Dalam suatu hubungan memang harus memiliki beberapa persiapan dalam menjalaninya. Termasuk hal-hal yang perlu ditanamkan atau sebuah prinsip hubungan yang perlu disepakati bersama agar hubungan punya arah dan tujuan serta tahan lama. Setiap hubungan pasti mengharapkan sebuah hubungan yang tahan lama bahkan sampai ajal yang memisahkan.
Hal ini telah dijabarkan dalam buku Social Psychology oleh John D. Delamater, 2014. Menjelaskan dan merumuskan bahwa terdapat 3 prediktor utama dalam hubungan agar tahan lama yaitu komitmen, rasa cinta, dan ilusi positif terhadap partner. 3 prediktor ini bisa kamu terapkan pada hubungan kamu dengan pasangan kamu atau hubungan sosial kamu. Berikut penjelasannya
1. Komitmen
Hubungan yang memiliki komitmen yang kuat terhadap hubungan mereka cenderung lebih mampu bertahan dalam jangka panjang. Hal ini karena mereka merasa memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk mempertahankan hubungan tersebut. Pasangan yang memiliki komitmen yang kuat juga cenderung lebih terbuka dan jujur satu sama lain, sehingga mampu mengatasi ketidakpercayaan dan kesalahpahaman yang dapat menghancurkan hubungan.
2. Rasa Cinta
Rasa cinta dan kasih sayang antara pasangan juga sangat penting dalam hubungan yang tahan lama. Pasangan yang saling mencintai dan merasakan kasih sayang satu sama lain cenderung lebih bahagia dan puas dalam hubungan mereka. Bahkan, bukan dalam hubungan percintaan saja tetapi mencakup segala hubungan sosial seperti pertemanan, persahabatan, maupun hubungan antar orang tua pun juga butuh rasa cinta yang menjadi makna pada hubungan tersebut.
3. Ilusi Positif Terhadap Partner
Partner yang dimaksud di sini meliputi segala hubungan sosial. Ilusi positif adalah persepsi positif yang dibangun seseorang terhadap partner dalam hubungan. Pasangan atau partner yang saling memiliki ilusi positif terhadap satu sama lain cenderung lebih puas dan bahagia dalam hubungan mereka. Hal ini karena ilusi positif membuat seseorang melihat pasangannya sebagai orang yang lebih baik daripada yang sebenarnya, dan hal ini dapat membantu mengurangi konflik dan meningkatkan keintiman dalam hubungan.
Kesimpulannya menurut buku "Social Psychology" karya John D. Delamater, terdapat tiga prediktor utama yang dapat membantu menjaga hubungan yang tahan lama, yaitu komitmen, rasa cinta, dan ilusi positif. Namun, faktor-faktor lain seperti komunikasi yang efektif, kepercayaan, dan keterbukaan juga sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hubungan yang sehat dan tahan lama.
Semoga bermanfaat!
Baca Juga
-
Tim PPK Ath-thobib Universitas Jambi Ubah Rumah Terlantar Jadi Wadah Ekspansi Anti-Stunting
-
Resmi! Tim PPK Ormawa Opening Program STARLING Guna Turunkan Risiko Stunting
-
Kompak! Mahasiswa Universitas Jambi dan Warga Legok Beraksi Goro Toga Tangkul
-
Cegah Stunting: Penyuluhan Stunting dan PHBS Disambut Antusias Warga Legok Jambi
-
Begini Kata Mantan Direktur WHO tentang Pandemi di Seminar Internasional FKIK UNJA
Artikel Terkait
-
Gobel: Penerbangan Jakarta-Tashkent Tingkatkan Hubungan Ekonomi Indonesia-Uzbekistan
-
Tes Kepribadian: Pilih Mahkota untuk Mengetahui Bagaimana Orang Sekitar Memandang Anda
-
CEK FAKTA: Makin Romantis, Amanda Manopo dan Arya Saloka Pamer Kemesraan di Rumah Baru
-
CEK FAKTA: Putri Anne Serahkan Anaknya Diasuh Arya Saloka dan Amanda Manopo
-
4 Alasan Mengapa Anak Rantau Jarang Berkomunikasi dengan Keluarga
Lifestyle
-
Bye Kusam! 4 Micellar Water Licorice untuk Kulit Bersih, Sehat, dan Cerah
-
4 Night Cream dengan Bakuchiol untuk Kulit Tetap Awet Muda di Usia 40-an
-
5 Rekomendasi Body Wash Green Tea, Ampuh Usir Penat dan Bikin Tubuh Rileks
-
Bukan Jadul, 5 Alasan Makanan Kukusan Digemari Anak Muda untuk Sarapan
-
5 Hair Mask untuk Merawat Rambut Diwarnai agar Tetap Sehat dan Cerah
Terkini
-
Agent Kim Reactivated: Saat Pertengkaran Remaja Sukses Guncang Dua Negara
-
Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi
-
Sekali Duduk Tamat! 7 Rekomendasi Drakor yang Bikin Susah Berhenti Nonton
-
Krisis Kompetensi BGN: Pertaruhan Gizi Anak di Bawah Bayang-bayang Politik
-
Ulasan Reborn Rich: Fantasi Kesempatan Kedua dan Harga Sebuah Balas Dendam