Sebuah jalinan persahabatan akan makin erat jika saling menguatkan dan saling mendukung. Biasanya dalam persahabatan erat, jika satu diantaranya sedang mengalami kesulitan maka rekan sahabat yang lain tak sungkan untuk membantu.
Namun uniknya dalam sebuah persahabatan ada saja yang mencari keuntungan dari rekannya yang secara ekonomi lebih mapan. Tak masalah memang, asal tahu diri dan bisa memberikan timbal balik yang positif.
Biasanya dalam lingkar pertemanan yang baik, menghabiskan akhir pekan di tempat tongkrongan bersama para sahabat adalah hal yang umum.
Terkadang, grup persahabatan ini sudah memiliki tempat nongkrong tersendiri untuk sekedar mengobrol lepas sampai saling berkeluh kesah atas masalah-masalah yang dihadapi.
Tentunya walau secara pribadi sudah sangat dekat sebagai sahabat, kita perlu menjaga kualitas obrolan agar tidak menjurus kepada perdebatan yang sebetulnya tak perlu dibawa ke meja tongkrongan.
Berikut 4 perdebatan yang harus kalian hindari saat sedang berkumpul dengan para sahabat, agar tidak tercipta suasana panas di meja tongkrongan.
1. Debat soal agama
Waduh, walau kamu mulai tobat dan ingin memperbaiki kualitas hidup, jangan pernah deh membawa obrolan soal agama di meja tongkrongan.
Alih-alih mau berdakwah dan mengajak sahabat kepada jalan kebaikan, malah berujung perdebatan karena saling merasa paling benar soal narasi beragama.
Jika kamu hanya sekedar ingin mengemukakan pendapat, sebaiknya dengan cara yang tepat dan tidak menyinggung perasaan sahabat kamu apalagi jika dia berbeda keyakinan.
2. Debat soal politik
Sudah deh, tak usah bawa-bawa bahasan politik di meja tongkrongan, pasti ujung-ujungnya debat kusir. Sudah cukup Pilpres 2019 lalu membuat banyak jalinan persahabatan terputus dan tak saling sapa hingga saat ini, gara-gara beda pilihan politik.
3. Debat soal tradisi suku
Ini berpotensi saling mengejek kebiasaan tradiri tertentu. Walau bermula dari candaan dan sedikit ejekan, biasanya akan berujung perdebatan yang membuat suasana tongkrongan jadi panas.
4. Menyinggung soal utang
Memang hak kamu menagih sahabat yang lupa membayar utang, karena itu uang kamu. Mungkin tepatnya mengingatkan saja. Namun jangan sampai kamu ingatkan dia soal utang saat sedang asyik bercanda dan santai dalam sebuah tongkrongan yang ramai. Hal ini bisa membuatnya malu, dan muncullah perdebatan yang sengit di antara kalian.
Hal-hal mendasar di atas memang sebaiknya dihindari saat sedang bercengkerama dengan seluruh sahabat dekat. Ingat, setelah keluargamu, sahabatlah yang akan peduli jika kamu dalam masa sulit.
Baca Juga
-
Adu Prestasi Bunga Zainal vs Ria Ricis di Dunia Entertainment, Siapa yang Lebih Unggul?
-
Marak Konten Kontroversial, Apakah Semua Salah Ria Ricis?
-
5 Negara dengan Gaji Tukang Sampah Fantastis, Bisa Bikin Kamu Iri!
-
4 Pesona Cantiknya Nafa Urbach yang Blusukan Masuk Kampung di Magelang
-
Konser Tahun Baru di Labuhan Bajo, Personil GIGI Pamer Pemandangan Indah
Artikel Terkait
-
Sahabat Nikita Mirzani Beberkan Nominal Kerugian Materil yang Dialami oleh Dito Mahendra
-
Ungkap Masa Lalu, Raffi Ahmad dan Baim Wong Ternyata Pernah Bertengkar Gara-gara Uang
-
Nikita Mirzani Ditahan, Komentar Sahabat: Ruginya Nggak Seberapa, Diperlakukan Kaya Penjahat Kelas Kakap
-
Meriah Dihadiri Sahabat dan Mantan, 5 Momen Anya Geraldine Rayakan Ultah Pacar
-
Fitri Salhuteru Ungkap Alasan Nikita Mirzani Teriak-teriak sebelum Ditahan
Lifestyle
-
Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Vivo X500 Pro Max Siap Bikin Fotografi Ponsel Makin Gila, Bawa Kamera 200MP
-
Jangan Habiskan Long Weekend di Rumah Saja, 8 Film Indonesia Ini Siap Temani Liburanmu!
-
4 Micellar Water Formula Low pH, Angkat Kotoran Kulit Kering Tanpa Ketarik
-
Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an
Terkini
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les