Apa yang ada di pikiran kamu saat mendengar genre film musikal? Mungkin, judul-judul seperti Pitch Perfect atau High School Musical muncul sebagai top of mind. Premisnya, sekelompok lelaki dan wanita muda (atau anak-anak) bernyanyi dengan riang gembira untuk memenangkan kontes paduan suara.
The Singers, sebuah film pendek yang rilis tahun 2025, hadir sebagai pembeda. Alih-alih lelaki dan wanita muda dengan paras rupawan yang bernyanyi, film ini menampilkan orang tua dan kakek-kakek dengan suara emas!
Film ini menarik perhatian saya setelah muncul sebagai salah satu nominasi Best Live Action Short Film dalam gelaran Academy Awards ke-98. The Singers pertama kali tayang di South by Southwest Film & TV Festival 2025 secara terbatas. Netflix membeli hak siarnya pada tahun 2026, dan tayang perdana melalui platform streaming online pada 13 Februari lalu di seluruh dunia.
Plot The Singers: Kontes Adu Nyanyi demi 100 Dolar
The Singers mengambil latar sebuah bar di musim dingin. Bar tanpa nama itu tidak istimewa dengan pelanggan yang rata-rata adalah lelaki dewasa. Sebagian pelanggan bercerita tentang kehidupan, sisanya asyik menenggak bir sambil melamun.
Seorang lelaki muda muncul dan menyebut dirinya bisa bernyanyi lebih baik daripada semua orang di bar itu. Bartender menegurnya, dan menyebut seorang lelaki tua yang tampak renta merupakan penyanyi terbaik di bar sebelum dia sakit. Selembar uang kertas 100 dolar jadi hadiah, boleh diambil oleh siapa pun yang memiliki suara terbaik di bar tersebut. Para pelanggan mengikuti tantangan bernyanyi demi mendapat 100 dolar. Rupanya, lagu yang dinyanyikan memiliki arti personal bagi masing-masing peserta.
Analisis: Di Balik Pria yang Tidak Pernah Bercerita
Sebuah film musikal biasanya memiliki lagu tentang cinta yang berbunga-bunga atau optimisme meraih harapan dan impian. Di The Singers, tidak ada lagu seperti itu. Lagu-lagu yang dinyanyikan merupakan keresahan setiap pelanggan: anak muda yang dikhianati kekasih, lelaki renta yang menanti ajal, hingga seseorang yang kehilangan pasangan hidup tercinta. Semuanya dinyanyikan dengan baik, namun dibungkus suasana bar yang gelap. Di akhir film, terlihat para pelanggan berpelukan dan bartender menitikkan air mata.
Film ini menggambarkan betapa sulitnya lelaki mengekspresikan kesedihannya. Mereka hanya diam, bahkan cenderung enggan bercerita meskipun ditanya. Butuh tantangan hingga dorongan yang besar (seperti uang 100 dolar di film ini) untuk membantu mengeluarkan perasaannya. Itu pun dalam bentuk lagu.
Sutradara Sam A. Davis berhasil membuat The Singers menjadi film pendek yang memikat. Selain kekuatan cerita, teknik pengambilan gambar yang fokus pada wajah masing-masing aktor menambah nilai autentik; wajah-wajah lelaki yang menanggung beban tapi tidak bisa bercerita. Latar bar yang mellow dan cenderung gelap di awal film juga menambah kesan dingin dan hampa. Namun, "kegelapan" ini perlahan-lahan berganti menjadi lebih terang dan hangat saat lampu menyorot aktor yang sedang bernyanyi.
The Good and The Bad
Dua hal spesial menarik perhatian saya dari film ini. Pertama, film ini merupakan adaptasi dari cerita pendek karya Ivan Turgenev, seorang sastrawan kenamaan Rusia, yang terbit pada tahun 1852. Saya penasaran seperti apa kira-kira adaptasi cerpen yang terbit lebih dari 170 tahun lalu itu.
Kedua, para aktor di film rupanya bukanlah aktor profesional melainkan musisi dari berbagai genre. Soal kepiawaian bernyanyi tidak perlu diragukan. Michael Young sebagai bartender adalah kontestan America's Got Talent musim ke-12. Sementara Chris Smither sebagai lelaki tua, merupakan musisi blues dengan lebih dari 10 album. Tak hanya bernyanyi, mereka juga bisa memainkan peran dengan baik tanpa terlihat tegang dan kaku.
Kritik untuk film ini terletak pada durasi. Saya merasa durasi 18 menit kurang cukup untuk mengeksplorasi para karakter. Ada satu karakter yang berpotensi keluar sebagai juara, tetapi saat baru mulai bernyanyi, film sudah selesai. Saya merasa jika film ini dibuat versi film panjang, mungkin 90 atau 100 menit, akan lebih menarik. Setiap lagu yang dinyanyikan merupakan curahan hati terselubung; akan sangat menarik jika masing-masing karakter diperdalam ceritanya.
Namun, kekurangan ini tidak membuat The Singers menjadi tidak istimewa. Film ini sangat cocok ditonton oleh para lelaki yang merasa kesulitan untuk berekspresi. Atau, jika kamu penikmat film musikal namun ingin mencari sesuatu yang berbeda, film ini juga cocok untukmu.
Identitas Karya
- Judul: The Singers
- Sutradara: Sam A. Davis
- Tahun Rilis: 2025
- Genre: Musikal
- Durasi: 18 menit
Baca Juga
-
Sisi Tragis Kehidupan Bujang di Novel Pulang Karya Tere Liye
-
Kalau Dipikir-Pikir, Ini 5 Alasan Monkey D Garp Masih Bertahan di Angkatan Laut
-
Ketukan Tiga Kali dari Balik Dinding
-
Motivasi Menulis untuk Calon Penulis: Buku Menjual Gagasan dengan Tulisan
-
Xiaomi Bakal Pamer Mobil Super Bertajuk Vision Gran Turismo di MWC 2026
Artikel Terkait
-
Review Film The Last Supper: Drama Rohani yang Sederhana dan Menyentuh Iman
-
Review Film The Secret Agent: Kisah Thriller Rezim Orde Baru Brasil
-
Review Film CAPER: Amanda Manopo Ungkap Sisi Kelam Teror Pinjol Ilegal
-
Review Film AIU-EO Macam Betool Aja: Komedi Romantis Khas Medan yang Penuh Tawa
-
Film Late Shift: Malam Panjang Perawat yang Melelahkan dan Penuh Empati
Ulasan
-
Sisi Tragis Kehidupan Bujang di Novel Pulang Karya Tere Liye
-
Motivasi Menulis untuk Calon Penulis: Buku Menjual Gagasan dengan Tulisan
-
Sisi Gelap Dunia Sepak Bola di Novel Sebelas Karya Tere Liye
-
Film Bidadari Surga: Perjalanan Spiritual Cinta yang Menginspirasi Hati
-
Menyusuri Kuliner Buka Puasa yang Viral dan Banyak Dicari di Ramadan 2026
Terkini
-
Kalau Dipikir-Pikir, Ini 5 Alasan Monkey D Garp Masih Bertahan di Angkatan Laut
-
Ketukan Tiga Kali dari Balik Dinding
-
Xiaomi Bakal Pamer Mobil Super Bertajuk Vision Gran Turismo di MWC 2026
-
Ramadan di Era FOMO: Mengulik Tren Takjil Risol Matcha
-
The King's Warden Tembus 8 Juta Penonton, Lokasi Syuting Diserbu Wisatawan