Jika biasanya Keigo Higashino tampil dengan cerita thriller misteri yang mendebarkan, sensasi membaca Naoko terasa berbeda dibanding membaca karyanya yang lain. Karya Keigo yang satu ini lebih fokus pada genre drama psikologis yang berat, dengan pertentangan moral yang sangat terasa.
Identitas Buku
Judul : Naoko
Penulis : Keigo Higashino
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 456 Halaman
Ulasan Lengkap Novel Naoko Karya Keigo Higashino
Berkisah tentang Heisuke yang harus menghadapi kenyataan pahit saat istri dan putrinya mengalami kecelakaan bus tragis yang menewaskan sang istri. Belum selesai keterkejutannya, Heisuke dipaksa menerima keadaan aneh yakni jiwa sang istri yang justru mendiami putri mereka.
Awalnya terasa seru, sedikit kocak saat Heisuke dan Naoko (yang berdiam di tubuh Monami) berusaha menyesuaikan diri satu sama lain. Namun seiring berjalannya waktu, adegan demi adegan yang agak menyerempet moral sedikit membuatku tidak nyaman.
Teka-teki tentang kebenaran di balik kecelakaan bus juga mengantar Heisuke menyusuri masa lalu sang sopir bus yang diduga kelelahan akibat bekerja. Meski demikian, cerita lebih banyak menunjukkan dinamika Heisuke-Naoko yang rumit.
Merasa tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kedua dengan kembali menjadi remaja, Naoko berusaha melakukan yang terbaik dengan tubuh putrinya. Ia belajar dengan giat dengan target masuk fakultas kedokteran.
Sepanjang baca Naoko, aku dibuat penasaran dengan endingnya. Bahkan aku tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di chapter selanjutnya. Sayangnya ending buku ini masih menyisakan pertanyaan besar, pembaca dibuat memilih sendiri untuk percaya pada narasi Heisuke atau tidak.
Saat akhirnya jiwa Monami kembali, Heisuke kembali harus beradaptasi. Rasa duka dan frustrasinya karena bingung menghadapi kenyataan bahwa ia sebenarnya kehilangan istri atau anaknya ini tersampaikan dengan baik ke pembaca. Jujur, aku ikutan frustrasi.
Pesan Moral Novel Naoko
Novel ini memberikan pelajaran kepada kita tentang pentingnya menerima perpisahan dengan orang yang kita cintai dan menghargai hidup yang kita jalani. Buku ini juga mengingatkan orang dewasa untuk tidak mencurahkan keegoisan mereka kepada anak-anak.
Kisah Naoko juga mengingatkan kita untuk menghargai momen-momen sederhana. Sebelum terjadinya kecelakaan, Heisuke sangat menikmati saat-saat sarapan bersama keluarganya. Ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas momen-momen kecil dan kebersamaan dengan keluarga, karena kita tidak tahu kapan hal itu akan lenyap.
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
-
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Artikel Terkait
-
Kafe Ajaib yang Memasak Impian: Fantasi Epik yang Menyuntik Semangat Mimpi!
-
Membongkar Perempuan di Titik Nol: Kisah Nyata yang Lebih Ngilu dari Fiksi
-
Novel Salvation of a Saint: Tragedi Domestik dalam Bingkai Trik Mustahil
-
Black Showman, Novel Misteri Cerdas dengan Twist Tak Terduga
-
Novel The Devotion of Suspect X: Sebuah Upeti untuk Logika yang Salah Jalan
Ulasan
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
Terkini
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan