Hayuning Ratri Hapsari | Leonardus Aji Wibowo
Ilustrasi Flagship Samsung (samsung.com)
Leonardus Aji Wibowo

HP flagship Samsung masih menjadi salah satu perangkat Android premium yang cukup diminati di pasar global. Seri seperti Galaxy S Ultra hingga Galaxy Z Fold dikenal memiliki spesifikasi tinggi, kamera unggulan, hingga fitur berbasis AI yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Namun di sisi lain, harga flagship Samsung juga kerap menjadi perbincangan. Tidak sedikit pengguna menilai harga perangkat premium Samsung kini semakin tinggi dan mulai sulit dijangkau, terutama untuk seri Ultra dan ponsel lipat.

Karena itu, kehadiran HP refurbished resmi dari Samsung menjadi hal yang cukup menarik untuk diperhatikan. Apalagi selama ini pasar refurbished premium lebih banyak identik dengan iPhone bekas atau program refurb milik Apple.

Kini, Samsung mulai ikut masuk ke pasar tersebut lewat program bernama “Certified Re-Newed”. Program ini membuat pengguna bisa membeli perangkat flagship dengan harga lebih rendah tetapi tetap melalui standar resmi perusahaan.

Melansir Samsung Global pada Senin (18/5/2026), Samsung memperluas program Galaxy refurbished resminya ke sejumlah negara seperti Inggris, Jerman, dan Prancis. Sebelumnya, program tersebut lebih dulu hadir di Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Program ini memungkinkan pengguna membeli perangkat Galaxy bekas pakai yang telah diperiksa ulang langsung oleh Samsung sebelum dijual kembali ke pasar. Samsung juga menyebut perangkat tersebut telah melalui pengujian kualitas serta menggunakan komponen asli.

Selain itu, perangkat yang masuk program Certified Re-Newed disebut telah melalui proses sistem yang di-reset ulang dan mendapat garansi resmi selama satu tahun. Beberapa model yang masuk program ini mencakup lini flagship seperti Galaxy S Ultra hingga Galaxy Z Fold dan Z Flip.

Samsung melalui situs resminya di Amerika Serikat juga mulai menampilkan harga perangkat refurbished flagship mereka. Galaxy S24 Ultra Certified Re-Newed varian 256GB misalnya dijual mulai 1.019 dolar AS atau sekitar Rp16 jutaan, sedangkan Galaxy S24+ mulai 799 dolar AS dan Galaxy S24 reguler mulai 619 dolar AS.

Harga tersebut menjadi salah satu hal yang cukup menarik perhatian pengguna karena perangkat flagship Samsung terbaru biasanya menyentuh angka belasan hingga puluhan juta rupiah saat pertama kali dirilis. Kehadiran program ini membuat pengguna memiliki alternatif baru untuk merasakan pengalaman flagship tanpa harus membeli unit baru dengan harga penuh.

Selain faktor harga, Samsung juga menyebut program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mengurangi limbah elektronik atau e-waste. Langkah tersebut dilakukan melalui penggunaan ulang perangkat yang masih layak pakai sebagai bagian dari tren circular economy yang mulai diterapkan banyak perusahaan teknologi global.

Meski begitu, program Galaxy refurbished resmi Samsung saat ini masih belum tersedia secara resmi di Indonesia. Di sisi lain, sebagian pengguna juga masih memiliki kekhawatiran soal umur baterai, status perangkat yang bukan unit baru, hingga harga refurbished yang di beberapa kasus dinilai masih cukup dekat dengan unit baru.