Kasus pembunuhan kejam sosialita asal Hongkong Abby Choi membuat geger berita internasional. Bagaimana tidak, kasus pembunuhan dengan cara memutilasi dan menjadikan potongan tubuh korban sebagai sup membuat siapa saja yang mendengarnya tak habis pikir.
Betapa mudahnya orang melakukan hal yang sangat tidak manusiawi tersebut. Terlebih lagi pelaku pembunuhan adalah mantan suami model cantik tersebut.
Dari berita yang beredar diketahui bahwa sang model Abby Choi, masih memberikan dukungan finansial terhadap mantan suaminya tersebut. Tapi pepatah air susu dibalas air tuba rupanya sangat cocok dijadikan sebagai perumpamaan kasus tersebut.
BACA JUGA: Sadis! Model Cantik Abby Choi Tewas Dimutilasi Mantan Suami, Tubuhnya Dimasak Jadi Sup
Tidak selamanya kebaikan yang kita berikan akan selalu mendatangkan hal baik serupa. Berikut ini terdapat 5 dampak buruk dari sikap terlalu baik yang harus diwaspadai.
1. Selalu dimanfaatkan orang manipulatif
Niat hati ingin menolong, tapi jika setiap saat kamu selalu berbuat baik dan menolong orang lain, maka akan membuat peluang orang-orang manipulatif yang ingin memanfaatkan kebaikanmu. Jadi mulai sekarang beranilah untuk menolak.
2. Sulit memprioritaskan diri
Karena sering ingin berbuat baik, maka terkadang diri sendiri kurang diperhatikan hingga merugikan diri sendiri atau orang terdekat.
3. Membuang waktu
Selain sulit memprioritaskan diri, tentunya banyak waktu yang terbuang jika terlalu baik terhadap orang lain. Kamu terlalu banyak merelakan waktu untuk membantu, padahal seharusnya bisa kamu manfaatkan waktu untuk diri sendiri.
4. Terjebak dalam hubungan toxic
Dicap sebagai orang yang baik bukan tidak mungkin jika orang-orang manipulatif di sekitar kamu memiliki ekspektasi berlebihan terhadap kebaikan kamu sehingga mereka cenderung tidak bisa menerima segala bentuk penolakan hingga menimbulkan hubungan toxic.
BACA JUGA: 5 Tanda Circle Pertemananmu Toxic dan Harus Segera Dihindari
5. Sulit dihargai orang
Tidak banyak manusia yang benar-benar bisa berterimakasih dengan apa yang orang lain berikan, tidak terkecuali jika terlalu baik.
Orang cenderung sulit menghargai padahal kita sudah melakukan hal baik, alasannya karena mereka menyepelekan dan menganggap kita tidak bisa menolak sehingga timbul sikap meremehkan dan merendahkan orang yang justru berbuat baik.
Segala sesuatu walau terdengar baik namun jika berlebihan hasilnya tetap tidak baik juga. Berani untuk tegas dan ambil keputusan bijak terhadap apa yang ada di sekitar kamu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween
-
Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien
-
Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20
Artikel Terkait
-
Gagal Jadi Warga Lapas Salemba, Richard Eliezer Kembali Ditahan di Rutan Bareskrim Polri Alasan Keamanan
-
Kepala Abby Choi Ditemukan dalam Panci Sup, Bagian Tubuh Lain Masih Hilang
-
Lima Fakta Kasus Pembunuhan Keji Model Cantik Asal Hongkong, Abby Choi Oleh Mantan Suaminya
-
Mulai Jalani Hukuman di Lapas Salemba, Bharada E Diberikan Ruangan Khusus
-
Model Cantik Abby Choi, Tewas Dimutilasi Hingga Potongan Tubuh di Sup, Simak Kronologisnya!
Lifestyle
-
7 Rekomendasi Sepatu Olahraga dan Kasual Harga Rp500 Ribu - Rp1 Juta
-
6 Flatshoes Ujung Runcing yang Bikin Kaki Terlihat Lebih Jenjang
-
Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
-
5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif
Terkini
-
Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer
-
Ulasan Novel Bulan di Atas Istana: Kisah Cinta di Balik Riuh Istana Negara
-
Rumah Mertua atau Mandiri? Sisi Lain Dilema Pengantin Baru Satu Atap
-
Sinopsis Fjord, Terpilih Jadi Film Terbaik Cannes Film Festival 2026
-
Pajak Pembalut vs Kondom: Menakar Keadilan Transaksi Kesehatan Perempuan