Menurut Healthline, toxic relationship adalah hubungan yang merugikan dan tidak sehat yang dapat menyebabkan perasaan stress, kecemasan, atau depresi. Hubungan ini ditandai dengan pengendalian, manipulasi, atau perilaku berbahaya. Toxic relationship atau hubungan toksik dapat didefinisikan sebagai hubungan yang merugikan atau merusak yang ditandai oleh perilaku yang tidak sehat dari satu atau kedua belah pihak. Jenis-jenis toxic relationship juga dapat bervariasi tergantung pada karakteristik hubungan tersebut.
Namun menurut Psychology Today, toxic relationship dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan perilaku yang ditunjukkan oleh pasangan dalam hubungan tersebut, yaitu:
1. Hubungan yang Mendominasi
Pasangan yang terlibat dalam hubungan ini cenderung bersaing satu sama lain dan berusaha untuk menguasai dan mengontrol satu sama lain. Akibatnya, pasangan yang terjebak dalam hubungan yang mendominasi seringkali merasa tidak bahagia dan tidak aman, karena kebutuhan dan keinginan mereka sering diabaikan atau tidak dipenuhi.
2. Hubungan yang Mengisolasi atau Posesif
Pasangan dalam hubungan ini merasa terisolasi atau posesif membatasi dari orang lain atau keluarga mereka karena pasangan tersebut membatasi kontak dengan orang lain atau membatasi kegiatan sosial mereka. Pasangan yang terjebak dalam hubungan ini seringkali merasa terisolasi dan kesepian, karena mereka tidak diperbolehkan untuk menjalin hubungan sosial yang sehat dan normal dengan orang lain.
BACA JUGA: Diduga Punya Hubungan Spesial dengan Maxime Bouttier, Raffi Ahmad Pernah Spill Pacar Baru Luna Maya
3. Hubungan yang Memanipulasi
Pasangan dalam hubungan ini menggunakan manipulasi emosional dan psikologis untuk mengendalikan satu sama lain dan membuat pasangan mereka merasa bersalah atau tidak berharga. Kasus yang sering terjadi adalah pasangan yang mengancam mengakhiri hidup atau mengabaikan pasangan jika tidak melakukan apa yang diminta.
4. Hubungan yang Kecanduan
Pasangan dalam hubungan ini cenderung mengabaikan kebutuhan mereka sendiri dan terus-menerus berfokus pada pasangan mereka, seringkali sampai ke tingkat yang tidak sehat. Akibatnya, pasangan tersebut dapat kehilangan rasa kemandirian dan kebebasan, serta mengalami stres dan kecemasan yang tidak sehat.
Jika kamu berada pada hubungan yang tidak sehat seperti ini mintalah bantuan keluarga, teman, sahabat, atau bantuan profesional untuk membantu kamu keluar atau lepas dari hubungan toxic.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tim PPK Ath-thobib Universitas Jambi Ubah Rumah Terlantar Jadi Wadah Ekspansi Anti-Stunting
-
Resmi! Tim PPK Ormawa Opening Program STARLING Guna Turunkan Risiko Stunting
-
Kompak! Mahasiswa Universitas Jambi dan Warga Legok Beraksi Goro Toga Tangkul
-
Cegah Stunting: Penyuluhan Stunting dan PHBS Disambut Antusias Warga Legok Jambi
-
Begini Kata Mantan Direktur WHO tentang Pandemi di Seminar Internasional FKIK UNJA
Artikel Terkait
-
5 Tanda Pasangan Cemburu, Segera Respon agar Tidak Toxic Relationship
-
3 Tanda Pasangan Tidak Serius Kepadamu, Dia Hanya Main-Main Saja
-
11 Tahun Nikah, Ririn Dwi Ariyanti Merasa Tak Punya Pasangan: Aku Pura-pura Bahagia
-
5 Bahaya Oversharing dalam Hubungan Asmara, Wajib Kamu Hindari!
-
Waspadai 5 Tanda Pasangan Selingkuh, Jangan Sampai Kamu Tertipu!
Lifestyle
-
4 Ide Outfit Simpel ala Ranty Maria, Nyaman dan Tetap Modis
-
4 Sepatu Trail Running untuk Medan Licin dan Berbatu, Stabil dan Anti-Slip!
-
Kacang Rebus Terakhir di Pasar Malam
-
4 Serum Actosome Retinol Atasi Tekstur Kulit dan Garis Halus Tanpa Iritasi
-
4 Rice Cooker Digital Multifungsi dengan Fitur Lengkap untuk Sehari-hari
Terkini
-
Hadapi Sengketa Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Gandeng Firma Hukum Kondang
-
Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?
-
Debut Unit Baru, Jeno dan Jaemin NCT Siap Merilis Mini Album 'Both Sides'
-
Arya Saloka Resmi Gabung Film Dilan ITB 1997, Perannya Jadi Sorotan Publik
-
Gie dan Surat-Surat yang Tersembunyi: Belajar Integritas dari Sang Legenda