Kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari tanpa sadar akan membentuk identitas pada diri kita. Apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak pada masa depan. Karenanya, kita harus bijak dalam membangun kebiasaan. Jangan biarkan kebiasaan buruk terus berlanjut.
Salah satu dampak negatif jika kita membiarkan kebiasaan buruk terus berlanjut adalah mental kita jadi teracuni. Akibatnya, kita sering merasa stres, tidak berharga, insecure, selalu kurang, dan berbagai perasaan serta emosi negatif lainnya.
Berikut ini adalah beberapa kebiasaan buruk yang harus kita hindari dan hentikan agar tidak meracuni mental kita lebih lanjut.
1. Tidak pernah melakukan me time
Me time merupakan salah satu faktor yang harus kita perhatikan. Melalui me time, kita bisa mengembalikan energi kita yang sempat terkuras setelah melakukan pekerjaan atau kegiatan yang cukup padat. Jangan meremehkan me time karena orang yang terus menerus bekerja atau melakukan kegiatan tanpa istirahat, perlahan akan merasakan dampak negatif baik terhadap tubuh maupun mentalnya.
2. Kebiasaan menunda-nunda
Kebiasaan selanjutnya yang harus kita hindari dan perbaiki adalah kebiasaan menunda-nunda. Kebiasaan ini dapat mempengaruhi pribadi serta watak kita. Karena terbiasa menunda-nunda sesuatu, kita jadi orang yang tidak memiliki pendirian, mudah goyah, hingga tidak memiliki kedisiplinan diri.
3. Jarang berinteraksi dengan orang lain
Manusia adalah makhluk sosial, sehingga sudah menjadi kewajiban kita untuk bersosialisasi dan mebangun hubungan dengan orang lain. Orang yang terlalu mengisolasi dirinya hanya akan berakhir pada perasaan sepi dan kesendirian. Hal ini akan membuat ia menjadi mudah tertekan, merasa tidak dihargai, hingga merasa tidak memiliki siapapun untuk diajak berkomunikasi.
4. Jarang istirahat dan kurang tidur
Kebiasaan jarang istirahat dan kurang tidur tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat meracuni mental seseorang. Orang yang kurang tidur dan tidak sempat beristirahat akan mudah marah, meledak-ledak, serta tidak bisa mengontrol emosi dengan baik.
5. Sering bermalas-malasan
Kebiasaan terakhir yang harus kita hindari dan hentikan adalah kebiasaan sering bermalas-masalan atau bahasa gaulnya adalah mager. Hal ini hanya akan membuat kita menjadi lesu, tidak bertenaga, mudah lelah, serta banyak tugas atau kegiatan yang terbengkalai begitu saja.
Itulah lima kebiasaan buruk yang harus kita hindari dan hentikan agar tidak meracuni mental kita lebih lanjut. Hidup yang baik adalah hidup yang seimbang, baik secara mental serta secara fisik. Jangan remehkan yang satu karena keduanya saling memengaruhi.
Tag
Baca Juga
-
Ikuti Perjalanan Hampa Kehilangan Kenangan di Novel 'Polisi Kenangan'
-
3 Novel Legendaris Karya Penulis Indonesia, Ada Gadis Kretek hingga Lupus
-
Geram! Ayu Ting Ting Semprot Netizen yang Hujat Bilqis Nyanyi Lagu Korea
-
Haji Faisal Akui Sempat Syok dengan Konten Atta Halilintar yang Disebut Netizen Sentil Fuji
-
Outfit Bandara Seowon UNIS Jadi Sorotan, K-netz Perdebatkan Usia Debut
Artikel Terkait
-
Baik Bagi Jiwa, Kemenkes Paparkan Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kesehatan Mental
-
Kemenkes: Puasa Ramadan Bisa Redakan Stres dan Kecemasan, Bila Dilakukan dengan Benar
-
Fenomena Second Account: Solusi Gen Z Hadapi Tekanan Media Sosial
-
Ekoterapi: Pentingnya Ruang Hijau Bagi Kesehatan Mental Masyarakat
-
7 Ide Kegiatan Valentine Buat yang Single, Saatnya Me-Time Sepanjang Hari!
Lifestyle
-
Rezeki Nomplok di Depan Mata, 3 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan Besar di 2026
-
4 OOTD Layering Ala Bae In Hyuk, Minimalis tapi Tetap Fashionable
-
4 Hybrid Sunscreen SPF 35, Penyelamat Kulit Berminyak Atasi Jerawat dan PIE
-
5 Jajanan Korea Favorit untuk Buka Puasa, Manis dan Menggoda Selera
-
Minimalist Boy Style! 4 Daily Outfit ala Jinyoung GOT7 yang Wajib Ditiru
Terkini
-
Range Rover Autobiography Rp8,5 M Jadi Mobil Dinas Gubernur Kaltim
-
Hukuman Pelaku atau Perbaikan Sistem? Menolak Narasi "Oknum" yang Berulang
-
BLACKPINK Bawa Pesan Keberanian dan Persatuan di Comeback Lagu Terbaru, Go
-
Antara Idealisme dan Uang: Realita Pembajakan Buku dalam Selamat Tinggal
-
Frieren: Beyond Journey's End Season 2, Musim yang Lebih Emosional dan Sepi