Kata people pleasing mungkin sedikit asing untuk didengar oleh banyak orang karena istilahnya menggunakan bahasa inggris. Tapi, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia atau lebih tepatnya bahasa gaul kita, yaitu adalah tipe orang yang "ga enakan". Orang yang "ga enakan" memiliki perasaan sungkan untuk menolak permintaan dari orang lain karena mereka merasa bisa jadi bahaya jika ada penolakan. Padahal, justru dengan menerima terlalu sering permintaan orang lain malah memberikan dampak negatif untuk diri sendiri bahkan bisa ke orang lain.
Maka dari itu, pada pembahasan kali ini, saya akan membahas dampak negatif apa saja dari menjadi people pleasing. Mari simak pembahasannya untuk memahami bahwa itu merupakan perilaku yang tidak sehat.
Membuat diri terlihat tidak punya skala prioritas
Orang yang sering "ga enakan" bisa terlihat tidak punya skala prioritas dalam hidupnya. Semuanya dia setujui atas keinginan temannya tanpa harus menyaring yang sesuai dengan kemampuannya. Ini membuat tujuan pribadi menjadi abu-abu karena dengan banyak menyetujui permintaan orang lain, artinya dia tidak memiliki agenda terstruktur dalam sehari untuk melakukan apa saja. Orang yang punya prioritas harusnya punya batasan dalam menerima permintaan dengan orang lain dengan memperhatikan itu sejalan atau tidak dengan tujuannya.
Bukannya fokus pada target sendiri, malah mengikuti target orang lain
Inilah yang saya maksud dari "hidupmu mau dibawa ke mana?". Selalu menyetujui permintaan orang lain sama saja dengan kamu mengikuti target orang lain. Dampaknya adalah kamu tidak tahu kapan kamu akan memenuhi target dirimu sendiri. Tidak semua aspek kita harus mengikutinya meski memang ada yang harus kamu ikutin untuk target orang lain. Tapi jika kamu keterusan mengikuti target orang lain, kamu akan berada pada penderitaan di lingkaran kebahagiaan orang lain. Padahal, kamu tidak punya kewajiban untuk berkontribusi atas kebahagiaan orang lain. Sebaliknya, kamu harus fokus pada target awalmu sendiri.
Contoh sederhananya ketika ada teman kerja yang memintamu untuk membantunya mengemban sebuah proyek kerja di kantor. people pleasing akan langsung menerima permintaan itu tanpa mempertimbangkan terkait konsekuensinya terhadap kebahagiaannya sendiri. Jadi, kamu harus tahu apa saja yang mesti dipertimbangkan jika kamu ada di posisi itu. Jika kamu menerima permintaan teman tersebut, pertimbangkan seperti apakah ini masih sejalan dengan targetku selama bekerja, apakah ini sesuai dengan jati diriku atau apakah manfaatnya sepadan dengan capeknya.
Sulit mengeluarkan pendapat pibadi
Menjadi orang yang "ga enakan" sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri. Karena itu menghambatmu dalam menyampaikan pemikiranmu sendiri untuk dikeluarkan menjadi pendapat pribadi. Padahal, memiliki pendapat pribadi itu penting sebagai identitias personal branding yang nantinya itu bisa dikenal banyak orang. Ketika merasa "ga enakan", kamu mengambil langkah pertama untuk menjadi orang yang tidak berprinsip. Orang yang tidak punya prinsip tentunya tidak bisa mengambil keputusan meski itu keputusan sederhana atas pilihan hidupnya. Saat ada orang yang meminta kamu mengikuti keinginannya, hanya ada 2 pilihan, yaitu iya atau tidak yang merupakan 2 keputusan yang berbeda pula. Keduanya punya dampak masing-masing untuk hidupmu. Jadi, gunakan pendapatmu sendiri supaya orang lain juga bisa memahami keinginanmu.
Sebagai kesimpulan, hindarilah perilaku ini karena people pleasing adalah tipe manusia yang tidak memiliki arah dalam menentukan kehidupannya mau dibawa ke arah mana. Semoga bermanfaat dan terima kasih bagi yang ingin membaca.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Selamat Datang di Era Attention Economy: Ketika Kebenaran Kalah Penting dari Sensasi Viral
-
Childfree hingga Kabur Aja Dulu: Pelarian Anak Muda atau Bentuk Protes terhadap Realitas?
-
Ancaman 'Inflasi Kepintaran' di Era AI: Masihkah Kita Belajar untuk Berpikir?
-
Kenaikan Dana Riset 2026: Mahasiswa Siap Disibukkan Dengan Inovasi Nyata?
-
Deepfake dan Manipulasi Emosi: Ketika AI Memegang Kendali Realita dan Ilusi
Artikel Terkait
-
5 Alasan Mengapa Terlalu Sering Mengucapkan Terima Kasih Tidak Selalu Baik
-
5 Cara Menghadapi Teman yang Suka Memutarbalikkan Fakta, Tetap Tenang!
-
Pisces hingga Taurus, 4 Zodiak yang Merasa Puas saat Bisa Membesarkan Anak
-
Dear Orangtua, Begini Cara Mendidik Anak agar Nggak Jadi Pelaku Bullying
-
4 Sikap Ini Tunjukkan Kamu Orang yang Bermental Kuat, Punya Salah Satunya?
Lifestyle
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan
-
Atasi Bibir Kering, Ini 5 Lip Serum Peptide yang Bikin Makin Memesona
-
Namanya Bikin Salah Fokus, Ini 5 Fakta Menarik Mi Pentil Khas Bantul
-
4 Padu Padan Outfit Stripe ala Jisoo BLACKPINK, Buat yang Suka Gaya Preppy!
-
4 Clarifying Sheet Mask, Andalan Kontrol Minyak untuk Wajah Bebas Jerawat
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?