Mertua memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat yang dimiliki mertua pasti sangat berpengaruh dalam kehidupan rumah tangga anak dan menantunya. Beruntung jika memiliki mertua yang sifatnya baik karena akan membuat kehidupan rumah tangga menjadi mudah untuk bahagia.
Namun, tidak sedikit cerita menantu yang memiliki mertua yang sifatnya kurang baik atau bahkan toxic. Sifat toxic dari mertua tentu membuat kita menjadi tidak nyaman bahkan dapat menganggu keharmonisan runah tangga. Sifat toxic ini bisa bermacam-macam bentuknya. Mulai dari meremehkan menantu, suka ikut campur, dan lain sebagainya.
Kita perlu bijak dalam menghadapi mertua yang toxic. Karena jangan sampai kita terpancing emosi dan menimbulkan masalah, namun di sisi lain kita juga perlu membela diri. Berikut ini adalah 4 tips yang bisa dilakukan untuk menghadapi mertua yang toxic.
1. Banyak Bersabar
Bagaimanapun juga, mertua juga merupakan orang tua kita juga. Terlebih anaknya sudah menjadi pasangan kita. Oleh sebab itu kita perlu menghormatinya. Maka dari itu ketika mertua memiliki sifat yang toxic, terlebih dahulu kita harus banyak-banyak bersabar.
Jangan sampai kita terpancing emosi karena sifat toxic mertua. Karena emosi justru bisa menimbulkan masalah yang lebih besar. Selain itu sifat toxic mertua juga coba kita maklumi sebagai sifat orang tua yang ingin mengatur anaknya.
2. Bicarakan dengan Pasangan
Ketika kita tidak nyaman dengan perilaku mertua yang toxic, jangan sungkan untuk membicarakan hal tersebut dengan pasangan kita. Karena sebagai anaknya sendiri, pasangan kita jauh lebih mengenal sifat dari mertua kita. Selain itu bisa juga dibicarakan solusi yang tepat untuk menyikapi kondisi tersebut. Dengan begitu, kita tidak menghadapinya sendirian.
3. Jangan Melawan Langsung
Ketika mertua kita bersikap toxic dan mrmbuat kita merasa tidak nyaman, jangan melawan atau melakukan konfrontasi secara langsung. Karena biasanya konfrontasi langsung itu muncul karena emosi dan tidak diiringi pertimbangan yang matang. Dikhawatirkan tindakan yang kita lakukan justru menimbulkan masalah yang lebih besar.
4. Bicarakan Baik-Baik
Komunikasi yang baik antara mertua dan menantu sangat penting. Namun banyak yang kesulitan untuk menjalinnya. Baik karena canggung atau lain sebagainya. Padahal, kita bisa menyikapi sifat toxic mertua dengan membicarakannya baik-baik. Sampaikan bahwa kita tidak nyaman dengan perlakuan yang diberikan oleh mertua. Diharapkan mertua kita bisa mengerti dan merubah sifatnya.
5. Sesekali Keluar Rumah
Ketika memiliki mertua yang toxic yang tinggal bersama kita, maka rumah menjadi tidak nyaman. Untuk itu tidak masalah jika kita sesekali keluar rumah untuk menenangkan diri dan menyegarkan pikiran. Hal tersebut bisa meringankan beban yang kita rasakan.
Itulah 5 cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi mertua yang toxic. Selamat mencoba!
Baca Juga
-
Merenungkan Makna Hidup Melalui Novel Khutbah di Atas Bukit
-
Viral Isi Minyakita Hanya 750 ML, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Mobil Terendam Banjir? Cegah Kerusakan dengan 5 Tips ini
-
Bapak Presiden, Buzzer adalah Musuh Besar Pendidikan Kita
-
Juara eAsian Cup, Berikut ini Profil 3 Pemain Timnas eFootball Indonesia
Artikel Terkait
-
Datang ke Rumah Sakit Bareng Suami, Viral Wanita Justru Temani Mertua Melahirkan Bayi Kembar
-
5 Dampak Toxic Relationship bagi Kesehatan Mental
-
Hati-Hati! 5 Zodiak Ini Paling Rentan Jadi Pasangan Toxic dalam Hubungan Asmara
-
4 Ciri-Ciri Mertua Toxic, Selalu Menyalahkan!
-
4 Tips agar Mertua Bersikap Baik, Bikin Betah!
Lifestyle
-
4 Padu Padan Daily OOTD ala Go Youn Jung, Gaya Simpel tapi Classy!
-
4 Physical Sunscreen Vegan Terbaik untuk Kulit Sensitif dan Mudah Breakout
-
4 Sunscreen Glutathione Lawan Kulit Kusam dan Penuaan Dini Akibat Sinar UV
-
4 Serum Lokal dengan Ginseng Efek Anti-Aging Atasi Kulit Kendur dan Kerutan
-
Bukan Kaleng-Kaleng! 5 HP 1 Jutaan Ini Masih Layak Buat Gaming
Terkini
-
Cha Eun-woo Terjerat Skandal Pajak 20 Miliar Won, Shinhan Bank hingga Abib Hapus Iklan
-
Rantang Kuning di Lempuyangan
-
Nostalgia Film 5 cm: Antara Keindahan Mahameru dan Kekuatan Persahabatan
-
Burung-Burung Rantau: Gagasan tentang Manusia Pasca-Indonesia
-
Saat Sekolah 'Pindah' ke Mall: Serunya Open House Mutiara Persada 2026