Tahukah kamu, ternyata pola asuh atau parenting style memiliki beberapa tipe. Sebelum membahas tentang tipe-tipe pola asuh, kita harus tahu dulu pengertian dari parenting style atau pola asuh.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @studiodjiwa, parenting style adala istilah yang merujuk pada strategi umum yang dilakukan oleh orang tua dalam membesarkan anak-anak mereka. Parenting style juga dapat didefinisikan sebagai sikap dan perilaku orang tua terhadap anak-anak, serta cara orang tua mengekpresikan emosi serta perilakunya.
Pola asuh atau parenting style dapat mempengaruhi harga diri, kesehatan fisik, serta cara anak berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya. Masih dari sumber yang sama, berikut ini adalah beberapa tipe parenting styles yang harus kamu ketahui.
Authoritarian parenting
Tipe parenting style yang pertama adalah authoritian parenting. Gaya pola asuh ini diterapkan secara otoritas. Orang tua yang menerapkan parenting style ini tidak tertarik untuk bernegosiasi dan lebih fokus pada kepatuhan anak. Orang tua juga tidak mengizinkan anak untuk terlibat dalam tantangan atau pemecahan suatu masalah.
Pengaruh parenting style ini terhadap kesehatan mental anak adalah berisiko tinggi mengalami masalah harga diri akrena pendapat anak cenderung tidak dihargai, serta anak dapat tumuh menjadi orang yang senang berbohong untuk menghindari hukuman.
Authoritative parenting
Tipe parenting style yang kedua adalah authoritative parenting. Orang tua akan berusaha menciptakan dan mempertahankan hubungan yang positif dengan anak, mereka akan berusaha menjelaskan alasan di balik aturan, serta menetapkan batasan, menegakkan aturan, dan memberikan konsekuensi tetapi tetap mempertimbangkan perasaan anak.
Pengaruh parenting style ini terhadap kesehatan mental anak adalah anak akan tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab, merasa nyaman membela diri dan mengungkapkan pendapat serta perasaan, dan lebih pandai membuat keputusan yang tepat.
Permissive parenting
Tipe parenting style ketiga adalah permissive parenting, diterapkan oleh orang tua kepada anaknya dengan cara mentapkan aturan tetapi jarang menegakkannya, tidak terlalu sering memberikan konsekuensi, serta memiliki pemikiran bahwa anak akan belajar paling baik tanpa bantuan dari orang tua.
Pengaruhnya terhadap kesehatan mental seorang anak akibat gaya pola asuh ini adalah kecenderungan memiliki kesulitan secara akademis, serta lebih mungkin menunjukkan banyak masalah perilaku karena anak tidak menghargai otoritas dan aturan.
Itulah tiga tipe parenting style yang harus kamu ketahui! Semoga bermanfaat!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Dari Misteri hingga Klasik, Ini Deretan Novel yang Jadi Teman Bacaan Para Idol K-Pop
-
Bibir Juicy & Sehat Selama Hamil: 5 Lipstik BPOM Paling Direkomendasikan
-
Hamil Tetap Glowing: 5 Skincare Aman Buat Ibu Hamil dan Menyusui
-
Kafe Ajaib yang Memasak Impian: Fantasi Epik yang Menyuntik Semangat Mimpi!
-
Bosan Parfum Cepat Hilang? Ini 5 Rekomendasinya yang Tahan 24 Jam
Artikel Terkait
-
4 Cara Menghindari Depresi Gara-Gara Kerjaan Kantor, Cegah Stres Sebelum Gajian
-
Berpikiran Positif Jangan Lebay! Ini 4 Dampak Buruk Toxic Positivity
-
Budaya Victim Blaming dan Kesehatan Mental
-
4 Alasan Kamu Harus Menjauhi Mental Kepiting, Tidak Baik untuk Pola Pikir
-
4 Manfaat Mengikuti Kegiatan Volunteer bagi Kesehatan Mental, Bikin Bahagia
Lifestyle
-
4 Moisturizer Ampuh Atasi Kulit Kering Sekaligus Kusam tanpa Pori Tersumbat
-
5 Parfum Lokal Aroma Leci yang Bikin Kamu Wangi Seharian, Mulai Rp60 Ribuan
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
-
Makeup Anti-Cracky! 4 Gel Moisturizer untuk Skin Prep pada Kulit Berminyak
-
Budget Cuma Rp30 Ribuan? Ini 4 Sunscreen Cica Murah untuk Kulit Berjerawat
Terkini
-
Media Sosial vs Real Life: Hidup Sempurna di Feed, Berantakan di Dunia Nyata
-
Taruna Akmil Latih Sekolah Rakyat: Haruskah Militer Masuk Ranah Pendidikan?
-
Paspor Lebanon Gianni Infantino: Saat Politik Dilarang di Lapangan, Tapi Dihalalkan di Kursi VVIP
-
Lompatan Suporter Meksiko saat Lawan Ekuador Picu Getaran Mirip Gempa
-
Ketika Piala Dunia Bikin Patah Hati: Tips Bangkit Setelah Tim Favorit Gugur