Pada saat memasuki bulan pancaroba seperti saat ini, tak jarang di antara kita banyak yang jatuh sakit. Terlebih bagi anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara sempurna. Dikutip dari pregancybirthbaby, meskipun tubuh anak memiliki antibodi, namun sistem imun yang mereka miliki tidaklah sekuat orang dewasa. Tentu hal ini akan menyebabkan orang tua merasa khawatir karena anak gampang sakit.
Alih-alih merasa sedih dan panik, 4 reminder berikut semoga bisa membuatmu lebih tenang menghadapi momen tersebut.
1. Pada dasarnya semua ibu akan mengalami hal ini
Setelah berjuang hamil, ngidam, melahirkan, lalu akan datang suatu masa dalam peranmu sebagai ibu menyaksikan sosok kecil yang begitu kamu sayangi berjuang seorang diri dalam menahan rasa sakitnya.
Kamu hanya bertugas mendampingi dan sebisa mungkin memberi rasa nyaman kepadanya agar ia bisa melewati saat-saat sulitnya.Terkadang di saat sakit, anak hanya ingin berada di dekat ibunya. Pelukan dan dekapan hangat akan membuatnya lebih nyaman.
2. Tidak hanya bayi, sakit akan membuat ibunya lebih tangguh
Di saat anak demam tinggi, ibu semalaman menjaganya. Khawatir ia kejang atau panasnya sudah dalam tingkatan yang harus dirujuk ke rumah sakit. Kebayang kan, harus begadang semalaman, terus paginya badan rasanya remuk karena harus menggendong si kecil yang sakit selama berjam-jam?
Lihatlah, betapa kuat sebenarnya dirimu. Status sebagai ibu membuatmu tangguh dalam menjalani saat-saat yang sulit terutama yang berkaitan dengan anak. Kabar bahagianya, ternyata kamu bisa kok melewatinya dengan baik.
BACA JUGA: 4 Cara Ampuh Mengatasi Sleep Texting, Perilaku Mengirim Pesan Saat Tidur
3. Tenang saja, mayoritas anak yang sakit akan baik-baik saja
Dan memang begitu faktanya, kan? Bahwa sakit adalah bentuk dari respon tubuh dalam mempertahankan diri dari gangguan virus atau bakteri yang menyerangnya.
Setelah melewati sakit, tubuh anak akan membentuk antibodi. Dia akan semakin kuat. Jadi sebenarnya tak perlu terlalu panik. Tubuhnya tahu apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkan diri sendiri.
4. Menjadi lebih sabar
Setelah kesulitan akan ada kemudahan. Setelah sakit akan ada sembuh. Ibu dan bayi hanya perlu melewati fase nya dengan sabar. It’s okay not to be okay. Ketika anak sembuh, kamu akan semakin mencintai pekerjaan sebagai ibu, dan menghargai kehadiran sosoknya.
Ada kalanya, kamu butuh untuk kehilangan sesuatu sebelum benar-benar menyadari arti kehadirannya. Seorang ibu, kadang merasa bosan dan jenuh ketika setiap hari berhadapan dengan rutinitas bermain dengan anak. Tapi ketika hal-hal tersebut "hilang" untuk sementara karena anak sakit, mendengar suara tawa atau melihat senyum tulusnya adalah sesuatu yang rasanya mahal sekali. Terlebih dengan kehadiran anak dalam arti yang sesungguhnya.
Jadi ketika kamu diberi kesempatan untuk menjadi ibu, hargailah tiap detiknya. Senang maupun sulit. Untuk dirimu, dan seluruh ibu yang ada di dunia, Semoga selalu diberi kekuatan untuk menjalani peran ini ya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Bye Bekas Luka! 4 Brightening Body Lotion Ini Bikin Kulit Cerah dan Lembap
-
5 Pilihan Body Scrub Ekstrak Green Tea untuk Merawat Kulit Cerah dan Halus
-
Bebas Bahan Iritan, 4 Pilihan Body Lotion Fragrance-Free untuk Kulit Eksim
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Kirsten Dunst Gabung Sekuel The Housemaid, Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati
-
Dear Muslim Child: Buku Inspiratif untuk Tumbuhkan Percaya Diri Anak Muslim