseorang. Sementara itu, kinerja pekerja adalah ibarat mesin yang menjalankan kendaraan.
Mesin yang berkualitas buruk tentu bisa membuat kendaraan tidak dapat beroperasi secara maksimal. Demikian juga dengan pekerja yang tak sesuai kualifikasi, dapat membuat usaha jalan dengan tersendat-sendat.
Jika kamu baru memulai usaha, sebaiknya utamakan kepentingan usaha kamu. Hal ini agar usaha kamu cepat berkembang dan kamu pun bisa berbuat banyak untuk kerabat kamu.
Kamu bisa membantunya mengikuti kursus atau pendidikan yang bisa meningkatkan skil-nya. Jika kerabat kamu sudah memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan, tentu kamu akan lebih mudah menempatkannya dalam posisi yang tepat.
Ada orang yang merasa tak perlu berusaha keras untuk disiplin dan bertanggung jawab saat bekerja pada kerabat sendiri. Hal ini kemungkinan disebabkan karena adanya pemikiran bahwa jika berbuat salah, akan mudah dimaafkan atas dasar demi menjaga hubungan baik kekerabatan.
Pastikan kerabat yang kamu pekerjakan memiliki komitmen untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab. Samakan visi bahwa apa yang diupayakan bersama ini akan membawa kebaikan untuk perusahaan dan dirinya sendiri juga.
3. Urusan pribadi dan pekerjaan
Saat mempekerjakan kerabat sendiri, kadang tak mudah memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan. Jika tak konsisten bersikap profesional, masalah pribadi bisa terbawa-bawa ke ranah pekerjaan. Hal ini tentu bisa membuat konflik yang berimbas buruk pada sebuah usaha.
Misalnya saat terjadi pertengkaran karena persoalan keluarga, tentu menimbulkan perasaan tak nyaman yang dapat mengganggu performa pekerjaan.
Demikian tiga hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan mempekerjakan kerabat kamu sendiri dalam usaha yang kamu kelola.
Baca Juga
-
3 Kesalahan saat Mengenakan Pakaian Baru di Tempat Kerja
-
3 Kebiasaan Buruk yang Membuat Meja Kerja Kamu Sering Berantakan
-
5 Tips Mengubah Hobi Membuat Buket Bunga Jadi Uang, Berani Coba?
-
3 Ide Hadiah untuk Seorang Backpacker, Pilih yang Praktis!
-
3 Macam Celebrity Worship, Jangan sampai Kebablasan Memuja!
Artikel Terkait
-
7 Tips Menjadi Dewasa dan Bertanggung Jawab
-
Penerima BSU 2022 Dapat Bantuan Rp600 Ribu, Berikut Kriterianya
-
Upaya KPK Cegah Korupsi di Badan Usaha Milik Daerah Dapat Dukungan
-
Ingin Membuka Usaha, Lakukan 5 Cara Ini untuk Mendapat Modal
-
KemenkopUKM Targetkan 6 Juta Pelaku UMKM Terdampak Kenaikan BBM Terima Bantuan Hibah Rp600.000
Lifestyle
-
Punya Koleksi Merchandise Piala Dunia? Simak 7 Tips Merawatnya Supaya Awet
-
4 Headset Gaming Murah dengan Active Noise Cancellation, Mulai 300 Ribuan
-
HP Vivo Y500 Resmi di Pasar Global: Baterai 8.100 mAh dan Layar AMOLED 1,5K
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia
Terkini
-
Situasi Serba Salah: Antara Opang, Gojek, dan Hak Penumpang
-
Review Jodohku Om-Om: Konflik Tak Seberapa dengan Alur Manis bak Stevia
-
Kesenjangan Literasi AI yang Diam-diam Menciptakan Kasta Baru di Kampus
-
Chainsaw Man Rilis Teaser Anime Assassins Arc dan Umumkan Game Mobile Baru
-
Review The Death of Robin Hood: Saat Sang Legenda Menepi di Pulau Terpencil