Tolong menolong dalam kehidupan sosial adalah suatu bentuk nilai kemanusiaan yang harus diajarkan pada anak sejak dini. Karena itu orang tua sepatutnya mengajarkan anaknya sifat mulia tersebut.
Orang tua sebagai role model bagi anaknya, tentu harus membiasakan anak untuk menolong sesama dengan mencontohkan hal yang sama ketika di rumah, sehingga anak menjadi terbiasa dan paham makna tolong menolong sesungguhnya.
Lalu bagaimana cara menumbuhkan sifat penolong pada anak agar ia semakin paham makna dari nilai kemanusiaan tersebut? Dilansir dari Baby Wise Mom berikut adalah rangkumannya.
1. Menjadi contoh
Seperti yang dibahas sebelumnya, orang tua adalah role model bagi anaknya tentu harus mencontohkan terlebih dahulu sifat penolong kepada anak.
Jika anak sedang merasa kusulitan atau membutuhkan bantuan, datang segera untuk membantu sambil katakan padanya untuk tidak melupakan kata "tolong" ketika meminta bantuan.
BACA JUGA: Suka Pamrih, Ini 4 Tanda Seseorang Tidak Tulus Menolong
2. Minta anak melakukan sesuatu
Menyapu rumah mungkin hal yang tidak terlalu sulit untuk dilakukan anak, Anda bisa meminta anak melakukan sesuatu seperti menyapu sambil mencontohkan dengan cara menyapu juga.
Dari membantu menyapu tersebut, anak Anda mulai mengerti makna saling tolong menolong.
3. Lakukan kegiatan secara bergantian
Agar anak merasa tidak sendiri dan merasa penasaran dengan pekerjaan yang Anda lakukan, cobalah bergantian dengan anak saat Anda menyiram tanaman misalnya, dengan begitu jika Anda melakukan pekerjaan lain, anak tidak ragu untuk melakukannya juga. Dari sinilah sifat penolong anak mulai timbul.
4. Jangan terlalu memaksa pekerjaan berat
Anak tetaplah manusia kecil yang belum sepenuhnya mengerti tentang apa yang dilakukannya, karena itu sesuaikanlah porsinya sesuai dengan umur anak Anda, yang terpenting ialah anak paham mengenai tolong menolong pada sesama.
BACA JUGA: 5 Etika Menolong Orang lain, Lakukanlah yang Terbaik!
5. Ucapkan terima kasih
Yang terpenting dari semua pembelajaran moral adalah jangan lupa ucapkan terima kasih walau pada anak sekalipun. Sehingga jika suatu saat ia ditolong seseorang, kata "terima kasih" akan selalu ia ingat.
Kebaikan yang ditanamkan sejak dini akan membuat anak terbiasa dan ingat hingga ia dewasa, jangan ragu untuk melibatkan aktivitas apapun dengan sang anak.
Namun tetaplah ingat agar memberikan sesuai porsinya, dengan begitu sifat penolong pada anak akan muncul secara perlahan dan pasti. Selamat mencoba ya parents!
Baca Juga
-
Terungkap! Motif Armor Toreador Lakukan KDRT ke Cut Intan Nabila, Polisi Dalami Kasus
-
Video Detik-detik Penangkapan Armor Toreador Usai Viral Lakukan KDRT pada Cut Intan Nabila
-
Armor Toreador Terlilit Utang Miliaran Rupiah, Alvin Faiz Jadi Korban
-
Kartika Putri Murka Disebut Hijrah karena Takut Ketahuan Prostitusi: Fitnahan Terkejam!
-
Selebgram Cut Intan Nabila Alami KDRT, Unggahan Sebelumnya Diduga Jadi Kode
Artikel Terkait
-
ISI LENGKAP Surat Cinta Anak SD Viral Tanpa Sensor Viral di TikTok dan Twitter: Jangan Kaget, Ada Bahasa Cabul!
-
Denise Chariesta Bongkar Perselingkuhan Artis Inisial AD dengan RA, Warganet: Ayu Dewi dan Raffi Ahmad?
-
Kaesang Pangarep Buat Kesal Gibran Rakabuming Gara-gara Tak Pulang-Pulang
-
Jawaban Adem Heru Budi Usai Dituding Menghina Warga Betawi Gegara Copot Sekda Marullah
-
Seorang Lansia di Sukabumi Mengakhiri Hidupnya dengan Gantung Diri
Lifestyle
-
5 Pilihan Kemeja Koko untuk Tampil Rapi saat Ibadah dan Bekerja
-
5 Spot Belanja Pakaian Lebaran yang Ramah Kantong di Jakarta
-
Cute to Classy Look, 4 OOTD Mini Dress ala Karina aespa yang Wajib Dicoba!
-
4 Moisturizer Korea Collagen untuk Kulit Auto Kencang, Elastis, dan Glowing
-
4 Rekomendasi HP Tahan Banting 2026, Material Tangguh Spesifikasi Gahar
Terkini
-
Ramadan Mengajarkan Melepas dan Sabar Bahkan dari Alas Kaki Bernama Sandal
-
Keajaiban Sedekah! Cara Tuhan Menjawab Doa Lewat Tangan Orang Lain
-
Sarimbitan: Seni Menyamarkan Cicilan di Balik Baju Kembaran
-
Jangan Asal Es Buah! Ini Cara Buka Puasa yang Benar Menurut Dokter Tirta
-
Belajar Sabar Lewat Klakson dan Bayang Gedung Megah: Surat Cinta Seorang Perantau untuk Jakarta