Istilah burnout mungkin tidak asing di dunia kerja. Burnout merupakan istilah yang sering dipakai merujuk pada rasa lelah dalam bekerja yang kerap bikin produktivitas menurun.
Meski begitu, ternyata burnout pun bisa terjadi dalam suatu hubungan, lho. Sebuah pernikahan pun bisa membuat pelakunya kelelahan, dan pastinya yang terjadi bisa ditebak. Ada banyak masalah di dalam rumah tangga sehingga jauh dari kata harmonis.
Lalu, seperti apa kelelahan atau burnout dalam pernikahan? Berikut akan dibahas beberapa cirinya. Pastikan kamu simak, ya.
1. Jadi sering menarik diri
Di antara penyebab marriage burnout atau kelelahan dalam pernikahan, adalah persoalan emosional. Misalnya saja, kamu sudah berusaha berjuang untuk menjaga pernikahan berjalan dengan baik, tapi pasangan sering cuek.
Rasa lelah berjuang sendirian ini bisa mengakibatkan kelelahan secara emosional, dan akhirnya jadi menarik diri. Selain merasa sudah tidak punya lagi energi untuk menanggapi rumah tangga yang tidak sesuai harapan, kamu pun jauh lebih baik bila tidak bersama pasangan.
BACA JUGA: 3 Alasan Seseorang Menarik Diri dari Lingkungan, Apa Kamu Mengalaminya?
2. Tidak berenergi melakukan apa pun
Manusia merupakan makhluk kompleks yang tiap fase kehidupannya berkaitan satu sama lain, dan gak bisa dipisahkan sama sekali. Sebagai contoh, masalah di tempat kerja dapat memengaruhi bagaimana sikap terhadap pasangan, misalnya jadi kurang sabar. Begitu pun sebaliknya.
Akibat permasalahan dalam pernikahan, maka dampak negatifnya bisa ke mana-mana. Yang biasanya produktif, kini jadi tidak semangat bekerja. Yang biasanya aktif bersosialisasi, kini jadi lebih suka menyendiri.
3. Susah tidur
Kelelahan dalam pernikahan juga dapat menyebabkan pola tidur berantakan, lho. Hal ini sangatlah wajar mengingat tingkat stres yang tinggi bikin kamu jadi susah beristirahat. Banyak pikiran!
BACA JUGA: 4 Hal Ini Bisa Bikin Kamu Susah Tidur, Berbahaya Bagi Kesehatan
4. Mulai timbul pemikiran untuk berpisah
Pastinya gak ada satu pun pasangan yang berniat menikah untuk menderita. Semuanya tentu memiliki harapan bisa hidup bahagia bersama orang yang dicintai.
Jadi, gak heran ketika pernikahan sudah dirasakan tidak lagi bisa memberi kebahagiaan, maka timbul pemikiran untuk cerai. Memang sudah kodratnya manusia untuk menghindari rasa sakit, salah satunya rasa sakit akibat rumah tangga yang gak sehat.
Sebelum mengambil langkah pisah, ada baiknya komunikasikan bersama pasangan mengenai apa yang kamu rasakan. Jika memungkinkan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli pernikahan agar rumah tangga yang sudah susah payah kamu bisa diselamatkan. Semoga uraian tadi bisa bermanfaat, ya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Hottest Merapat! Lee Jun Ho 2PM Umumkan Tur Konser pada Januari 2025 Mendatang
-
Min Hee-jin Mantap Ambil Langkah Hukum Usau Tinggalkan ADOR
-
Sejarah Baru! ATEEZ Jadi K-Pop Artist Ketiga dengan Album No. 1 Billboard
-
Jeongnyeon: The Star Is Born, Puncaki Peringkat Drama Korea dan Aktor Terbaik
-
Nantikan! Ji Seung Hyun dan Jung Hye Sung Siap Menghibur di Film Aksi Komedi Baru
Artikel Terkait
-
Mengapa Menikah di Bulan Syawal Sunnah Rasul? Ini Penjelasannya
-
ART Ditangkap di Mall, Usai Gasak Dolar Majikan di Hari Lebaran
-
Raja Charles dan Ratu Camilla Rayakan 20 Tahun Pernikahan di Tengah Jamuan Kenegaraan Megah di Roma
-
Mau Buka Bisnis Rumahan, Ini Pilihan Pinjaman Modal Usaha Untuk Ibu Rumah Tangga
-
Bolehkah Menikah dengan Sepupu? Ini Hukumnya dalam Islam
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Pengabdi Setan Origins: Batara, Darminah, dan Asal Mula Teror
-
Review Film Exorcism Chronicles - The Beginning: Visual Ajaib tapi Cerita Kacau?
-
Review Anime Yuru Camp, Menjelajahi Keindahan Alam Jepang
-
Timnas Indonesia Disokong Mentalitas 'Anti Banting', Siap Jaya di Piala Asia U-17?
-
Menang 0-1 Atas Korea Selatan, Jadi Modal Penting Bagi Timnas Indonesia U-17