Dalam dunia perkuliahan, penampilan seseorang bisa menunjukkan dia berkuliah di jurusan apa. Misalnya mahasiswa keguruan pasti penampilannya rapi, berkemeja, sepatu formal, serta mengenakan celana atau rok bahan. Lalu ada mahasiswa bisnis yang penampilannya juga terkesan resmi, anak seni yang stylish, dan lain-lain.
Kemudian, jika kita bicara tentang anak sastra atau mahasiswa sastra, apa hal yang terlintas di pikiranmu? Anak sastra juga memiliki ciri khas yang membuatnya jadi identik dengan hal-hal di bawah ini.
1. Penuh Perasaan
Anak sastra sering dianggap penuh perasaan karena kesenangannya membuat puisi, sehingga dia menjadi manusia yang mudah terbawa perasaan seperti berbelas kasih, bahagia, marah, kesal, dan lain-lain.
2. Peka
Karena kesensitifannya terhadap perasaan, anak sastra juga dianggap sebagai orang-orang yang peka. Bukan hanya peka pada perasaan, tetapi juga peka pada lingkungan disekitarnya, isu sosial, masalah orang lain, dan juga dirinya sendiri. Kepekaan inilah yang kemudian menjadi inspirasi bagi mereka untuk membuat suatu karya. Hebat ya?
3. Puitis
Sebagian besar atau bahkan semua anak sastra itu puitis. Lewat kepekaan rasa yang dia miliki, dia bisa mengubah rasa kecewa, marah, bahagia, dan malunya menjadi sebuah tulisan yang indah dibaca.
Bukan hanya perasaannya saja, yang dirasakan orang lain pun dia bisa tuliskan, coba saja kamu menceritakan kisahmu pada anak sastra, bisa jadi dia akan terinspirasi untuk berkarya lewat cerita yang kamu lontarkan.
4. Penampilan Santai
Anak sastra identik dengan penampilan yang santai dan cuek, kuliah hanya pakai kaos oblong sudah biasa bagi anak sastra. Laki-lakinya juga banyak yang berambut panjang, pokoknya santai dan cuek. Secara penampilan, anak sastra nggak jauh beda sama anak seni.
5. Kutu Buku
Karena banyak berurusan dengan novel, maka nggak salah kalau anak sastra identik dengan kutu buku. Mulai dari membaca, membuat, serta menganalisis karya sastra, tidak membuat mereka lepas dari perpustakaan dan naskah-naskah lama.
Itulah 5 hal yang identik dengan anak sastra. Kalau kamu anak sastra, benarkah anggapan tersebut?
Baca Juga
-
Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola
-
Bukan Aksesori, Ini 6 Fungsi Jam Tangan yang Digunakan Wasit Sepak Bola
-
MotoGP Jerman 2026: Kembali ke Sachsenring, Marc Marquez Siap Juara Lagi?
-
Bukan Hanya VAR, Ini 7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
Artikel Terkait
-
Dear Mahasiswa, Ini 5 Fakta yang Sering Diabaikan oleh Mahasiswa Baru
-
Massa BEM SI Ricuh Gegara Adu Dorong hingga Ribut Mulut dengan Aparat
-
Tebar Ultimatum usai Tuntutan Tak Didengar, BEM SI Kerakyatan Bakal Adili Jokowi di Sidang Rakyat 20 Oktober
-
Demo Mahasiswa di Jakarta Ricuh, Pria Pakai Almamater Mirip UI Ditangkap Polisi
-
Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pasangan Mahasiswa Mengaku Panik Takut Ketahuan Keluarga
Lifestyle
-
6 Sabun Mandi Antibakteri yang Efektif Melawan Kuman Penyebab Bau Badan
-
4 Acne Cleansing Tissue, Solusi Sat-set Bersihkan Makeup dan Lawan Jerawat
-
Cerah Seketika! 5 Rekomendasi Serum Korea Kaya Vitamin C
-
5 Tips Ampuh Memulai Percakapan Saat MPLS, Dijamin Gak Bakal Canggung!
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
Terkini
-
Korupsi dan Seni Menyembunyikan Kekayaan: Saat Asalnya Berhasil Disamarkan
-
Rooney Beri Wejangan Untuk Inggris Jelang Kontra Argentina di Semifinal
-
Singsot: Siulan Kematian, Lebih Panjang dan Lebih Mencekam
-
Park Jung Min Resmi Bintangi Film Biografi Shin Hae Chul Berjudul To You
-
Naoko: Luka Kehilangan Orang Tersayang Dibalut Misteri Tak Masuk Akal