Keluarga memiliki arti tersendiri bagi setiap orang. Mungkin ada yang memaknai “keluarga” sebagai sebuah payung yang memberi perlindungan, atau kehangatan yang tak tergantikan.
Namun, apa jadinya jika keluarga yang harusnya menjadi tempat ternyaman bagimu malah terasa begitu menyesakkan? Tidak ada yang bisa memilih lahir di keluarga seperti apa.
Ketika kamu dibesarkan dalam keluarga yang beracun, mungkin kamu cenderung tidak menyadarinya karena menganggap segala tindakan anggota keluarga adalah hal yang wajar. Oleh karena itu, kamu harus berusaha mengenali beberapa tanda umum keluarga toxic. Yuk, simak satu per satu di bawah ini.
1. Mereka Mengendalikanmu
Terdapat perbedaan antara pengasuhan normal dan pengasuhan kontrol. Ketika seorang anggota keluarga mengatur tindakanmu dengan tekanan yang kuat dan membawa efek ketakutan, ini dapat dianggap sebagai upaya pengendalian.
Misalnya, mereka mungkin mencoba mengontrol keputusan kariermu sambil mengklaim sebagai bentuk cinta dan kepedulian.
2. Mereka Selalu Menyalahkanmu
Anggota keluarga yang memiliki perilaku beracun, jarang menyadari bahwa hal yang mereka perbuat adalah salah dan dapat menyakiti orang lain.
Bahkan, ketika terlibat dalam suatu perselisihan, mereka enggan mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang mereka perbuat dan melemparkannya kepada orang lain.
3. Mereka Membuat Ancaman
Memberi ancaman bisa termasuk ke dalam perilaku toxic, karena dapat menyebabkan ketakutan yang nyata atau bahkan traumatis bagi korban.
Apalagi, jika salah satu anggota keluargamu terus-menerus menggunakan ancaman sebagai alat kontrol, ini bukanlah hal yang bisa dinormalisasi dalam keluarga.
4. Mereka Meremehkan Perasaanmu
Keluarga yang baik adalah orang-orang yang akan selalu memihak dan mendukungmu saat berada di titik terendah dalam hidup.
Sementara anggota keluarga toxic, lebih sering meremehkan perasaanmu dengan tidak menyetujui perkataanmu, sekalipun itu benar. Mereka cenderung meyakinkan bahwa kesalahan terletak pada dirimu, alih-alih membantu mengatasinya.
5. Membandingkan Saudara Kandung dengan Cara Ekstrem
Persaingan antarsaudara biasanya terjadi di keluarga yang memiliki lebih dari satu anak. Nah, persaingan ini dapat dilakukan dengan cara yang sehat dan membawa efek positif.
Namun, jika dilakukan secara ekstrem, dapat mengarah pada keluarga toxic. Misalnya saja persaingan ini terjadi dengan membanggakan anak sulung dan terus memojokkan anak bungsu sampai kehilangan rasa percaya dirinya karena tidak bisa unggul dalam segala bidang seperti sang kakak.
Keluarga toxic biasanya sulit untuk dikenali, ditambah bisa membawa banyak kerugian. Oleh karena itu, jika akhirnya kamu mengenali dan sadar tentang pola toxic keluargamu, pertimbangkanlah untuk menghubungi terapis yang dapat membantu.
Baca Juga
-
Ulasan Novel Falling: Akan Ada yang Mencintaimu dalam Bentuk Apa pun Dirimu
-
Ulasan Novel Qing Yun Tai: Kebenaran di Balik Runtuhnya Menara
-
Sinopsis Drama China Story of Kunning Palace Episode 3: Malam Bersalju 4 Tahun Lalu
-
Ulasan Manhwa Cassmire: The Loyal Sword, Terlibat dengan Para Protagonis Pria
-
Ulasan Manhwa Zenith: Agen Rahasia yang Bereinkarnasi
Artikel Terkait
-
Keluarga, Keuangan dan Kesepian Faktor Dominan Orang Indonesia Bunuh Diri
-
Google Bantu Startup Antisipasi Ancaman Siber
-
Ladies Wajib Tahu! 5 Tanda Pria Toxic, Hindari Ya
-
Masalah Keluarga Jadi Penyebab Seseorang Bunuh Diri
-
Daftar Anggota Keluarga Kerajaan yang Terima Gelar Baru Usai Ratu Elizabeth II Meninggal
Lifestyle
-
4 Dark Spot Serum Ampuh Bikin Kulit Glowing dan Bekas Jerawat Auto Memudar
-
5 Fitur HP Ini Bisa Kurangi Mata Lelah saat Nonton Piala Dunia, Sudah Tahu?
-
Kamar Gerah Bikin Susah Tidur? Lakukan 7 Trik Sederhana Ini Agar Tetap Sejuk Tanpa AC
-
5 Rekomendasi Sampo Anti-Jamur dan Ketombe untuk Kulit Kepala Bersih Sehat
-
Minyak dan Jerawat Hempas! 5 Tea Tree Exfoliating Pad untuk Wajah Bersih
Terkini
-
Usung Kisah Emosional William Shakespeare, Hamnet Tayang 6 Juli di Netflix
-
Piala Dunia 2026: Tembus Babak 16 Besar, Kanada Sukses Cetak Sejarah Baru!
-
Belanda, Piala Dunia, dan Predikat Juara Tanpa Mahkota yang Masih Abadi
-
Sinopsis Agent Kim Reactivated, So Ji-sub Taruhkan Nyawa Demi Anak
-
Divorce Attorney Shin: Memahami Perceraian dari Sisi yang Lebih Manusiawi