Anak adalah tanggung jawab orang tua. Salah satu tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh orang tua adalah memberikan mereka pendidikan yang baik dan juga layak. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan dana pendidikan anak supaya maksimal tetapi tetap dalam kemampuan finansial.
Sebagian orang tua mungkin sedang cemas menyiapkan biaya masuk sekolah atau biaya kuliah anak. Menurut sebuah riset pada tahun 2016 yang lalu, ternyata proyeksi biaya membesarkan anak dari lahir hingga mereka berusia 21 tahun atau usia lulus kuliah dan siap kerja ternyata bisa mencapai 3 milyar rupiah.
BACA JUGA: 7 Pendidikan Seksual yang Wajib Diberikan Orang Tua pada Anak Sejak Dini
Hal ini belum termasuk jika anak mengalami drama merasa salah jurusan atau tidak mau kerja karena tidak sesuai dengan passion yang dimiliki sehingga masih bergantung kepada orang tua.
Kita sebagai orang tua harus mempunyai gambaran untuk bersiap-siap dan berencana dengan sebaik-baiknya untuk membuat dana pendidikan anak. Dana pendidikan anak seharusnya argonya sudah jalan sejak anak masih dalam kandungan. Untuk menghadapi argo yang terus berjalan tersebut kita bisa menabung dan berinvestasi.
Lalu bagaimana cara mengumpulkan dana pendidikan anak?
1. Tentukan pilihan sekolah
Orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tapi perlu diingat untuk menyesuaikannya dengan kemampuan finansial kita. Lakukan riset terlebih dahulu berapa nomianal untuk uang pangkal, uang ekskul, uang kegiatan non formal maupun biaya pergaulan sosialnya.
2. Hitung kebutuhan dana pendidikan dengan bantuan kalkulator dana pendidikan
Orang tua bisa menghitung berapa total biaya yang perlu disiapkan sesuai dengan tahun masuk sekolah anak-anak kelak. Jangan lupa tingkat inflasi bisa bervariasi antara 5% per tahun bahkan ada juga sekolah yang naik hingga 20% per tahunnya.
BACA JUGA: 5 Pelajaran Hidup yang Kamu Dapatkan Setelah Lulus Sekolah
3. Mulai menabung dan berinvestasi dengan aset yang tepat
Kita bisa menggunakan reksadana yang jenisnya disesuaikan dengan jangka waktu investasi. Selain itu kita juga bisa menggunakan emas atau SBN retail yang sesuai dengan profil resiko orang tua dan juga kemampuan berinvestasi.
Untuk jangka waktu 2 tahun, kita bisa menggunakan tabungan pendidikan jika memang masih awam terhadap investasi. Jika sudah lebih paham bisa menggunakan reksadana pasar uang.
Namun, jika dana pendidikannya dibutuhkan untuk 2-8 tahun lagi maka pilihannya pun dapat berganti. Contohnya seperti menggunakan SBN retail, emas, dan reksadana. Reksadana ini dapat kita sesuaikan dengan jangka waktunya.
Selain itu, kita juga bisa menyiapkan dana beasiswa kuliah anak yang dikumpulkan dari uang THR, angpao, atau uang mentah yang didapatkan anak-anak kita. Uang tersebut harus benar-benar dikumpulkan dan disimpan. Tujuannya supaya saat kuliah, anak mendapat dana tambahan untuk mempermudah kuliahnya kelak.
Sementara untuk uang bulanan sekolah, pembelian buku, seragam, dan lain-lain adalah hak anak yang menjadi tanggung jawab orang tua dan hal ini disiapkan setiap bulannya.
Kita sebagai orang tua hanya bisa berencana dan mengusahakan yang terbaik. Semoga cara di atas dapat membantu ayah dan bunda mempersiapkan dana pendidikan untuk anak.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
5 Hal yang Terjadi Pada Tubuh saat Keracunan Sianida, Ada pada Wayan Mirna?
-
Jangan Takut, Inilah 5 Alasan Seseorang Tidak Boleh Membatasi Diri!
-
Selain Membuat Nyaman, Ternyata Ini 5 Manfaat Pelukan Bagi Kesehatan Mental
-
Awas Tertukar, Ini 3 Perbedaan Baking Soda dan Baking Powder
-
Selain Mengatasi Jerawat, Ini 4 Manfaat Salicylid Acid untuk Kesehatan Kulit Wajah
Artikel Terkait
-
Bukannya Tobat, Empat Pria Paruh Baya di Banyumas Cabuli Anak 12 Tahun Hingga Hamil, Korban Dijanjikan Uang Rp20 Ribu
-
Saking Ketakutan Sosok Sambo, Terdakwa Arif Rahman Nangis di Sidang: Ajudan Aja Bisa Dibunuh, Gimana Saya Gak Kepikiran
-
Ruben Onsu Jaga Anak-anak di Kamar, Betrand Peto Bangunin Sarwendah yang Tidur di Bangku, Lalu Terjadilah Hal Ini
-
Menolak Bercinta, Ferry Irawan Bagikan Link Foto-Foto Venna Melinda Belum Berhijab sampai Singgung Dosa Jariyah
-
Polisi Telusuri Jejak Digital Penculik dan Pembunuh Anak di Makassar
Lifestyle
-
4 Brightening Micellar Water, Anti-Ribet Angkat Kotoran dan Bikin Cerah
-
Lewat Festival Lab Belajar Ibu, Tiga Perempuan Bagikan Makna Kesuksesan yang Beragam
-
5 TWS Affordable di Bawah Rp200 Ribu yang Tahan Seharian
-
Xiaomi Pad 9 Pro Max Dibanderol Mulai Rp11 Jutaan, Usung Chip Xring O3 dan Baterai 12.000 mAh
-
iQOO Neo 12 Siap Mengguncang Pasar, Layar 185 Hz dan Baterai 9.000 mAh Jadi Senjata Utama
Terkini
-
Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?
-
Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu
-
Perjamuan Arwah: Ketika Keinginan Manusia Menuntut Harga yang Mengerikan
-
Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang
-
Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen