Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana kucing kesayanganmu seringkali mendengkur dengan tenang ketika dia duduk di pangkuanmu atau sedang berbaring di sekitarmu? Suara lembut yang dikenal sebagai "purring" ini telah menjadi ciri khas kucing selama berabad-abad, tetapi apa yang sebenarnya terjadi di balik fenomena ini? Menyadur dari BBC, mari kita telusuri 4 alasan mengapa kucing suka mendengkur.
1. Ekspresi Kenyamanan dan Kepuasan
Salah satu alasan utama mengapa kucing mendengkur adalah sebagai tanda kenyamanan dan kepuasan. Ketika kucingmu merasa aman, rileks, dan bahagia, mereka seringkali mulai mendengkur. Ini bisa terjadi ketika mereka mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari pemiliknya atau bahkan saat mereka tidur dengan nyaman. Purring adalah cara alami bagi mereka untuk mengungkapkan perasaan positif mereka.
2. Penyembuhan Diri
Sebuah teori lain adalah bahwa kucing menggunakan suara mendengkur sebagai alat penyembuhan diri. Purring memiliki getaran berfrekuensi rendah yang dapat mempercepat penyembuhan tulang dan jaringan mereka sendiri. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa frekuensi getaran mendengkur berkisar antara 25-150 Hertz, yang konon memiliki efek penyembuhan pada diri kucing. Oleh karena itu, bisa jadi kucing mendengkur untuk membantu pemulihan ketika mereka merasa tidak sehat atau cedera.
3. Komunikasi dengan Pemiliknya
Kucing juga dapat menggunakan purring sebagai alat komunikasi dengan pemiliknya. Mereka mungkin mendengkur untuk menarik perhatian dan meminta perhatian atau makanan tambahan. Ini adalah cara mereka mengungkapkan kebutuhan mereka dan menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan manusia.
4. Mengatasi Stres dan Kecemasan
Purring juga dapat berfungsi sebagai cara kucing mengatasi stres atau kecemasan. Saat mereka dalam situasi yang mungkin menakutkan atau cemas, mereka dapat mulai mendengkur untuk meredakan perasaan negatif mereka sendiri. Dalam hal ini, purring adalah cara alami mereka untuk menghibur diri dan merasa lebih aman.
Meskipun alasan-alasan di atas dapat menjelaskan mengapa kucing mendengkur, penting untuk diingat bahwa setiap kucing adalah individu yang unik. Beberapa kucing mungkin mendengkur lebih sering atau lebih keras daripada yang lain, sementara yang lain mungkin jarang melakukannya. Bagaimanapun, purring adalah salah satu cara kucing berkomunikasi dengan kita dan dengan sesama kucing.
Jadi, ketika kamu mendengar kucing kesayanganmu mendengkur, itu mungkin merupakan tanda bahwa dia merasa nyaman, bahagia, dan berharap untuk mendapatkan perhatianmu. Ini adalah salah satu aspek pesona kucing yang membuat mereka menjadi hewan peliharaan yang sangat istimewa bagi banyak orang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Kuliah di Luar Negeri Tanpa Ribet Syarat Prestasi? Cek 6 Beasiswa Ini!
-
Jangan Sembarangan! Pikirkan 5 Hal Ini sebelum Pasang Veneer Gigi
-
6 Beasiswa Tanpa Surat Rekomendasi, Studi di Luar Negeri Makin Mudah
-
Belajar dari Banyaknya Perceraian, Ini 6 Fase yang Terjadi pada Pernikahan
-
Tertarik Kuliah di Luar Negeri Tanpa TOEFL/IELTS? Simak 5 Beasiswa Ini!
Artikel Terkait
-
Musim Mudik, Hotel Kucing Kebanjiran Pelanggan
-
Cat Lover Cantik Asal Tangerang Boyong Kucing Kesayangan Mudik ke Lampung
-
Turun ke Jalan Bareng Mahasiswa, Demo Emak-emak Tolak UU TNI: Kami Tak Ingin Orba Kembali!
-
Rekomendasi Penitipan Anjing Dan Kucing Selama Mudik di Surabaya
-
Mudik Aman dan Tenang: Ini 5 Penitipan Kucing Terpercaya di Jakarta
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?