Melajang atau tidak menikah dan hidup sendiri merupakan pilihan hidup yang semakin populer di kalangan generasi zaman now belakangan ini. Banyak orang memilih untuk melajang lebih lama daripada menikah di usia yang lebih muda. Beberapa alasan pun mendasari pilihan ini dan kerap berkaitan dengan mindset pribadi, perkembangan karier, dan kebebasan hidup.
BACA JUGA: 5 Tips agar Anak Belajar Mandiri, Anak Senang Orang Tua Pasti Bangga
Berikut empat alasan yang mungkin membuat seseorang ingin melajang lebih lama. Karier dan pengembangan diri sering jadi alasan utama.
1. Fokus pada Karier dan Pencapaian
Dalam dunia yang semakin kompetitif dewasa ini, banyak orang memilih untuk melajang lebih lama agar dapat fokus sepenuhnya pada karier dan pencapaian diri. Menjalani kehidupan sebagai lajang dianggap mampu memberi fleksibilitas yang lebih besar dalam kesempatan berkarier, pindah tempat tinggal, atau mengambil risiko yang mungkin sulit dilakukan jika ada tanggung jawab keluarga.
Dengan bekerja keras dan mencapai prestasi signifikan dalam karier, orang dapat meningkatkan kemandirian finansial, membangun reputasi profesional yang solid, atau bahkan mencapai posisi kepemimpinan yang diidamkan. Fokus pada karier juga dapat memberikan kepuasan batin sebelum mempertimbangkan komitmen pernikahan.
2. Fokus pada Pengembangan Diri
Alasan lain mengapa seseorang mungkin ingin melajang lebih lama adalah untuk fokus pada pengembangan kualitas pribadi. Cukup banyak orang yang merasa perlu memusatkan perhatian pada pembangunan karier, pendidikan, atau kesempatan pencapaian kualitas diri yang lain demi mengejar impian.
BACA JUGA: Ampuh! 5 Kebiasaan Malam yang Membantu Kamu Tidur Nyenyak
Melajang juga dianggap mampu memberikan kebebasan dalam mengeksplorasi minat baru, belajar hal-hal baru, melakukan perjalanan, atau mengikuti hobi pribadi agar tujuan pribadi tidak 'terhambat' tanggung jawab hubungan. Potensi pribadi pun akan tercapai secara maksimal hingga bisa membentuk identitas pribadi yang kokoh sebelum berkomitmen dalam pernikahan.
3. Memperluas Jaringan Sosial
Tidak dimungkiri bahwa kondisi melajang lebih banyak memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan sosial. Pasalnya, seseorang cenderung memiliki lebih banyak waktu dan fleksibilitas untuk berinteraksi dengan orang-orang baru, menghadiri acara sosial, atau terlibat dalam berbagai macam kegiatan komunitas.
Mereka dapat mengembangkan hubungan persahabatan yang kuat, membangun koneksi profesional, dan menjalin ikatan dengan orang-orang yang berbagi minat dan visi yang sama. Dengan jaringan sosial yang luas, manfaat jangka panjang baik dalam hal dukungan sosial, kesempatan bisnis, maupun pengalaman hidup akan terpenuhi.
BACA JUGA: 5 Cara Jitu untuk Menjadi Orang yang Tampil Menarik, Jangan Garing!
4. Menikmati Kebebasan dan Kemandirian
Diakui atau tidak, menikmati kebebasan dan kemandirian memang lebih banyak hadir dalam hidup saat masih berstatus lajang. Orang memiliki kontrol penuh atas keputusan, gaya hidup, dan pengeluaran mereka sendiri tanpa perlu berkompromi atau mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pasangan atau keluarga.
Kebebasan ini memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi dunia dengan cara mereka sendiri, melakukan perjalanan, menjalankan hobi, dan mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan orang lain. Bagi sebagian orang, kebebasan dan kemandirian adalah sumber kebahagiaan dan kepuasan hidup yang luar biasa.
Melajang lebih lama merupakan pilihan hidup yang sah dilakukan siapa saja, terutama dengan pertimbangan lima alasan di atas. Setiap orang memiliki kebutuhan dan tujuan hidup yang berbeda hingga memilih untuk melajang lebih lama atau menikah muda sama baiknya asal bisa mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan pribadi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Anthony Ginting Ditarik Mundur dari BAC 2025 dan Ajukan Protected Ranking
-
Muhammad Shohibul Fikri Langganan Jadi Runner Up, 'The Real Manusia Silver
-
Polish Open 2025: Peluang Rehan/Gloria Sabet Gelar Perdana
-
Jadwal Final Swiss Open 2025: Didominasi China, Ada Dua Laga Perang Saudara
-
Swiss Open 2025: Hanya Satu Wakil Indonesia yang Lolos ke Final
Artikel Terkait
-
Saatnya Resign setelah Lebaran?
-
Selain Donatur Dilarang Ngatur: Apakah Pria Harus Kaya untuk Dicintai?
-
Didit Sowan ke Megawati, Ahmad Basarah Bocorkan Hubungan Rahasia Keluarga Prabowo-Mega
-
Makin Ugal-ugalan, Justin Hubner Terlihat Lakukan Video Call dengan Jennifer Coppen: Bikin Nyengir!
-
Lisa Mariana Kerja Apa? Jengkel Dituduh Rela Bongkar Hubungan dengan RK demi Dapat Endorse
Lifestyle
-
Dari Chic Hingga Edgy, Ini 4 Ide Outfit Hangout ala Beomgyu TXT
-
4 Ide Outfit Nyaman ala Kim Seon Ho, Simple dan Effortless Chic!
-
4 Facial Wash dengan Kandungan Probiotik, Jaga Keseimbangan Skin Barrier!
-
Selain Donatur Dilarang Ngatur: Apakah Pria Harus Kaya untuk Dicintai?
-
Lebih Bahagia dengan Cara Sederhana: Mulai dari Micro-Moments of Happiness
Terkini
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
-
3 Rekomendasi Film tentang Kakak Beradik yang Mengharukan, Bikin Nangis!
-
Review Surga di Telapak Kaki Bapak: Drama Keluarga Spesial Lebaran
-
Jumbo: Langkah Berani Animasi Lokal di Tengah Dominasi Horor
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura