Hernawan | Latifah ..
Ilustrasi anak bersedih (pexels.com/Misha Voguel)
Latifah ..

Terkadang orang dewasa termasuk para orangtua tidak menyadari bahwa meski anak masih berusia muda tapi mereka sudah bisa memahami emosi seseorang. Termasuk perkataan negatif yang terlontar ketika orangtua mereka sedang marah.

Itulah sebabnya sebagai orangtua harus berhati-hati ketika berinteraksi dengan anak. Dalam kondisi semarah apa pun jangan sampai terucap perkataan yang nantinya bisa meninggalkan luka pada psikologis anak dan memengaruhi pertumbuhannya.

Harus diakui, stres akibat tekanan pekerjaan atau pun berbagai masalah yang dihadapi orangtua kadang bikin ayah bunda jadi emosi. Tapi, sebaiknya hindari kalimat pantangan ini untuk diucapkan, ya. Mari disimak ulasannya lebih lanjut.

1.  “Keluar! Bunda sedang pengin sendiri”

Mungkin maksudnya baik, saat ayah atau bunda sedang marah tidak ingin anak jadi sasaran sehingga butuh waktu sendiri. Tapi, hindari membentak anak dengan perkataan seperti di atas, ya. Hal tersebut dapat membuat anak merasa sebagai pengganggu dan tidak diinginkan orangtuanya. Tentu kamu gak mau si kecil sampai berpikir demikian, bukan?

Saat orangtua butuh waktu sendiri untuk mendinginkan pikiran, bicaralah dengan baik-baik. Misalnya dengan kalimat “Dek, ayah/ibu sedang butuh waktu istirahat sendiri di sini. Adek main di ruang lain dulu, ya”.

2. “Kamu jadi anak gak bisa diharapkan banget, sih!”

Orangtua mana pun pasti ingin anaknya bisa berprestasi. Itu semua demi masa depan mereka yang cemerlang. Tapi, jangan sampai karena ekspektasi terhadap anak yang tinggi malah merusak masa depan anak dengan perkataan yang menyakitkan seperti contoh di atas, ya.

Alih-alih membuat anak makin semangat, ketika anak mendapat nilai tak sesuai harapan dan diberi komentar negatif, hal itu akan merusak kepercayaan dirinya, lho. Dan ini akan berdampak pada prestasi di masa depannya.

3. “Dasar cengeng!”

Ketika anak menangis dan kondisi emosi ayah bunda sedang tidak baik memang bisa membuat stres menjadi-jadi. Meski begitu, tetap dihindari perkataan-perkataan yang nantinya malah melukai anak, ya. Salah satunya dengan melabeli anak cengeng.

Menangis merupakan cara anak dalam menunjukkan emosinya, lho. Anak yang mampu mengelola emosinya dengan baik umumnya akan lebih sehat secara mental nantinya dibanding anak yang terbiasa menekan perasaan akibat sering dimarahi ketika menangis.

4. “Temanmu, tuh, bisa. Masa, kamu sudah diajarin berkali-kali gak bisa?”

Kalimat ini mungkin sering terdengar ya dalam kehidupan sehari-hari? Meski sering ditemui, tapi sebenarnya membanding-bandingkan anak itu jahat dan dapat berakibat buruk pada kondisi psikisnya, lho.

Perlu ayah bunda sadari, tiap anak memiliki kemampuan berbeda-beda. Termasuk dalam menyerap pelajaran. Ada yang cepat, ada yang harus lebih bersabar. Maka, tugas orangtualah untuk membimbing anak dan mengenali potensi mereka. Karena bisa jadi anak yang lemah di bidang tertentu, misalnya matematika, ternyata ia jago sekali di bidang lain.

Nah, itulah beberapa perkataan yang sebaiknya dihindari para orangtua agar tidak malah merusak anak. Semoga bermanfaat.